Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Gawat! Setya Novanto Buka-bukaan Kasus Korupsi? KPK Pastikan dari DPR Bukan Dia yang Terakhir

WARTAGAS.COM - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah meminta Setya Novanto membuka pihak lain yang disinyalir terlibat dalam korupsi pengadaan e-KTP di persidangan maupun saat diperiksa sebagai saksi pada tahap penyidikan dua tersangka lainnya, Anang Sugiana dan Markus Nari.

Setya Novanto memasuki ruang sidang di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12/2017). - Foto: Kompas.com/tribunnews.com

Pernyataan Febri ini menanggapi pernyataan kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail yang kerap menyebut nama-nama pihak lain yang ikut menerima uang dari proyek e-KTP.

"Kalau memang Setya Novanto mengetahui beberapa informasi, baiknya membuka dugaan keterlibatan pihak-pihak lain akan sangat bagus disampaikan di persidangan," kata Febri, Senin (18/12/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Febri, proses hukum kasus korupsi e-KTP masih terus berjalan, setelah Setya Novanto disidang.

Masih ada dua tersangka yang diproses di tingkat penyidikan, mereka yakni Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo dan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari.

"Saat ini kami sudah proses enam orang. Apakah mungkin akan diproses org ke-7, ke-8 atau pihak-pihak lain? Karena bagi kami tentu Setya Novanto bukan terdakwa terakhir yang akan diproses," tegas Febri.

Diketahui ‎nama mantan anggota DPR seperti Ganjar Pranowo, Olly Dondokambey dan Yasonna Laoly hilang dari surat dakwaan Setya Novanto yang telah dibacakan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (13/12/2017) lalu.

Hal ini dipertanyakan tim kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail, usai sidang.

Maqdir Ismail curiga ada "main mata", sehingga nama tiga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu hilang dalam surat dakwaan kliennya.

Padahal, dalam surat dakwaan mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, nama Ganjar, Olly, dan Yasonna tertera sebagai pihak yang diduga diperkaya dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: Tim
Sumber: Tribun Medan
loading...

No comments

Powered by Blogger.