Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Aksi Demo Mahasiswa di Kantor PLN Medan Ricuh dan Bikin Macet Jalan

WARTAGAS.COM - Aksi demonstrasi belasan anggota Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) di depan kantor PLN Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (23/10/2017) berakhir ricuh.

Aksi Demo Mahasiswa di Kantor PLN Medan Ricuh dan Bikin Macet Jalan
Petugas kepolisian berusaha menghalau massa dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) yang melakukan aksi bakar ban saat unjukrasa di depan kantor PLN Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (23/10). Aksi mahasiswa yang menuntut pungli Pasangan Sambung Baru (PSB) yang dilakukan petugas PLN tersebut berakhir ricuh karena petugas kepolisian berusaha menghalau massa yang melakukan aksi bakar ban di ruas jalan - Foto: Tribun Medan

Melansir dari Tribun Medan, bahwa aksi yang berlangsung pukul 11.30 WIB diwarnai pembakaran ban bekas di badan jalan.

Polisi yang bertugas berusaha menghalau massa yang melakukan aksi bakar ban di ruas jalan. Akhirnya kericuhan pun terjadi.

Dalam Aksinya HIMMAH menuding PLN Pematangsiantar dan PLN Rayon Perdagangan Simalungun melakukan tindakan korupsi. Yakni dengan menaikkan tarif Pasang Sambungan Baru (PSB).

Aksi Demo Mahasiswa di Kantor PLN Medan Ricuh dan Bikin Macet Jalan
Petugas kepolisian berusaha menghalau massa dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) yang melakukan aksi bakar ban saat unjukrasa di depan kantor PLN Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (23/10). Aksi mahasiswa yang menuntut pungli Pasangan Sambung Baru (PSB) yang dilakukan petugas PLN tersebut berakhir ricuh karena petugas kepolisian berusaha menghalau massa yang melakukan aksi bakar ban di ruas jalan. - Foto: Tribun Medan

Menurut HIMMAH, Karyawan PT Bridgestone Simalungun dikenakan tarif PSB 2,5 Juta untuk Daya 1.300 VA. Sedangkan Karyawan PTPN Afdeling L Rp 3 juta untuk Daya 1.300 VA.

Padahal berdasarkan Permen ESDM No 72 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu, Pelayanan, dan Biaya diatur bahwa tarif PSB 1.300 VA sebesar Rp 1,2 Juta.(TribM/WG)


BERIKUT VIDEO AKSI DEMO YANG BERAKHIR RICUH:



loading...

No comments

Powered by Blogger.