Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Bah! Gara-gara Kurang Sinamot, Pemuda Ini Potong Anunya Sendiri

WARTAGAS.COM - Tak sanggup memberi sinamot (mahar) Rp 10 juta, seorang pemuda di Kisaran Kabupaten Asahan, nekat memotong anunya (sendiri hingga putus. Akibatnya, pemuda bernama Erwin Syahputra (23) warga Jalan Agus Salim Gang Tebu Kecamatan Kisaran Timur ini dilarikan ke RSU Haji Abdul Manan Simatupang, Kisaran.

Bah! Gara-gara Kurang Sinamot, Pemuda Ini Potong Anunya Sendiri
Erwin Syahputra - Foto: gorganews.com

“Putra saya ini dulu bekerja di Aek Kanopan dan saat di sanalah anak saya kenal dengan wanita pujaan hatinya dan sudah sepakat untuk melamar wanita tersebut. Karena dia berniat melamar kekasih hatinya, sebagai orang tua kami mendukung. Pihak perempaun mimta mahar Rp 10 juta. Kami tak sanggup. Karena kami pas-pasan akhirnya lamaran dibatalkan,” terang Yusriani Saragih, ibu korban, di Ruang Mawar RSUD Kisaran, Rabu (25/10/2017)

Dikisahkan wanita yang mengaku baru saja bercerai dengan suaminya, pria berinisial S (53) ini. Awalnya, putra bungsu dari 3 bersaudara hasil pernikahannya dengan S itu bekerja sebagai buruh bangunan di Kanopan, sekitar tahun 2012 lalu.

Saat itulah Ewin berkenalan dan akhirnya pacaran dengan AL. Singkatnya, Ewin meminta keluarganya untuk meminang AL.

Meski dengan ekonomi pas-pasan, niat Ewin langsung mereka realisasikan. Apa daya, saat pertunangan berlangsung, keluarga AL meminta mahar Rp10 juta. Dengan berat hati, permintaan keluarga calon besannya itupun tak bersambut.

“Sejak itu, si Ewin seperti orang linglung. Sudah banyak orang pintar yang kami minta tolong, ada 15 orang, tapi semua nggak sanggup. Parahnya 2 tahun ini. Kalau bicara biasa saja, malah semalam baru saya suruh beli cabai untuk masak indomie dia mau. Yang susah itu dia kalau BAB sama kencing suka di celana, tapi ganggu orang nggak mau,” ucap wanita asal Kabupaten Simalungun ini dengan raut sedih.

Lebih menyedihkan lagi, wanita yang kesehariannya sebagai tukang urut keliling ini mengaku suaminya S, selingkuh dengan wanita yang berstatus istri orang, tak lain tetangganya sendiri.

“Saya nggak ada saudara di sini. Saya cerai karena suamiku selingkuh sama tetanggaku sendiri. Sudah lama aku tahu, tapi kupendam. Makanya saya minta cerai. Tapi sebulan lalu terpaksa kubukakan. Orang kampung ya jadi tahu. Bertetangga pun kami sama perempuan itu, lakiknya tukang becak. Padahal perempuan itu anaknya udah kawin semua, cucunya tiga,” ungkap warga Jalan Marah Rusli Gang Tebu Kelurahan Mutiara ini sembari menggenggam lengan Ewin.

Diakui Yusriani, sebelum kejadian naas ini, Ewin sekitar 3 minggu lalu juga sudah melakukan hal serupa.

“3 minggu lalu ujungnya, sekarang habis. Kemaren ya di obati gitu aja, karna nggak ada duit. Ini aja saya dibantu kepling. Bapaknya sudah tahu, tadi datang juga ke sini. Tapi mungkin takut dia bertanggungjawab, begitu masuk kamar rawat dia langsung kabur. Saya tahu pas pulang ngusuk, tetangga udah rame di rumah. Dia pas di rumah sendiri. Kira-kira Pukul 16.00 WIB tadi. Saya liat udah banyak darah di lantai, dinding pun banyak darahnya, belum dibersihkan adeknya,” ucapnya dengan nada pelan.

Untuk itu, Yusriani berharap ada pihak yang membantu biaya pengobatan putranya itu.

“Kalau nggak ada pak kepling, saya juga bingung tadi. Masih diurus BPJS sama pak kepling barusan. Ya kalau ada yang mau bantu saya terima, karena saya nggak ada keluarga di sini, saya perantau,” ucapnya sembari memperbaiki posisi lengan Ewin.

“Iya bang, pasien yang kemaren juga. Tapi kemaren cuma ujung, sekarang habis total, kandas,” ucap seorang perawat ruang IGD RSUD Kisaran pada wartawan sembari tersenyum.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: Tim
Sumber: gorganews.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.