Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Akhirnya Suu Kyi Buka Suara Soal Rohingya

WARTAGAS.COM - Setelah dikecam oleh dunia, pemimpin defacto Myanmar, Aung San Suu Kyi, akhirnya buka suara mengenai kondisi di Rakhine, di mana kekerasan militer terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya masih terus terjadi.

Setelah dikecam oleh dunia, Suu Kyi akhirnya buka suara mengenai kondisi di Rakhine, di mana kekerasan militer terhadap Rohingya masih terus terjadi
Setelah dikecam oleh dunia, Suu Kyi akhirnya buka suara mengenai kondisi di Rakhine, di mana kekerasan militer terhadap Rohingya masih terus terjadi.- Foto: CNN Indonesia/Reuters/Soe Zeya Tun

Suu Kyi yang selama ini bungkam, akhirnya melontarkan pernyataannya mengenai konflik di Rakhine saat berbicara dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, melalui sambungan telepon.

"Kami sangat paham bagaimana rasanya ketika hak asasi dan perlindungan demokrasi dirampas. Jadi, kami memastikan semua orang di negara kami terlindugi haknya. Tak hanya secara politik, tapi juga sosial dan kemanusiaan," ujar Suu Kyi.

Namun dalam perbincangan tersebut, Suu Kyi juga mengatakan bahwa kini, banyak informasi salah yang beredar. Informasi itu disebar untuk mendukung "kepentingan teroris."

BACA JUGA: Kapolri: Isu Rohingya Digunakan untuk Menyerang Pemerintah Jokowi

Suu Kyi tak menjelaskan lebih lanjut pihak yang ia sebut sebagai "teroris." Namun selama ini, pemerintah Myanmar selalu menyebut kelompok bersenjata Pasukan Keselamatan Rohingya Arakan (ARSA) sebagai teroris.

ARSA menyerang sejumlah pos polisi dan satu pangkalan militer di Rakhine pada Jumat lalu, memicu bentrokan antara militer Myanmar dan Rohingya.

Burma Human Rights Network (BHRN) melaporkan, militer tak hanya menghincar ARSA, tapi juga membantai orang Rohingya yang tak terkait dengan serangan itu.

Sejak bentrokan pecah, setidaknya 400 orang tewas dan diperkirakan akan terus bertambah. Namun menurut laporan BHRN, Myanmar terus menutupi konflik ini sehingga warga di Rakhine terperangkap dalam kesengsaraan.

BACA JUGA: Aksi di Borobudur, Yaqut Ansor: Ini Orang Mabuk Agama

Meski demikian, Erdogan mengatakan kepada CNN bahwa Myanmar kini telah membuka akses bantuan dari negaranya menuju Rakhine.

Sementara itu, sekitar 125 ribu orang Rohingya melarikan diri dari Rakhine ke berbagai tempat, terutama ke Bangladesh.

Akibatnya, terjadi lonjakan pengungsi di Bangladesh yang sebelumnya saja sudah menampung 400 ribu imigran Rohingya. Bangladesh pun terpaksa mengusir orang Rohingya yang datang, membuat nasib mereka kini terkatung-katung.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: Tim
Sumber: CNN Indonesia
loading...

No comments

Powered by Blogger.