Header Ads

SBY Disebut Terseret Pusaran e-KTP, Demokrat: Itu Politis, Itu Fitnah!

WARTAGAS.COM - Dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP perlahan-lahan mulai terkuak. Kali ini Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut memerintahkan supaya proyek tersebut tetap berjalan.

SBY Disebut Terseret Pusaran e-KTP, Demokrat: Itu Politis, Itu Fitnah!
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. - Foto: JawaPos.com

Menanggapi adanya hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menegaskan SBY tidak terlibat dalam dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini. SBY memerintahkan proyek tersebut tetap berjalan karena untuk kepentingan masyarakat.

"Kan begini proyek e-KTP ini program pemerintah, nah yang dipermasalahkan kenapa korupsi," ujar Syarief kepada wartawan, Kamis (25/1), seperti yang dilansir oleh JawaPos.com.

Oleh sebab itu, SBY memerintahkan supaya proyek tersebut tetap berjalan untuk kepentingan masyarakat banyak. Bukan karena ingin 'kecipratan' duit dari korupsi tersebut.

SBY Disebut Terseret Pusaran e-KTP, Demokrat: Itu Politis, Itu Fitnah!
Ilustrasi kasus e-KTP. - Foto: JawaPos.com

"Jadi mana tahu (SBY itu bermasalah), yang salah itu yang korupsi‎," tegasnya.

Namun demikian, Anggota Komisi I DPR ini menduga diseretnya nama Presiden Indonesia keenam itu lebih karena kepentingan politik di belakangnya, bukan ingin membongkar suatu kasus.

"Itu politis, itu fitnah," tegasnya.

Sebelumnya, nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul dipersidangan kasus proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Dia disebut-sebut memerintahkan agar proyek tersebut tetap berjalan.

Semula, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Mirwan Amir mengaku dirinya sempat menyarankan kepada SBY yang kala itu menjabat sebagai presiden, lebih baik proyek e-KTP tidak berlanjut.

"Pernah saya sampaikan bahwa program e-KTP ini lebih baik tidak dilanjutkan," ujarnya menjawab pertanyaan penasihat hukum Novanto, Firman Wijaya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/1).

Dia mengaku tidak memiliki kuasa untuk menghentikan proyek itu. Oleh karena itu, atas saran dari seorang pengusaha calon vendor e-KTP, Yusnan Solihin, Mirwan melaporkan hal tersebut kepada SBY.

"Posisi saya kan orang biasa saja. Untuk menyetop program e-KTP, tapi saya sudah sampaikan itu kepada Pak SBY atas saran dari Pak Yusnan solihin karena memang ada masalah, saya tidak tau secara teknisnya," jelas Mirwan.

Ditanya bagaimana jawaban SBY, dia mengatakan bahwa proyek tersebut diminta untuk dilanjutkan. "Tanggapannya dari Bapak SBY bahwa ini kita untuk menuju Pilkada. Jadi proyek ini diteruskan," ungkap Mirwan.

Adapun dia mengaku melaporkan hal tersebut di kediaman SBY di Cikeas pada sebuah acara. "Kebetulan kita ada acara di Cikeas. Pada suatu acara, tidak di forum. Paling tidak sudah disampaikan," pungkas Mirwan.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: jawapos
loading...

No comments

Powered by Blogger.