Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Wisata Pemandian Manigom, Ada Pesan Moral Bagi Pengunjungnya

WARTAGAS.COM - Kerinduan akan air bening nan sejuk menjadikan Pemandian Alam Manigom tidak bosan-bosanya dikunjungi para Traveler Milenial.

Wisata, Pemandian Manigom, Ada Pesan Moral Bagi Pengunjungnya
Suasana di Pemandian Alam Manigom. - Foto: hetanews.com

Air nya tidak pernah kotor tapi selalu jernih yang menjadi pemikat bagi yang hobi bermain air selama berjam-jam. Oleh karena itu, Manigom pun sempat menjadi bingkai pemberitaan di televisi.

Manigom kini bukanlah sesuatu yang baru, apalagi bagi warga yang tinggal di wilayah Siantar-Simalungun. Sebab khas gelembung airnya yang dingin, layaknya kolam pemandian Puteri Raja yang sudah diintip oleh ribuan mata telanjang dari berbagai sudut.

Tak ayal, kolam alami yang bersembunyi dibalik rimbunan pepohonan itu selalu siap menjadi tuan rumah bagi pengunjung yang datang dari belahan bumi.

Walau menjadi salah satu rekomendasi tujuan perjalanan ala Traveler masa kini, bahkan selalu menjadi tag line di sosial media, Pemandian Manigom masih saja menyimpan tanya dan membuat penasaran bagi sebagian orang.

Itulah yang dialami Boy Syahputera Lingga dan temannya Sangkong Sinaga. Kedua pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu untuk pertama kalinya mendatangi Manigom.

Keduanya datang bersama 6 orang teman sekelasnya usai pulang dari sekolah, Jumat (8/9/2017). Berbekal pakaian ganti dan uang secukupnya untuk ongkos angkutan umum, mereka datang dari Kota Siantar menuju Manigom yang berlokasi di Nagori Tiga Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.

Boy mengaku datang ke tempat itu atas ajakan teman satu sekolahnya yang ketepatan bertempat tinggal di sana (Manigom-Tiga Dolok).

Wisata, Pemandian Manigom, Ada Pesan Moral Bagi Pengunjungnya
Akses pintu masuk menuju Pemandian Manigom. - Foto: hetanews.com

“Baru pertama kali kesini. Itu pun karena teman rumah nya disini juga,” kata Boy seraya menggigil merasakan kesegaran dinginya air Manigom.

Pelajar asal Saribudok ini piwai bermain air. Bahkan pada kesempatan itu dirinya mampu melakukan akrobat seperti yang dilakukan para atlet loncat indah.

Itu tidak seberapa dibandingkan dengan Sangkong Sinaga. Kedua pelajar itu terlihat bebas menikmati alam, melampiaskan kepenatan dunia sekolah yang terkurung dan menjemukan, lalu dilampiaskan dengan menyelam sedalam-dalamnya ke dalam air.

“Airnya sejuk, dingin dan segar. Beda sama yang lain,” ujar Sangkong menimpali pembicaraan.

Kesan pertama bagi kedua remaja ini datang ke Manigom adalah pesan yang disampaikan pengelola sekaligus pemilik tempat, supaya tetap menjaga sopan santun dalam bertutur kata saat mandi atau bermain.

Selain itu, lokasi pemandian alam Manigom juga sebuah tempat rekreasi yang murah dijangkau kalangan pelajar, karena tarif masuk yang dikenakan cukup murah bagi mereka.

“Pesannya, di sini gak boleh cakap kotor. Saya setuju dibuat aturan seperti itu. Supaya lebih terjaga dan sopan. Jadi gak boleh urak-urakan pengunjungnya,” sebut Sangkong, pelajar asal Haranggaol itu.

Meskipun Manigom tidak lagi menjadi ‘Hidden Paradise’ tetapi di dalamnya masih mengandung nilai-nilai moral leluhur yang harus dijaga.

Karena itu, tidak salah kita sebagai pengunjung yang menikmati alamnya tetap menjaga dan menghormati kesempurnaanya, dengan niat yang tulus serta menjaga tutur sapa yang santun. Pasti, kebahagian itu akan semakin terpancar dengan sendirinya, ketika menceburkan diri ke dalam beningnya kolam Manigom.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: Tim
Sumber: hetanews.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.