Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Aksi di Borobudur, Yaqut Ansor: Ini Orang Mabuk Agama

WARTAGAS.COM - Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, menilai bahwa rencana aksi pengepungan kompleks Candi Borobudur di Magelang yang akan diadakan pada Jumat, 8 September 2017 mendatang sebagai respon yang salah. Ia mengatakan bahwa tindakan ini merupakan tindakan yang mendasarkan pada logika yang salah dan ketidaktahuan mengenai persoalan yang sedang terjadi.

Aksi di Borobudur, Yaqut Ansor: Ini Orang Mabuk Agama
Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (kanan), menyampaikan pengarahan kepada anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) dalam Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, 18 April 2017. Kegiatan ini mengangkat tema Memperteguh Semangat Kebangsaan, Membawa Khazanah Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia. - Foto: Tempo/Antara/Sigid Kurniawan.

“Ini orang lagi mabuk agama. Kejadian di Rakhine yang dikepung kok Borobudur yang di Indonesia tidak berhubungan sama sekali,” kata Yaqut Cholil Qoumas kepada wartawan, Selasa, 5 September 2017, seperti yang dilansir oleh Tempo.

Sebelumnya tersebar kabar bakal ada aksi bela Rohingya dengan mengepung komplek Candi Borobudur pada Jumat 8 September 2017. Namun alumni 212 dari berbagai daerah di Indonesia akan menggelar aksi damai peduli Rohingya di Masjid An Nuur Komplek Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat, 8 September 2017. Masjid An Nuur berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Candi Borobudur.

Alumni 212 adalah sebutan untuk peserta Aksi Bela Islam Jilid III yang diselenggarakan di Monumen Nasional Jakarta pada 2 Desember 2016, berkaitan dengan pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dinilai menistakan agama.

"Sampai siang ini sudah ada sekitar 250 elemen masyarakat Islam dari seluruh Jawa, Sumatera, Maluku, dan lain-lain, yang sudah konfirmasi akan bergabung dalam Aksi Peduli Rohingya di Magelang. Sungguh tidak terbayangkan. Harapan kami bisa mirip dengan aksi di Monas," kata Ketua Pelaksana Aksi Alumni 212 Peduli Rohingya, Anang Imamudin, kepada Tempo pada Selasa, 5 September 2017.

Yaqut mengatakan bahwa krisis kemanusiaan yang menimpa masyarakat Rohingnya sebenarnya bukan hanya persoalan agama. Ia mengatakan bahwa persoalan Rohingnya juga ada saling terkait dengan isu-isu ekonomi dan politik. “Ada perebutan sumber daya yang terbungkus dengan isu agama,” ucapnya.

Sementara itu, ketika ditanya apa imbauannya kepada anggota Ansor dan warga NU pada umumnya, Yaqut hanya menjawab bahwa persoalan ini tidak perlu ditanggapi berlebihan. “Kader Ansor dan NU pasti sudah paham. Barang beginian tidak usah direspon,” ucapnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI




Laporan: Tim
Sumber: Tempo.co
loading...

No comments

Powered by Blogger.