Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Bagaimana Seharusnya Anak Siantar Menyikapi Polemik BUKAN BATAK?

Bagaimana Seharusnya Anak Siantar Menyikapi Polemik BUKAN BATAK?



Oleh: Leo Tarigan

Akhir-akhir ini ada banyak orang yang mengklaim sukunya bukan bagian dari Batak. Namun banyak juga yang menyanggahnya. Dan seringsekali percakapan soal ini berujung pada caci maki. Apakah kita juga termasuk diantara mereka yang demikian?

Ada baiknya sesama Anak Siantar mengedepankan argumen yang ilmiah ketika mendiskusikan sejarah Batak ini. Di grup-grup lain juga banyak perdebatan soal ini. Namun sayangnya isinya cuma saling menghina pendirian yang berbeda. Dan baik pihak pro maupun yang kontra, SAMA-SAMA TIDAK MAMPU MEMBERI PENJELASAN ILMIAH. Sepertinya ada prinsip, asal bukan seperti pendirianku maka sudah pasti salah. Hal inilah yang akan membuat perpecahan.

Untuk menuntun kita berpikir terstruktur ada baiknya dipertimbangkan beberapa pertanyaan yang akan menjadi penuntun diskusi yang lebih berbobot.

1. Bagaimana sejarah (yang ilmiah ya, bukan asal klaim) keberadaan dan persebaran manusia di Nusantara, dan Sumatera Utara? Akan sangat berbobot bila ada dukungan data arkeologi dan antropologi.

2. Apa artinya nama "BATAK" itu? Bukan hanya di kalangan Toba, tapi juga di kalangan Karo, Mandailing, Simalungun, dan lain-lain. Apakah suku-suku tersebut juga mengenal kata BATAK itu? Apakah ada kosa kata BATAK dalam bahasa masing-masing suku? Ini sangat penting. Mengapa? Karena kalau kita mau nama BATAK itu menjadi nama bersama, nama pemersatu, TENTU HARUS ADA DASARNYA. Tidaklah mungkin memaksakan persatuan kalau tidak ada dasarnya. Dan jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi salah satu penyimpul.

3. Baik Toba, Karo, Maindailing dan suku lainnya memiliki aksara masing-masing. Dan aksara ini dibuktikan dengan adanya pustaka-pustaka/suratsurat kuno, yang ditulis di jaman dahulu. Perlu ditelusuri, dalam pustaka/surat yang manakah kata BATAK itu dituliskan sebagai nama suku? Kalau memang nama BATAK merupakan nama bersama antara suku-suku pedalaman Sumatera Utara ini adalah nama resmi sejak jaman dulu, TENTU AKAN ADA BUKTINYA. Dan ini akan mengantar kita pada pertanyaan berikutnya.

4. Nama Toba sebagai nama sebuah suku, Karo sebagai nama sebuah Suku, Mandailing sebagai nama suku, Simalungun sebagai nama sebuah suku, Pakpak sebagai nama sebuah suku, tentu ada arti dan sejarahnya masing-masing. Tidak mungkin nama-nama suku ini muncul begitu saja, apalagi tanpa arti. Mari kita gali arti dari nama-nama suku tersebut, dan kita gali KAPAN NAMA-NAMA SUKU TERSEBUT MULAI DIPERGUNAKAN. Adalah fakta yang sangat menarik mengingat suku-suku ini berdekatan sekali letak geografisnya, NAMUN TERNYATA MEMILIH NAMA YANG BERBEDA UNTUK MENAMAI SUKUNYA MASING-MASING. Pasti ada latar belakangnya. Hal ini akan menjadi pintu masuk lagi pada pertanyaan berikutnya.

5. Kapan nama-nama suku-suku tersebut mulai dipergunakan? Salah satu cara yang biasa dipakai untuk meneliti hal tersebut ialah dengan menilik dari surat-surat/pustaka-pustaka kuno masing-masing suku. Dari sini nanti kita bisa menarik kesimpulan, berapa umur masing-masing nama suku tersebut. Dan dari sana nanti kita bisa bandingkan lagi dengan umur nama BATAK sebagai nama bersama tersebut.

Alangkah lebih berguna kalau kita bisa menemukan jawabannya bersama-sama, ketimbang berkelahi dan saling mencaci, PADAHAL BELUM TENTU KITA MENGERTI PERSOALANNYA, apalagi jawabannya.

Dan pada akhirnya nanti, entahkah kesimpulannya kita semua ini memang batak atau bukan batak, ITU TIDAK MENGUBAH KENYATAAN BAHWA KITA TETAP BERSAUDARA. Ingatlah, BATAK itu hanyalah sebuah nama (yang harus kita gali sejarah dan artinya), namun persaudaraan diantara kita letaknya ada pada komitemen kita untuk saling menerima dan saling menghargai. Jangan lupa, orang-orang yang lahir dari satu rahimpun bisa saja saling membunuh, yaitu kalau mereka tidak punya komitmen untuk bersaudara. Lahir dari rahim yang sama berarti membawa nama yang sama, bukan? Tapi banyak juga orang-orang yang tidak punya hubungan darah namun hubungannya erat sekali.

Persaudaraan adalah soal komitmen, bukan sekedar soal asal usul. Mari bahas sejarah BATAK tanpa mencederai komitmen persudaraan.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Penulis adalah Member Group Anak Santar (GAS)
Sumber Foto: Net
loading...

No comments

Powered by Blogger.