Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Presiden Jokowi: Laut Harus Menjadi Pusat Pembangunan Ekonomi Bagi APEC

WARTAGAS.COM - Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa laut harus menjadi pusat pembangunan ekonomi bagi anggota APEC karena letak geografisnya yang berada di Samudera Pasifik, samudera terluas di dunia.

Presiden Jokowi: Laut Harus Menjadi Pusat Pembangunan Ekonomi Bagi APEC
Foto: ksp.go.id

Hal tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam retreat sesi II Pertemuan ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC yang bertema ”New Drivers for Regional Trade, Investment, and Connectivity”, di Intercontinental Peninsula Resort, Da Nang, Sabtu, 11 November 2017.

“Laut kita harus menjadi pusat pembangunan ekonomi melalui investasi infrastruktur laut, kegiatan ekonomi berbasis kelautan, integrasi dan pengamanan jaringan transportasi laut, dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan Indonesia mendorong pengarusutamaan isu-isu kelautan di APEC, termasuk dalam memerangi IUU (Illegal, Unreported, and Unregulated) fishing, mengatasi sampah plastik di laut, dan membangun sektor kelautan dan perikanan.

“Dalam tiga tahun terakhir, saya memberi perhatian khusus untuk percepat pembangunan infrastruktur laut guna menghubungkan kepulauan Indonesia termasuk 24 pelabuhan strategis,” ujar Presiden.

Potongan Pidato Donald Trump puji kemajuan Indonesia, Negara Demokrasi Terbesar ke 3 di Bumi

Dikirim oleh Jokowi Pilihanku pada 11 November 2017

Menurut Presiden Jokowi, konsep tol laut yang ada di Indonesia bertujuan untuk membentuk konektivitas pelabuhan besar dan kecil untuk mempersingkat waktu singgah dan pengiriman.

“Juga akan meningkatkan kapasitas pelabuhan, menghubungkan daerah tertinggal terdepan dan terluar, serta menurunkan disparitas harga,” ungkap Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi mendorong investasi APEC di bidang infrastruktur dan penguatan Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan produktivitas ekonomi kelautan.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI




Laporan: tim
Sumber: Kantor Staf Presiden
loading...

No comments

Powered by Blogger.