Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

PARAh! Managemen PTPN IV Bobrok, Ada Pensiunan Tidak Gajian Setahun

WARTAGAS.COM - Aneh bin ajaib, lagi-lagi managemen PTP Nusantara IV dan Dapenbun (Dana Pensiunan Perkebunan) PTP N IV dinilai tidak profesional.

PARAh! Managemen PTPN IV Bobrok, Ada Pensiunan Tidak Gajian Setahun
Ilustrasi

Pasalnya, ada pensiunan PTP Nusantara IV yang tidak dapat gaji selama setahun, sebut saja E boru Sinaga, sudah sejak Juni 2016 sampai Juli 2017 tidak mendapatkan gagi pensiun jandanya dari PTP Nusantara IV.

“Kami sejak 2014 disuruh melengkapi berkas (rekening bank), karena sebelumnya dibayarkan manual (bayar langsung), katanya jangan biar tidak ada lagi penundaan gaji, tapi nyatanya gaji orangtua saya tidak dikirim sudah setahun, berkas setiap tahun sudah kami lengkapi, dan terakhir perlengkapan data kami kirimkan Desember 2016, tapi gaji ngak jelas kemana,” kata Simsim Sitohang putra pensiunan itu, Selasa (8/8/2017).

Kata Simsim lagi, kemarin 2013 kita sempat protes, karena nilai catu orang tua kita tidak dibayarkan, kita protes ke Medan, dan ternyata benar nilai catu dari PTP Nusantara IV itu tidak dibayarkan.

Bukan kali ini saja tahun 2013 dan 2014 sempat juga gajinya ditahan pihak PTP Nusantara IV alasannya kurang berkas, dan anehnya berapa gaji yang harus diterima juga tidak jelas. Banyak pensiunan kebun mengalami ini.

“Katanya kemarin ada kenaikan upah, tapi ngak tahu berapa, karena mereka pihak PTP Nusantara IV tidak ada memberikan SK atau surat keterangan kenaikan upah, heran saja sebesar PTP Nusantara empat kok managemennya bobrok, bukan orang tua saja yang mengalami ini, banyak juga pensiunan yang lainnya,”ujar Simsim Sitohang pengurus Karang Taruna kota Pematangsiantar ini.

Arita pengurus Dapenbun PTP Nusantara IV menjelaskan, tertanggung sampai bulan Mei 2017, kemudian bulan Juni 2017 itu sudah terbayar tapi gagal kirim dari bank BRI. Alasannya rekening tidak aktif. Mungkin di cek dulu saldonya dibawah minimal.

Kalau dibawah minimal dia otomatis direturn artinya dikembalikan kembali dianggap itu rekening tidak aktif.

Nah itu ada data returnya sama kita.Nah Itu dibulan Juli kita tangguhkan karena belum dapat konfirmasi dari yang bersangkutan.

Saran saya untuk E boru Sinaga,silahkan aktifkan dulu rekeningnya. Artinya, kalau mengaktifkan itu saldonya benar gak diatas minimal. Karena return dari bank ini rekeningnya tidak aktif.

Dia tertangguh mulai dari April 2016 sampai dengan Mei 2017 tidak pernah kita kirim karena tertangguh. Belum menyerahkan surat keterangan diri.

Nah di bulan Juni 2017 dia menyerahkan surat keterangan diri, kita bayar tapi return dari bank. Rekeningnya tidak aktif berarti saldonya minimal.

Kalau itu surat keterangan diri diperbarui setahun sekali. Kalau uangnya tidak mau tertangguh,ya rutin aja setiap tahun isi data.

Menurut Simsim Sitohang, Penjelasan Pengurus Dapenbun tidak masuk akal, lagi-lagi alasan klasik return, kalau memang benar managemennya profesional dan gaji dikirimkan setiap bulannya, mana mungkin rekening return.

“Itukan alasan klasik saja, kami ambil gaji (uang) ke bank tidak setiap bulan, artinya masih “stok disitu uang”, karena kamipun tidak ambil gaji mama itu setiap bulannya ke bank, anehnya lagi ada pula pemotongan gaji yang kami tidak tahu, katanya untuk P3Ri,u untuk apa dan kemanapun dana itu sampai saat ini kami tidak tahu, dan bulan lalu Dapenbun itu minta rekening diaktifkan, tapi sampai sekarang gaji belum masuk, ada apa ini?,” tanya Simsim, agar pihak berwenang seperti Menteri BUMN dan Menteri Keuangan turun tangan menyelesaikan persoalan keuangan puluhan ribu dana pensiunan perkebunan yang dinilai pengelolaannya tidak profesional.

Informasi yang diterima lintaspublik.com, pensiunan PTP Nusantara IV menerima gaji pensiunan dari pihak pengurus Dana Pensiunan (Dapenbun) dan pensiunan juga berhak menerima nilai catu (beras) dari pihak PTP Nusantara IV.

Pensiunan juga berhak mendapatkan perawatan kesehatan dari pihak PTP Nusantara IV, tapi sejauh ini klaim kesehatan atau jaminan kesehatan tidak jelas peruntukannya.

“Kami dulu sempat mendapat kartu jaminan kesehatan Inhealt, tapi sekarang tidak ada lagi, jadi bigung kami mau berobat kemana, sementara kami seharusnya tertanggung oleh PTP N IV, dan bahkan kami masih dapat uang daging kalau Hari Raya tapi jumlahnya ngak jelas berapa, karena kami tidak menanda tanganinya,” jelas seorang laki-laki yang juga pensiunan PTP Nusantara IV unit kebun Marjandi di Pane tongah kabupaten Simalungun.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Geger, Air Sungai Bah Bolon Jadi Merah





Penulis : tim
Editor : tagor
loading...

No comments

Powered by Blogger.