Header Ads

Cenderung Rugikan Warga, Walikota Dinilai Tidak Miliki Perencanaan Matang

WARTAGAS.COM - Sejumlah warga Kota Pematangsiantar mengeluhkan program pembangunan yang dilakukan Walikota Hefriansyah, khususnya pembangunan infrastruktur yang dikerjakan di tahun 2017.

Cenderung Rugikan Warga, Walikota Dinilai Tidak Miliki Perencanaan Matang
Walikota Pematangsiantar Hefriansyah - Foto: Metrosiantar.com

Melansir dari Metrosiantar.com, pemicunya, pembangunan tersebut cenderung merugikan masyarakat dan menimbulkan masalah baru. Salah satu pembangunan jalan yang disesalkan berada di Jalan TB Simatupang, Parluasan, Kecamatan Siantar Utara.

Warga mengatakan, sejak proyek tersebut dikerjakan Dinas Pekerjanaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), disisi lain justru membuat rumah-rumah warga menjadi langganan banjir. Tidak hanya pada musim hujan, hari-hari biasa juga banjir. Suasana disana ikut menjadi bauh.

“Tidak hujan pun posisi depan rumah atau tokoh-tokoh warga sudah becek. Apalagi kalau hujan, semakin parah. Kita terkadang bingung melihat sistem pembangunan pemerintah ini. Sepertinya asal jadi atau kurang perencanaan” kata L Simaremare, Minggu (25//2).

Apa yang dikeluhkan warga juga diamini pengamat pemerintahan yang juga sebagai Direktur Forum Transfransi Keuangan Daerah Oktavianus Rumahorbo. Menurutnya, pemerintah sepertinya tidak menganalisa atau mengkaji program pembangunan sedeteil mungkin agar apa yang dilaksanakan tidak terkesan asal jadi. “Kalau kita lihat pembangunan yang di Parluasan, jalannya naik sekitar 30 cm. Jadi lantai rumah-rumah atau tokoh disana dibawah jalan. Makanya tidak heran warga mengeluh karena banjir menghantui mereka setiap datang hujan,” katanya.

Oktavianus Rumahorbo menambahkan, dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan maka harus terlebih dahulu memperhatikan parit sehingga pada saat hujan datang tidak terjadi banjir. “Kalau pembangunan seperti yang di Parluasan, sepatutnya didahului dengan pembangunan drainase. Nah, melihat kondisi sekarang maka proyek itu rentan menciptakan pembangunan tumpang tindih karena begitu banjir maka jalan yang sudah dibangun bisa cepat rusak,” jelasnya.

Bahkan, kata Oktavianus, ketika drainase kelak dibangun maka tidak menutup kemungkinan pemborong akan membongkar jalan yang dianggap menghalangi pengerjaannya. Pola inilah yang disebut pekerjaan yang tidak matang dalam perencanaa. “Lagi-lagi kerjaan itu tumpang tindih. Banyak pekerjaan sia-sia. Ini jelas bisa disebut menghambur-hamburkan uang rakyat” jelasnya.

Sembari menunggu pengetokan anggaran yang akan dipakai membangun drainase maka lagi-lagi warga harus menelanan “pil pahit” dan kondisi itu bisa menjadi pengalaman yang berpekepanjangan. “Karena sesuai amatan kita pengetukan anggaran itu tidaklah mudah. Sering terjadi semacam tarik ulur antara pemerintah kota dengan DPRD. Bahkan diantara pejabat pemerintah kota pun kadang muncul perbedaan pandangan,” ucapnya.

Menurut Oktavianus Rumahorbo, apa yang dialami warga di Jalan TB Simatupang hanya salah satu contoh. Beberapa proyek lainnya masih banyak yang tidak memiliki kajian matang. “Sebenarnya di bidang-bidang lain juga banyak pekerjaan Pemko Pematangsiantar yang gagal. Kenapa itu terjadi? Karena tidak dikaji dengan baik. Jadi ini sangat kita sesalkan,” sebutnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: Metrosiantar
loading...

No comments

Powered by Blogger.