Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Presiden Jokowi Pertimbangkan Usulan Nama Bandara Sisingamangaraja XII

WARTAGAS.COM - Presiden Joko Widodo mengakui telah mendengar adanya usulan penggantian nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Sisingamangaraja XII. Bahkan usulan secara tertulis pun sudah diterimanya.

Presiden Jokowi Pertimbangkan Usulan Nama Bandara Sisingamangaraja XII
Bandara Silangit - Foto: net

Awak media pun mempertanyakan langsung kepada Preisden dan meminta tanggapan mengenai ada usulan tokoh-tokoh masyarakat untuk penggantian nama Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII.

"Sah-sah saja. Sudah saya dengar. Usulannya juga sudah saya terima. Nanti saya putuskan." demikian kata Presiden Jokowi saat mengunjungi lokasi wisata Gantole Hutaginjang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sabtu (14/10). seperti yang dilansir oleh harian SIB

Selanjutnya Jokowi mengatakan bahwa pembenahan bandara internasional sudah rampung dikerjakan terutama perpanjangan landasan menjadi 2.650 meter.

Peresmian Bandara Internasional Silangit akan dilakukan Presiden tanggal 28 Oktober 2017. "Udah, saya akan datang lagi nanti," ucapnya.

SEPENDAPAT
Sementara itu tokoh masyarakat Sumut/Ketua Umum Si Raja Oloan, Sanggam Bakkara, menginformasikan kepada SIB bahwa usulan secara tertulis penggantian nama Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional Sisingamangaraja XII telah disampaikan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo di Bandara Silangit.

"Saya sudah sampaikan usulan penggantian nama itu kepada Pak Menteri Perhubungan. Di dalam usulan itu termasuk dilampirkan dukungan dari Bupati Tobasa, Bupati Humbang Hasundutan, Bupati Samosir, DPRD Taput, DPRD Tobasa, Punguan Marga Siraja Oloan, LADN Taput, keluarga Sisingamangaraja XII dan berbagai punguan marga, organisasi serta lembaga lainnya," ucapnya.

Dijelaskan, saat menyampaikan berkas usulan tersebut juga ada bersamanya Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dan Bupati Tobasa Darwin Siagian.

"Tadi di hadapan kami bertiga Pak Menteri Perhubungan mengatakan sependapat dengan nama Sisingamangaraja XII," ujar Sanggam.

28 OKTOBER
Presiden Jokowi meninjau perkembangan pembangunan Bandara Silangit, Tapanuli Utara. Jokowi mengatakan, bandara tersebut akan melayani penerbangan internasional perdana pada akhir Oktober ini.

"Akhir bulan ini. Sudah selesai, tadi saya tanya. Akhir bulan sudah bisa diresmikan," kata Jokowi.

Bandara Silangit sendiri telah ditetapkan sebagai Bandara Internasional. Peresmian sekaligus penerbangan perdana tersebut akan dilakukan pada 28 Oktober 2017, dengan rute Silangit-Singapura. Jokowi mengatakan dirinya akan datang kembali ke Silangit untuk peresmian tersebut.

BENAHI PRODUK WISATA
Jokowi mengatakan, peningkatan kualitas Bandara ini sebagai rangkaian pengembangan kawasan ekonomi khusus yang ada di Danau Toba.

"Ada Bandara Silangit diperbaiki, diperluas. Ada jalan tol juga menuju kesini. Fasilitas infrastruktur seperti itu penting dalam rangka pengembangan pariwisata di Danau Toba," kata Jokowi.

Tetapi, lanjut Jokowi, yang tak kalah penting adalah produk-produk wisata yang ada di Danau Toba harus mulai dibenahi.

"Seni budaya juga mulai ditampilkan dengan fasilitas-fasilitas yang berkaitan dengan hotel, resort, convention hall. Harus dibangun, kalau enggak infrastruktur ini menjadi tidak berguna nantinya," kata Jokowi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dengan ditingkatkannya fasilitas dan fungsi Bandara Silangit yang melayani rute internasional, diharapkan jumlah turis mancanegara akan meningkat ke kawasan Danau Toba.

"Karena beberapa yang sudah kita rintis, sudah ada carter 10 flight dari salah satu pengusaha Batak di sini. Kemudian 17 Oktober kita akan buat gala dinner 'Night Silangit' di Singapura dengan mengundang kurang lebih 300 orang travel dan pengusaha di Singapura," kata Budi.

Budi berharap, Duta Besar RI di Singapura sebagai host. Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata akan memberikan dukungan.

"Di situlah titik yang paling penting, agar Silangit ini mempunyai peran yang makin besar untuk menjadikan Toba sebagai wisata dunia," kata Budi.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menjelaskan, peresmian rute internasional itu dibarengi dengan peresmian terminal besar dan baru serta runway sepanjang 2.450 meter dengan lebar 45 meter.

"Yang tadinya bandara untuk penerbangan perintis bersubsidi, sekarang memperoleh lompatan ke Bandara umum internasional dengan selling point wisata keindahan alam Danau Toba," kata Agus.

Dijelaskan Agus, Bandara ini awalnya memiliki landasan pendek dengan panjang 400 meter lalu diperpanjang menjadi 900 m diresmikan oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Maret 2005. Kemudian landasannya ditambah menjadi 1.400 m dan beberapa tahun kemudian menjadi 2.250 m X 23 m.

"Lalu kini ditambah lagi, dengan panjang 2.450 meter dan lebar 45 meter, ditambah terminalnya yang luas plus status International Airport dengan penampilan megah artistik ini yang akan diresmikan oleh Presiden Jokowi," katanya.

Dikatakan Agus, sejak diperluas dan ditingkatkan, jumlah penumpang di Bandara Silangit meningkat lebih dari 10 kali lipat, bahkan saat peak season (masa libur) bisa mencapai 14 kali lipat. Agus mengatakan, apa yang dilakukan Presiden Jokowi mematahkan stigma teori transportasi yang selama ini secara konvensional dianut, yakni 'Ship follow the trade' menjadi 'Trade follow the ship'.

"Penumpang di Bandara ini pada peak season meningkat lebih dari 14 kali lipat atau 1.400 % setelah dipromosikan oleh Presiden Jokowi," katanya. (BR7/detikcom/SIB/WG)

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI

loading...

No comments

Powered by Blogger.