Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Transportasi Konvensional dan On Line, Sisi Pandang Konsumen & Tenaga Kerja

Transportasi Konvensional dan On Line, Sisi Pandang Konsumen & Tenaga Kerja
Ilustrasi - Foto: net


Salam kawan Keluarga Besar Group Anak Siantar (KB-GAS).

Pro dan kontra selalu menghiasi sesuatu yang baru, termasuk keberadaan transportasi On line, seperti Gojek, Grab dan yang lainnya.

Kepentingan merupakan faktor yang menimbulkan lahirnya pro kontra itu. Pihak pelayan transportasi Konvensional merasa terganggu, terusik, disisi lainnya menganggap bahwa pendapatannya jadi berkurang. Sementara, di pihak lain transportasi On line hadir untuk membantu penggunanya (konsumen) untuk bepergian tepat waktu, disisi lainnya, sebagai driver adalah sebagai pekerjaan dan haknya untuk mengupayakan nafkah bagi dirinya dan keluarganya.

Sampai hari ini, Fenomena Transportasi Konvensional dan On Line masih berlanjut. Masing-masing menuntut yang menjadi hak mereka. Yang satu terganggu, yang lainnya membantu, dan sebaliknya.

Pada dasarnya, Konsumen sebagai pengguna jasa transportasi umum, baik konvensional atau pun secara on line, tidak pernah memandang mana yang harus digunakannya. Konsumen hanya melihat mana yang bisa membawanya ke tempat tujuan yang dituju sesuai dengan keinginannya, seperti selamat ditujuan dan tepat waktu serta kenyamanan.

Harusnya, inilah yang dilihat oleh penyedia jasa transportasi umum. Apakah pelayanan yang diberikan oleh jasa transportasi umum ini kepada konsumen sudah maksimal? atau sebaliknya. Oleh karena itu, sebagai penyedia jasa transportasi umum, baik konvensional dan on line, sebaiknya berlomba bagaimana cara terbaik untuk menarik konsumen, seperti mutu pelayanan. Ini zaman kompetisi secara sehat bukan zaman adu ngotot demi kepentingan golongan.

Kehadiran transportasi on line ini juga membantu pemerintah dalam hal lapangan pekerjaan. Dalam hal ini secara tidak langsung, bahwa jasa transportasi on line ini akan menarik tenaga kerja, dengan begitu program pemerintah untuk membuka lapangan kerja akan terbantukan.

Namun ada kendala yang sampai sekarang belum dituntaskan oleh pihak regulator (pemerintah), yaitu belum dibuatkannya surat ijin usaha kepada penyedia transportasi on line. Sehingga muncul isu-isu yang tidak sedap, dan menyebabkan ketimpangan antara transportasi konvensional dengan transportasi on line.

Transportasi konvensional merasa mereka tidak dihargai, harus sesuai trayek, bayar ini dan itu, dan punya lisensi dari Pemerintah (dinas Perhubungan). Sementara transportasi on line bisa beroperasi kapan pun dan dimana pun, meski belum ada ijin dari dinas terkait (Perhubungan).

Untuk mengatasi tidak terjadinya pertikaian antara Penyedia Jasa Transportasi Konvensional dan On line ini, Pemerintah harus bijak dalam hal ini. harapan kami, sebaiknya Pemerintah harus mengeluarkan ijin bagi penyedia jasa transportasi on line, sebaliknya penyedia jasa on line juga harus cepat-cepat mengurusnya. Demikian halnya dengan penyedia transportasi konvensional, harusnya kreatif sehingga konsumen tidak meninggalkannya.

Saatnya kita maju, dan mengikuti perkembangan teknologi.

Salam dan Horas kawan KB-GAS

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Oleh: Tuntun Sinaga
Editor: Hans Ringo
loading...

No comments

Powered by Blogger.