Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Inilah Bukti Kuat Bahwa Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola/Mandailing Adalah Suku Batak

WARTAGAS.COM - Lagi dan Lagi Gerakan Bukan Batak Muncul. Tahun 2016 masyarakat batak dihebohkan dengan video viral seorang pesohor yang mengatakan KARO BUKAN BATAK. Lalu pada tahun 2017 ini muncul kembali video viral gerakan MANDAILING BUKAN BATAK.

Inilah Bukti Kuat Bahwa Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola/Mandailing Adalah Suku Batak

BACA JUGA: Mandailing Disebut Bukan Batak, Ini Penjelasannya

Kita boleh berspekulasi, boleh berpendapat, boleh menganalisa, tapi tentunya oppung oppung kita terdahulu lebih pintar dan bijaksana dari pada kita semua generasi modern saat ini.

Apakah anda meragukan kepintaran nenek moyang kita ?

BATAK adalah satu suku bangsa di Indonesia yang terdiri dari 5 puak yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola/Mandailing.

Banyak literature sejarah yang mencatat hal ini, dimulai dari catatan masa, sundut/Keturunan, tempat sampai catatan peninggalan sejarah baik itu seni dan budaya.

Sebenarnya gerakan penolakan terhadap sebutan "BUKAN BATAK" sudah mulai terasa sejak tahun 90an terutama dari puak MANDAILING dan KARO.

Menurut beberapa sumber, konotasi negatif BATAK sebagai suku primitif dan KANIBAL menjadi penyebab utama mengapa banyak orang tidak mau disebut BATAK, padahal issue kanibal suku batak dimasa lalu belum tentu benar adanya, tidak heran jika jaman dulu orang mengganti istilah batak menjadi ORANG TAPANULI agar lebih “enak” didengar padahal mereka lupa satu hal bahwa TAPANULI adalah wilayah dan BATAK adalah suku.

Dicatat dan digaris bawahi fakta pertama : "TAPANULI berbeda dengan BATAK sebab Tapanuli adalah nama wilayah sedangkan Batak adalah Suku bangsa"

Faktor berikutnya yang menyebabkan beberapa PUAK tidak ingin disebut batak adalah faktor AGAMA.

Beberapa puak yang tidak beragama KRISTEN tidak ingin diri mereka disebut batak karena menurut mereka batak adalah kristen.

Dicatat dan digaris bawahi fakta yang ke dua : "BATAK berbeda dengan KRISTEN sebab Batak adalah suku bangsa sedangkan Kristen adalah Agama"

Suku batak tidak menganut kesamaan keyakinan, suku batak menjunjung tinggi perbedaan keyakinan, itu sebabnya meski agama kristen berkembang di tanah batak, namun UGAMO PARMALIM juga tumbuh tanpa gangguan.

Tidak ada pernah orang batak di Toba yang mengintervensi ugamo Parmalim.

Kedua faktor diatas yang menyebabkan beberapa Puak tidak ingin disebut suku batak.

Jika kita mempertentangkan analisa dan penelitian masing masing puak, pastinya berbagai macam analisa dapat mengemuka tergantung seberapa besar sebuah analisa dapat mempengaruhi masyarakat dan seberapa besar masyarakat mau terpengaruh terhadap sebuah analisa.

Namun ada beberapa hal yang ingin Saya tuliskan disini mengenai suku batak yang mungkin dilupakan atau sengaja dilupakan :


1. DALIHAN NA TOLU.

Batak Toba mengenal sistem kemasyarakatan Dalihan Natolu yaitu SOMBA MARHULA HULA, MANAT MARDONGAN TUBU, ELEK MARBORU

Batak Mandailing/Angkola mengenal dalihan na tolu sebagai “Dalian Na Tolu” yaitu HORMAT MARMORA, MANAT MARKAHANGGI, ELEK MARANAK BORU

Batak Simalungun juga mengenal Dalihan natolu sebagai “Tolu Sahundulan” yaitu MARTONDONG NINGON HORMAT SOMBAH , MARSANINA NINGON PAKKEI MANAT, MARBORU NINGON ELEK PAKEI

Batak Karo juga mengenal dalihan na tolu dengan nama “Rakut Sitelu” yaitu NEMBAH MAN KALIMBUBU, MEHAMAT MAN SEMBUYAK, NAMI NAMI MAN ANAK BERU

Batak Pakpak mengenal istilah dalihan na tolu dengan nama “Daliken Sitelu” yaitu SEMBAH MERKULA-KULA, MANAT MERDENGAN TUBUH, ELEK MARBERRU.


2. JONG BATAK
Sebelum sumpah pemuda tahun 1928 di Sumatera bagian Utara sudah terbentuk “JONG BATAK” yang didirikan dan dibentuk oleh Amir Sjarifoeddin Harahap dan Sanusi Pane.

Kedua orang pendiri JONG BATAK tersebut adalah orang Mandailing tapi mengaku sebagai BATAK.

Masih ingat JONG SUMATRA, JONG JAWA, JONG AMBON bukan ?

Jangan lupakan juga JONG BATAK ya kawan kawan.


3. DOKUMEN BATAK MANINGGORING.
Dokumen sejarah yang dibuat raja raja mandailing pada Tanggal 18 Agustus 1922 memuat pernyataan bahwa MANDAILING ADALAH BATAK.

Dokumen ini masih menggunaka bahasa Indonesia dengan ejaan lama yang belum disempurnakan.


4. GEREJA.
Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) adalah gereja suku terbesar di Tanah Karo.

Dari namanya saja sudah jelas menyiratkan bahwa Karo adalah Batak


5. SENSUS PENDUDUK.
Tahun 1930 jauh sebelum Indonesia merdeka pemerintah melakukan sensus penduduk.

Saat itu pemerintah mengklasifikasikan Toba, Karo, Pakpak, Simalungun, Angkola/Mandailing sebagai ETNIS BATAK.


6. ORNAMEN.
Ragam Hias atau ornamen rumah dan pakaian adat dari Lima puak batak hampir sama atau mirip


7. BAHASA.
Meski tidak sama persis namun bahasa yang digunakan kelima puak batak ini mirip dan memiliki banyak kesamaan bunyi

Sebenarnya jika dirunut kembali sejarah dimasa lalu pastinya kita semua sepakat jika BATAK terdiri dari 5 Puak yaitu Toba, Karo, Simalungun, Angkola/Mandailing dan Pakpak.

Tapi sekali pun demikian jika ada puak atau oknum yang tidak ingin dirinya disebut batak kita sebagai sesama manusia harus menghormati itu.

Kembali lagi kepada diri masing masing suku batak (yang merasa dirinya batak) jika Anda tidak ingin dikatakan BATAK saya rasa TIDAK ADA JUGA RUGINYA UNTUK KAMI YANG MENGAKU SEBAGAI BATAK.

Jika pun secara resmi penetua dan tokoh tokoh MANDAILING mengatakan mereka bukan batak dan ingin melepaskan “darah batak” dari diri mereka juga tidak berpegaruh kepada kehidupan batak secara keseluruhan.

Intinya adalah orang karo dan mandailing boleh saja mengatakan mereka bukan batak, itu hak kalian !!!

Tapi jika ada orang jawa, orang sunda atau orang Indonesia lainnya yang bukan batak bertanya kepada kami orang batak ini apakah karo dan mandailing adalah batak ? Maka kami akan jawab YA... KARO DAN MANDAILING ADALAH BATAK.

Simpel kan teman ?

Yakini keyakinan mu dan kami yakini keyakinan kami sesuai dengan apa yang dicatatakan leluhur.

Saya tutup ulasan ini dengan sapaan khas lima puak batak :
  • Dalam bahasa Toba HORAS….!!!
  • Dalam bahasa Karo MEJUAH JUAH….!!!
  • Dalam bahasa Pakpak NJUAH JUAH….!!!
  • Dalam bahasa Simalungun HORAS BANTA HAGANUPAN….!!!
  • Dalam bahasa Mandailing HORAS TONDI MADINGIN PIR TONDI MATOGO….!!!

BACA JUGA: Torang Sitorus: "Ulos yang Kalian Pakai Itu Sampah"


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Oleh: Marulak Sinurat‎ dalam Group Anak Siantar (GAS)
Sumber: Dari Berbagai Sumber
loading...

2 comments:

  1. kalo dikatakan suku batak,, apa bahasa yg bisa dimengerti antar batak ? dan bila sama2 batak, kenapa bila ada pesta perkawinan antara karo dan toba atau simalungun atau pakpak harus dilakukan dua adat ?

    ReplyDelete
  2. Terimakasih atas penjelasan yang bagus dan mencerahkan ini.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.