Header Ads

100 Hari Anies-Sandi: OK OCE, antara Janji dan Kenyataan...

WARTAGAS.COM - Program OK OCE atau kewirausahaan menjadi salah satu janji kampanye pertama Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memimpin rapat SKPD pada hari pertama masuk kerja sebagai kepala daerah Ibukota di Gedung Balaikota DKI, Jakarta, 17 Oktober 2017. - Foto: Tempo

Janji tentang mengembangkan kewirausahaan ini bahkan sudah ada sebelum Anies digandeng mendampingi Sandiaga.

Janji ini awalnya dikenal karena gimmick-nya. Tak jarang juga Sandiaga diledek atas gestur OK OCE ini.

Namun, di balik gimmick dan meme OK OCE yang beredar, relawan-relawan Anies-Sandi yang merupakan pengusaha kecil bergerilya menggandeng pedagang kecil lainnya, membuat komunitas dan berbagai acara. Ada OK OCE Melawai 16, OK OCE Academy, OK OCE Masjid, hingga OK OCE Smart.

Berbeda dengan ucapan Sandiaga yang dulu sempat menyatakan OK OCE tak akan menggunakan APBD, dalam proses perumusan APBD ternyata OK OCE dianggarkan dalam APBD sebesar Rp 82 miliar.

Anggaran itu untuk menyiapkan tempat pelatihan di 44 kecamatan di Jakarta dan untuk biaya pelatih.

Pendamping OK OCE di setiap kecamatan yang jumlahnya empat orang per kecamatan, digaji sesuai UMP Rp 3,6 juta dan bisa membawa pulang per bulan Rp 9 juta jika ditambah biaya operasional.

Menjelang pelantikan, OK OCE disorot lantaran gerakan yang dianggarkan itu, diketuai oleh kakak Sandiaga, Indra Uno. Indra langsung dicopot setelah Anies-Sandi resmi dilantik.

BACA JUGA: Anies dan Sandi Sudah Tiga Bulan Menjabat, Berikut Daftar 10 Janji Kampanye yang Digenapi


Janji dimodali

Spanduk ok oce (Istimewa)
Spanduk ok oce (Istimewa)

Usai pelantikan, gerakan ini dipertanyakan lantaran saat kampanye ada spanduk berbunyi, "Ayo bergerak ambil kesempatan. Dimodalin punya bisnis! Disediain tempat usaha! Dicariin Pembeli! Coblos nomor 3."

Terkait klaim ini, Sandiaga mengklarifikasinya dengan mengatakan Pemprov DKI hanya akan membantu memfasilitasi pengajuan permodalan ke bank dan lembaga lainnya.

"Dikasih modal tentunya dalam bentuk difasilitasi dengan Bank DKI dengan lembaga keuangan lainnya, jadi kami pastikan yang OK OCE itu mendapatkan permodalan," kata Sandiaga Desember 2017 lalu.

Sandiaga tak mau mengulangi kesalahan pemerintah sebelumnya yang tak membantu para pelaku usaha memperoleh kemudahan memperoleh modal usaha.

"Dan kesalahan Pemprov DKI dulu, sampai macet Rp 400 miliar lebih adalah tidak menyalurkan karena Pemprov tidak memiliki kemampuan untuk menilai mana yang bisa diberikan pendanaan, mana yang tidak," ujarnya.


Anggota DPRD kritik OKE OCE

Tak sampai di situ, OK OCE kembali disorot ketika anggota Komisi B DPRD DKI, Nur Afni Sajim, mengkritik gerakan OK OCE sebagai pelatihan yang berisi "cuap-cuap" semata.

"Saya bingung, ini aneh, ini pelatihan paling aneh yang pernah saya datangi. (OK OCE) ini pelatihan cuap-cuap, Pak. Saya kontrol betul di Jakarta Barat," kata Afni saat rapat di DPRD pada 9 Januari 2018.

Selain itu, politikus Partai Demokrat itu juga menilai bunga yang ditetapkan untuk pinjaman modal peserta OK OCE terlalu tinggi.

Bank DKI memasang bunga 13 persen untuk pinjaman modal, lebih tinggi dibandingkan dengan bunga pinjaman modal yang ditetapkan bank lain.

Sandiaga tak membatah "cuap-cuap" yang dikritik Afni. Kata dia, setiap pelatihan pasti selalu disampaikan dengan berbicara. Begitu juga dengan program OK OCE. Pelatih harus bercuap-cuap untuk memberikan contoh dan motivasi.

"Kalau program cuap-cuap, ya, pelatihan itu memang seperti itu," ujar Sandiaga.

Sandiaga meminta semua pihak menghargai kata-kata, seperti yang selalu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab, semua pekerjaan selalu berawal dari kata-kata.

BACA JUGA: Anies dan Sandi Sudah Tiga Bulan Menjabat, Berikut Daftar 10 Janji Kampanye yang Digenapi


Manfaat

Coaching clinic OK OCE di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Sabtu (13/1/2018).
Coaching clinic OK OCE di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Sabtu (13/1/2018). - Foto: Kompas

Meski menuai berbagai kritikan, fakta di lapangan menunjukkan banyak dari warga DKI yang terbantu gerakan ini. Saban hari, terutama pada akhir pekan, banyak warga datang membawa jualan mereka, ingin mendaftar agar bisa mendapat konseling gratis.

Mereka pulang dengan ide usaha dan langkah mengembangkannya.

Esti Ginting misalnya, manager di perusahaan ekspedisi yang kemudian memutuskan untuk berhenti bekerja lalu fokus menjadi ibu rumah tangga sambil menjalankan usaha.

Esti sebelumnya hanya mengeluarkan modal sebesar Rp 50.000 dan kemudian menjual sosis solo yang dikreasikannya.

Setelah mendapat pengetahuan dari pelatihan OKE OCE, bisnis Esti bertambah dan mulai naik menjadi bisnis boks makanan.


BACA JUGA: Anies dan Sandi Sudah Tiga Bulan Menjabat, Berikut Daftar 10 Janji Kampanye yang Digenapi


"Modal saya 0 karena sistemnya pesan dulu, transfer, baru dibuatkan. Omset awal 4 juta, terakhir di Desember 2017 omset saya sudah sampai 13 juta, target saya di Januari ini 15 juta," ujar Esti saat diwawancara 12 Januari 2018 lalu.

Ayam bakar SaJa Kitchen milik Esti Ginting - Foto: Doc. Esti Ginting

Ada juga Dahlia Alwi yang mengaku terbantu dengan mengikuti program pelatihan OKE OCE yang dimentori Faransyah Jaya, Ketua OKE OCE. Dahlia mendapat ilmu pengembangan usaha dan jaringan pertemanan sesama pengusaha serta orang yang baru memulai usaha untuk saling tukar pengalaman.

Berkat jaringan yang dimilikinya, dengan modal awal Rp 250.000, kini Dahlia sudah bisa meraup keuntungan yang cukup besar. Setiap bulan, omset Dahlia sudah mencapai Rp 50 sampai Rp 60 juta.

"Sekarang punya 30 reseller, karyawan 5, omset sebulan 50 sampai 60 juta," kata Dahlia.

Ada lagi Dwi Firmansyah yang mendapat jaringan lebih luas dan pengetahuan terkait pengelolaan bisnis dan keuangan yang lebih baik.

"Dari sisi jualan saya mendapatkan jaringan lebih banyak, otomatis teman saya banyak dan omset meningkat, rupiahnya enggak bisa saya sebutkan, yang pasti peningkatannya 10 sampai 25 persen," kata Dwi.

Program OK OCE ini ditargetkan akan menciptakan 200.000 wirausaha baru selama Anies-Sandi menjabat lima tahun ke depan. So, manfaatkanlah program ini, masyarakat Jakarta...


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: Kompas.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.