Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Surat Terbuka Kepada Kapolri Tito Karnavian dari Aktivis Yayasan Peduli Danau Toba

Surat Terbuka Kepada Kapolri Tito Karnavian dari Aktivis Yayasan Peduli Danau Toba
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Kiri), Wisata Danau Toba (Kanan) - Foto: Ist.


Pak Tito Karnavian yang terhormat,

Surat ini saya buat sebagai bentuk dukungan kepada dua teman yang selama ini peduli dengan Lingkungan di Kawasan Danau Toba. Namanya Sebastian Hutabarat dan Johannes Marbun.

Selasa pagi, 15 Agustus 2017 yang lalu, kedua teman tersebut tentu tidak prnah membayangkan akan mengalami kejadian naas. Mengelilingi Kawasan Danau Toba untuk banyak hal, khususnya mengamati perkembangan kondisi lingkungan Danau Toba bukanlah hal sekali ini saja mereka lakukan. Karena sama dengan banyak orang yang sangat peduli dengan lingkungan di Kawasan Danau Toba, kedua teman ini juga dikenal orang-orang yang gerah dengan kondisi kerusakan lingkungan di Kawasan Danau Toba selama ini.

Sayangnyaa dua hari sebelum perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke -72, mereka justru mengalami tindakan kekerasan ketika melakukan kunjungan ke sebuah perusahaan tambang batu Galian C milik CV Pembangunan Nadajaya yang berada persis di pantai Danau Toba di Desa Silima Lombu, ;Pulau Samosir, Kabupaten Samosir.

Kehadiran tambang galian C tersebut memang selama ini sudah menimbulkan kontroversi, bukan karena pemiliknya abang kandung pemilik kekusaan tertinggi di kabupaten itu.

Tapi karena posisi tambang itu selain berada di Pulau Samosir yang menurut Perpres Nomor 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah Kawasan Danau Toba dan sekitarnya, Pulau Samosir bukanlah zona tambang.

Dengan artian bahwa jika ada penambangan di Pulau Samosir maka itu sangat layak dipertanyakan keberadaannya.

Selain hal di atas, kehadiran tambang tersebut dipastikan akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan di kawasan Danau Toba, sementara dokumen izin lingkungannya sangat sulit didapatkan.

Ketidaktransparanan pemilik usaha terhadap informasi-informasi terkait izin lingkungan tersebut tentu saja melahirkan keingintahuan bagi banyak orang yang peduli lingkungan di KDT,termasuk dua teman tersebut. Dan untuk menjawab keingintahuan tersebutlah mereka berada di sana pada pagi yang naas itu.

Adalah hak dan kesempatan setiap orang berperan serta dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia sebagaimana dijamin dalam pasal 70, UU No ,32 Tahun2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sehingga tidak ada alasan untuk mengintimidasi, menganiaya atau mengusir siapapun dari satu daerah atau satu wilayah karena keinginannya berperan menyelamatkan lingkungan di Republik ini.

Tindakan kekerasan yang mereka alami sudah dilaporkan secara resmi kepada Polres Samosir pada hari itu juga, namun sayangnya sudah seminggu berlalu, sejak pengaduan tersebut, proses penanganan kasus ini oleh pihak kepolisian seperti berjalan di tempat.

BACA JUGA: BAH! Jautir Simbolon Abang Kandung Bupati Samosir Dilaporkan Menganiaya Aktivis Lingkungan YPD
.
Saya melihat bahwa ada kejanggalan dalam penyelesaian kasus ini. Mengacu pada prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) persamaan setiap orang di depan hukum, maka sudah seharusnya pihak kepolisian segera menangani kasus ini dengan serius tanpa diskriminasi dengan tetap menjunjung tinggi persamaan semua orang di mata hukum.

Kami percaya bahwa Instansi Kepolisian dalam kepemimpinan Bapak Tito Karnavian, selama ini juga berusaha menjunjung tinggi azas tersebut dan serius melaksanakan tugas pokok Polri sebagai Pelindung, Pengayom dan pelayan masyarakat. Sehingga upaya hukum terhadap kasus ini juga akan serius ditangani tanpa ada intervensi dari kekuasaan apapun.

Oleh karena itu secara pribadi saya meminta pihak Kepolisian serius menangani kasus ini supaya tidak menjadi preseden buruk bagi upaya penegakan hukum di negeri yang kita cintai ini. Jika penangan terhadap kasus ini tidak serius maka akan semakin banyak orang atau kelompok yang tidak terbeban melakukan pengrusakan lingkungan dan melakukan tindakan kekerasan pada para pegiat HAM dan Lingkungan di Republik ini. Bapak juga tentunya tidak setuju kalau korban-korban seperti Alm, Salim Kancil di Lumajang berjatuhan di republik ini hanya karena menginginkan sebuah lingkungan yang lestari buat generasi sekarang dan di masa yang akan datang.

Saya bersama teman-teman lainnya yang hidup di Kawasan Danau Toba dan mendambakan lingkungan di Danau Toba menjadi air kehidupan bagi semua mahluk di sekitarnya sangat berharap kepada Bapak Tito agar kasus ini benar-benar ditangani serius. Sehingga kebenaran akan terbukti, dan praduga-praduga yang menyudutkan pihak manapun terjawab melalaui proses hukum.

Demikian surat panjang saya ini, semoga surat ini sampai juga ke Bapak.

Delima Silalahi, ibu rumah tangga di tepian Danau Toba.


LIHAT JUGA VIDEO DIBAWAH INI




Sumber: Akun Facebook Delima Silalahi
loading...

No comments

Powered by Blogger.