Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Inilah Fakta Seputar Pilkada Sumut

WARTAGAS.COM - Tiga pasangan bakal calon kepala daerah muncul dalam kontestasi Pilkada Sumatera Utara (Sumut). Mereka adalah Djarot Saful Hidayat-Sihar Sitorus, JR Saragih-Ance Selian, dan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

JR Saragih, Edy Rahmayadi, Djarot Syaiful Hidayat - Fakta Seputar Pilkada Sumut
(Ki-Ka) JR Saragih, Edy Rahmayadi, Djarot Syaiful Hidayat - Foto: Kompas.com

Berbagai fakta menarik pun muncul, berikut faktanya:


1. Mantan Gubernur vs Mantan Polisi Militer vs Mantan Pangkostrad

Djarot Saiful Hidayat, tokoh PDIP yang sudah makan asam garam dalam kancah politik dan birokrasi daerah.

Sebelum maju di Pilkada Sumut, Djarot punya rekam jejak yang panjang. Ia berpengalaman sebagai Wali Kota Blitar, Wakil Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Pria kelahiran Magelang, 6 Juli 1962 itu akan bertarung dengan Jopinus Ramli (JR) Saragih, Bupati Kabupaten Simalungun selama dua periode dan Edy Rahmayadi.

Dari latar belakangnya, JR Saragih adalah bekas seorang militer. Ia tercatat sempat menjadi personel elite Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, JR Saragih-Ance Selian bersama Ketua Desk Pemilu PKB Daniel Johan di DPP PKB, Jakarta, Senin (8/1/2018)
Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, JR Saragih-Ance Selian bersama Ketua Desk Pemilu PKB Daniel Johan di DPP PKB, Jakarta, Senin (8/1/2018).- Foto: Kompas.com

Selain itu kader Demokrat itu juga sempat menjabat sebagai Komandan Subdenpom Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) Purwakarta, Jawa Barat.

Namun, bukan hanya JR Saragih saja yang punya latar belakang militer. Calon Gubernur Sumut terakhir, Edy Rahmayadi, adalah mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Meski sudah mengajukan pengunduran diri, Edy tercatat masih aktif sebagai Pangkostrad sebab belum ada pergantian kepemimpinan.

Lantaran hal ini pula, Edy mendapatkan kritik tajam publik karena UU TNI jelas menyatakan bahwa TNI aktif dilarang berpolitik.


2. Gila Bola hingga Gila Otomotif

Para bakal calon Wakil Gubernur Sumut yang maju di Pilkada 2018 memilik latar belakang yang unik.

Sihar Sitorus, pendamping Djarot misalnya, adalah tokoh yang gila bola. Anak Medan ini bahkan tak segan menggelontorkan dana untuk PSMS Medan, klub kebanggaan masyarakat Medan.

Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat (kanan) dan Sihar Sitorus berjabat tangan saat pengumuman cagub-cawagub yang diusung PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1). PDIP resmi mengumumkan para cagub dan cawagub enam provinsi yakni provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Pilkada 2018.
Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat (kanan) dan Sihar Sitorus berjabat tangan saat pengumuman cagub-cawagub yang diusung PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1). PDIP resmi mengumumkan para cagub dan cawagub enam provinsi yakni provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Pilkada 2018. - Foto: ANTARA / Kompas.

Selain itu, pria lulusan Universitas of Arizona ini juga sempat menjabat sebagai Komite Eksekutif PSSI. Ia pula banyak menuangkan ide-ide untuk sepak bola nasional.

Selain gila bola, pria kelahiran 13 Juli 1968 itu juga ahli di bidang administrasi bisnis. Sebelum memutuskan maju Pilkada Sumut, ia bukan bekerja sebagai tenaga ahli Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Selain Sihar, ada pula nama Musa Rejekshah, bakal calon wakil gubernur Sumut mendampingi Eddy Rahmayadi. Musa yang kerap disapa Ijeck Shah itu adalah penggemar otomotif, terutama motor.

Ia sempat menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) selama dua periode. Selain itu, Ijeck juga sempat menjadi Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Sumut.

Tak hanya motor, Ijeck juga menggemari mobil. Ia bahkan pernah ikut kejuaraan nasional Speed of Road pada 2005 silam.

Bakal calon gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kanan) bersama bakal calon wakil gubernur Musa Rajeckshah (kiri) naik becak saat akan mendaftar ke KPU Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Senin (8/1/2018). Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah (ERAMAS) yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Golkar, NasDem dan Hanura, mendaftar ke KPU untuk maju dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut periode 2018 - 2023
Bakal calon gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (kanan) bersama bakal calon wakil gubernur Musa Rajeckshah (kiri) naik becak saat akan mendaftar ke KPU Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Senin (8/1/2018). Edy Rahmayadi - Musa Rajeckshah (ERAMAS) yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Golkar, NasDem dan Hanura, mendaftar ke KPU untuk maju dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut periode 2018 - 2023. - Foto: Kompas.com

Berbeda dengan Sihar dan Ijeck, bakal calon Wakil Gubernur Sumut yang mendampingi JR Saragih, Ance Selian justru seorang politikus dari PKB. Saat ini dia menjabat sebagai Ketua DPW PKB Sumut.


3. Peta Dukungan

Ketiga bakal calon kepala daerah Sumut maju dengan beberapa kendaraan partai.

Djarot Saful Hidayat-Sihar Sitorus didukung oleh koalisi PDIP yang memiliki 16 kursi di DPRD Sumur, dan PPP yang memiliki 4 kursi.

Sementara itu, JR Saragih-Ance Selian didukung oleh koalisi tiga partai. Mereka adalah Partai Demokrat (14 kursi), PKB (3 kursi), dan PKPI (3 kursi).

Adapun pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah didukung oleh koalisi 6 partai politik. Mereka adalah Golkar (17 kursi) Gerindra (13 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 kursi), dan Nasdem (5 kursi).


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: Tim
Sumber: Kompas.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.