Header Ads

Lapak Jualan Digusur, Inang-Inang Pedagang Histeris Minta “Dimatikan”

WARTAGAS.COM - Belasan ibu-ibu pedagang yang berjualan di depan halaman pusat perbelanjaan dan grusir gedung Cathay Jalan MT Hariyono, Kecamatan Medan Kota, seketika histeris begitu lapak jualannya digusur paksa oleh puluhan satpol PP Kota Medan, Kamis (25/1) jam 09.00 WIB.

Lapak Jualan Digusur, Inang-Inang Pedagang Histeris Minta “Dimatikan”
Foto: sorotdaerah.com

Mereka sempat menolak pergusuran itu, namun karena kalah jumlah dengan puluhan satpol PP yang juga dibantu pihak kecamatan serta pihak pengaman dari Kepolisian Medan Kota dan TNI, membuat para Omak-omak pedagang hanya bisa menangis meronta.

“Ini gak adil, kami berjualan disini sudah beberapa tahun dan tidak ada solusi yang diberikan kepada kami. Ini berarti mematikan pendapatan kami. Bagus kalian matikan dan bunuh saya sekalian,” jerit tangis, ibu Halimah (52) di lokasi kejadian.

Akan tetapi, jeritan Halimah dan pedagang lain terabaikan. Personel Satpol PP langsung mengeksekusi lapak dagangan mereka. Mulai dari kurisi-kursi dan meja kayu serta tenda pedagang disitu diangkut untuk dinaikan ke mobil-mobil Satpol PP yang telah dipersiapkan. Rontaan Halimah dan temannya akhirnya dapat ditenangkan oleh sesama pedagang disana.

Menurut Halimah, pedagang bakso yang tinggal dikawasan Perumnas Mandala ini, penggusuran sengaja dilakukan diduga karena pihak pemilik gedung grosir perbelanjaan ‘Cathay’ merasa iri hati lantaran usaha yang berada di dalam gedungnya kurang laku. Pasalnya banyak para pedagang yang berjualan di kawasan itu.

“Ini memang trik si pemilik gedung Cathay untuk menggusur kami. Alasannya jorok dan menganggap kami menggangu. Mereka juga tak senang, karena masih banyak lapak/ruko di dalam gedung masih kosong. Tapi pihak pengelola membandrol harga terlalu mahal, paling murah dari harga Rp 50 juta hingga ratusan juta. Saya dulu 13 tahun jualan di dalam, tapi sekarang saya jualan diluar karena mahal kali,” bebernya.

Pun begitu, belasan pedagang yang mengalami pegusuran mengakui telah mendapatkan imbauan dari pihak Kecamatan setempat maupun dari Satpol PP mengenai akan dilakukan penggusuran.

“Memang kami sudah pernah dikumpulkan di kantor Camat, akan dilakukan penertiban, tapi kita minta solusinya dan mereka tidak mampu. Jadi bagaimana dengan nasib kami,” timpal, Indah (45) pedagang nasi yang diamini, Hamid (43) pedagang lainnya.

Padahal, terang para pedagang, mereka keseluruhannya juga membayar retribusi lapak sewa per bulan serta kutipan uang kebersihan bahkan keamanan yang diminta langsung kepada pedagang.

“Kami jualan disini hanya dari jam 7 pagi sampai sore saja, masak dibilang menggangu. Semua kami bayar. Uang bualanan sewa lapak yang diminta dari kami, mulai Rp 3 juta sampai 6 juta. Itu yang ngutip si Anto, ketua OKP di Pusat Pasar ini,” sebutnya.

Ditempat yang sama, Camat Medan Kota, Edie, yang turut turun langsung dalam memantau jalannya penertiban tersebut menuturkan, bahwa upaya yang dilakukan pihaknya bersama Satpol PP sebagai bentuk mengembalikan badan jalan.

“Kita sudah beberapa kali memanggil para pedagang dan mengimbau serta memberitahukan agar secepatnya mengosongkan lapak jualan mereka. Sebab, mereka berjualan menggunakan badan jalan,” pungkasnya.

Dari pantauan wartawan, terlihat penertiban dilakukan pihak Satpol PP bersama unsur Kecamatan hanya di depan halaman gedung pusat perbelanjaan dan grusir Cathay. Sementara, disepanjang jalur di badan jalan sejurus dengan lokasi itu masih tampak berjejeran lapak pedagang lainnya.

Bahkan, terlihat banyaknya tempat parkiran ilegal yang dikelola para Jukir tak berseragam dengan tidak mengantongi Beth tanda sebagai juru parkir. Sehingga sepanjang jalanan tersebut masih tampak serabutan.

Hingga selesai dilakukan penertiban, para pedagang masih bertahan di lokasi lapak dagangannya yang telah bersih digusur. Mereka mengaku akan bersikeras kembali menggelar lapak dagangannya di lokasi tersebut, sembari menunggu solusi dari pihak kecamatan dan harapan dari pemko Medan.

Selain itu, polisi dari Polsek Medan Kota juga masih berjaga disepanjang jalan maupun pusat perbelanjaan Cathay.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: Sorotdaerah
loading...

No comments

Powered by Blogger.