Header Ads

Edy Rahmayadi: Harusnya KPU Sudah Melantik Saya Jadi Gubernur

WARTAGAS.COM - Bakal calon gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi begitu percaya diri untuk memenangkan pertarungan politik di Pilgub Juni mendatang.

Edy Rahmayadi: Harusnya KPU Sudah Melantik Saya Jadi Gubernur
Edy Rahmayadi saat berada di acara Sarasehan Ormas Trikarya, di Medan, Rabu (23/1) - Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com

Edy mengaku, dalam hidupnya dia tidak pernah kalah. Dukungan enam partai dalam Pilgub Sumut kali ini juga membuatnya berada di atas angin.

"Kalau dihitung pakai matematik, apapun dalilnya, harusnya KPU sudah melantik saya jadi gubernur. Tapi ternyata harus menunggu sampai tanggal 27 Juli nanti, waktu pemilihan," ungkap Edy saat acara Sarasehan Ormas Trikarya Golkar di Hotel Four Points Medan, Rabu (24/1), seperti yang dilansir oleh JawaPos.com..

Bahkan, sambil bercanda dia mengatakan, begitu banyaknya dukungan membuatnya stres. Mantan Pangkostrad itu merasa bangga dengan Partai Golkar yang akhirnya memilih mendukungnya.

"Partai terbesar di Indonesia ini, saat ini mempercayakan pada saya. Dari tadi saya duduk disitu melamun," kata Edy.

Dalam kesempatan itu, Edy juga membeberkan bagaimana dia bisa mendapat dukungan Golkar. Padahal awalnya, partai berlambang beringin itu mendukung Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

Sebelum punya niat maju menjadi cagub, Golkar sudah lebih dulu memanggil Edy. Salah satu yang turut mendukungnya adalah Luhut Binsar Panjaitan.

Namun, waktu itu Golkar malah memilih Tengku Erry dan Ngogesa Sitepu. “Setya Novanto (Ketum DPP Golkar waktu itu), bilang kalau itu sudah keputusan partai,” paparnya.

Edy kemudian menemui Gerindra, PKS dan PAN. Partai-partai itu kemudian menyatakan bersedia memberikan dukungan. Jika kursi tiga partai itu digabungkan, maka sudah memenuhi persyaratan untuk mendaftar ke KPU.

Belakangan Golkar malah banting setir mendukung Edy dan Ijeck. Disusul Hanura dan Nasdem yang akhirnya menggenapi 60 kursi yang mendukung mereka.

Bergabungnya Golkar dengan perolehan suara hampir satu juta suara di Pileg 2014 lalu membuat Edy-Ijeck diatas angin. Koalisi yang mendukungnya semakin gemuk.

Edy berharap, kepercayaan Golkar untuk mendukungnya bisa menambah peluangnya untuk menang. Apalagi dia berkomitmen untuk membesarkan nama Golkar.

"Percayalah, saya tak akan bikin malu kuning ini. Saya akan pertanggungjawabkan harga diri saya. Saya akan besarkan nama kuning ini meskipun sudah besar," pungkasnya.

Untuk diketahui, dua bapaslon juga ikut dalam kontestasi pemilihan gubernur Sumut 2018. Mereka adalah JR Saragih-Ance Selian dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. JR-Ance mendapat dukungan dari Partai Demokrat, PKB dan PKPI dengan perolehan 201 kursi. Sedangkan Djarot Saiful Hidayat-Sihar hanya didukung PPP dan PDI Perjuangan dengan total 20 kursi.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: Jawapos
loading...

No comments

Powered by Blogger.