Header Ads

PilGubsu 2018: Edy Rahmayadi Akui Rela Tinggalkan TNI demi Membangun Sumut Lebih Baik

WARTAGAS.COM - Bakal calon gubernur (Bacagub) Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku rela meninggalkan jabatannnya sebagai Pangkostrad TNI AD dan memilih maju di pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut 2018 karena memiliki keinginan membangun Sumatera Utara ke depan yang lebih baik.

PilGubsu 2018: Edy Rahmayadi Akui Rela Tinggalkan TNI demi Membangun Sumut Lebih Baik
Bakal Cagub Sumut Edy Rahmayadi saat berkunjung ke Studio iNews Medan. - Foto: iNews.id/Stepanus Purba

"Bukan berarti Sumatera Utara tidak dibangun saat ini, tapi kita ingin Sumatera Utara berdiri sejajar dan sama dengan provinsi-provinsi yang lain di Indonesia,” ujar Edy Rahmayadi, Senin (22/1/2018), seperti yang dilansir oleh Inews.id.

Menurut Edy, Sumatera Utara memiliki potensi untuk dapat maju, namun hingga saat ini potensi itu tidak digunakan dengan baik. “Di tahun 80-an silam, Sumatera Utara merupakan provinsi nomor 3 terbaik di Indonesia di bidang kemakmuran, kesejahteraan sosial, maupun olahraga. Kita hanya kalah dengan Jakarta dan Surabaya (Jawa Timur) pada saat itu,” ungkap Edy Rahmayadi.

Namun saat ini, peringkat Sumatera Utara sudah turun sangat jauh dan hanya menempati posisi ke-24 di seluruh Indonesia. "Dampak dari nomor 24 itu kita rasakan dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini,” ucap Edy.

Edy menyebutkan, ada beberapa persoalan di Sumatera Utara yang harus segera dibenahi. Di antaranya masalah kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan masalah keamanan.

“Sebagai langkah awal jika terpilih nanti, maka saya ingin melihat organisasi di pemerintahan Sumatera Utara untuk segera dibenahi dan menempatkan orang-orang yang tepat di posisi tersebut,” ucapnya.

Salah satu program prioritas Edy jika kelak terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara adalah mengentaskan kemiskinan yang saat ini semakin memprihatinkan. “Kehidupan saat ini di Sumatera Utara sudah sangat sulit. Yang perlu kita segerakan adalah lapangan pekerjaan agar rakyatnya kita bisa dapat memberikan pekerjaan kepada rakyat Sumatera Utara,” tandas Edy.

Masalah kedua, kata dia, bidang pendidikan di Sumatera Utara harus segera dibenahi. Sebab, dari segi kemampuan masyarakat Sumatera Utara tidak kalah dengan masyarakat provinsi lain. Hal itu terbukti dari banyaknya anak Sumatera Utara yang kuliah di universitas ternama baik itu dalam maupun luar negeri.

Terkait dengan kesehatan, Edy Rahmayadi juga berjanji ingin mempermudah masyarakat Sumatera Utara untuk mendapatkan pelayan kesehatan. “Karena dengan pelayanan kesehatan yang baik, bukti adanya kehadiran pemerintah kepada rakyatnya,” ujar Edy Rahmayadi.

“Keempat adalah masalah keamanann. Walaupun ini bukan miliknya daerah, tapi kita akan bantu pusat untuk mengamankan keamanan yang total dan pasti di Sumatera Utara ini. Dengan amannya Sumatera Utara, maka segala program yang ingin kita buat di Sumatera Utara akan lebih mudah terwujud dan akan terwujud,” ungkap Edy Rahmayadi.

Dalam mewujudkan program-program prioritas tersebut, Edy Rahmayadi mengungkapkan akan membuat sejumlah target dalam bekerja nantinya.

“Kemakmuran Sumatera Utara itulah menjadi target. Kemakmuran Sumatera Utara ini membuat rakyat menjadi nyaman, nikmat dan memiliki hidup yang berkualitas. Caranya dengan menegakkan peraturan yang pasti, melaksanakan program-program yang menjadi prioritas dan jujur,” kata Edy Rahmayadi.

Pengamat politik, Sirajuddin Gayo mengatakan saat ini Sumatera Utara membutuhkan seorang calon pemimpin yang tegas dan keras. “Kita harus sadari Sumatera Utara ini banyak mafia, baik itu mafia dari masyarakat sendiri maupun mafia dari aparat pemerintahan Sumatera Utara. Karena kalau tidak dikerasi akan merajarela,” ungkap Sirajuddin.

Menurut Sirajuddin, kinerja pemerintahan Sumatera Utara mendesak diperbaiki karena kondisinya saat ini memprihatinkan dan berada di posisi 28 dari 33 provinsi di Sumatera Utara.

“Sehingga memang betul-betul dibutuhkan pemimpin yang harus tegas maupun keras untuk mengangkat kinerja pemerintahan di Sumatera Utara,” tandasnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: Inews
loading...

No comments

Powered by Blogger.