Header Ads

Diduga Terima Suap, KPK Periksa Wali Kota Siantar Hefriansyah

WARTAGAS.COM - Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah diduga menerima suap atas kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Batubara OK Arya. Hefriansyah diperiksa sebagai saksi pada Selasa 14 September 2017.

Diduga Terima Suap, KPK Periksa Wali Kota Siantar Hefriansyah
Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah - Foto: Tribun Medan

Pemanggilan itu berdasarkan surat No. Spg-6006/23/11/2017 serta laporan kejadian TIPIKOR No. LKTPK-47/KPK/09/2017 tanggal 14 September 2017 dan Surat TIPIKOR: Sprin. Dik-85/01/10/2017 tanggal 14 September 2017.

Dalam surat itu, Hefriansyah diminta untuk menghadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rizka Anungnata dan tim di kantor KPK di Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Jakarta Selatan, Selasa pukul 10.00 WIB.

BACA JUGA: Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Batubara, Ketua LBH Pusbadhi Sebut Hefriansyah Terima Uang Rp 7 Miliar Sebagai Pinjaman Sewaktu di BAP

Melansir dari Dekrit,com, Ketua BEM FKIP Nommensen Pematangsiantar, Gideon Abdi Tambunan, mengtakan Hefriansyah dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyidikan Tipikor yang dilakukan tersangka Helman Heldady selaku Kadis PUPR Kabupaten Batubara bersama-sama dengan Ok Arya Zulkanaen selaku bupati Batubara periode 2013-2018 dan Sujedi Tarsono alias Ayen terkait penerimaan hadiah atau janji dari Maringan Situmorang untuk mendapatkan proyek pembangunan Sentang perbatasan Desa sentang dan proyek jembatan Sei Magung, Kecamatan Madang Deras di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017.

Ketua BEM FKIP Nommensen Pematangsiantar, Gideon Abdi Tambunan
Ketua BEM FKIP Nommensen Pematangsiantar, Gideon Abdi Tambunan - Foto: Facebook

Kemudian dari Syaiful Azhar karena mendapatkan proyek betonisasi jalan di Kecamatan Talawi di Kabupaten Batubara tahun 2017 sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf a atau dimaksud dalam pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh tersangka Ok Arya Zulkarnaen selaku bupati Batubara periode bersama-sama dengan Helman Heldady selaku kadis PUPR kabupaten Batubara.

Selanjutnya, Sujendi Tarsono alias Ayen terkait penerima hadiah atau janji dari Maringan Situmorang untuk mendapatkan proyek pembangunan jembatan sentang perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentang dan proyek jembatan Sei Magung kecataman Medang Deras di kabupaten Batubara dan dari Syaiful Azhar karena telah mendapatkan proyek pekerjaan betonisasi jalan di Kecamatan Talani Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017.

“Kasus ini akan kita kawal terus sampai tuntas. Kita menduga Hefriansyah terlibat,” terang Gideon kepada Dekrit.com, Senin (26/2/2018) malam pukul 19.48 WIB.

Informasi yang diterima pihaknya sambung Gideon, Hefriansyah diduga memiliki hubungan keluarga dengan Bupati OK Arya. Bahkan sebelum jadi Wali Kota, Hefriansyah mendapat proyek dari OK Arya. “Informasi yang kita dapat begitu (dapat proyek),” jelasnya.

Untuk itu kata dia, BEM FKIP Nommensen mendukung KPK menuntaskan kasus dugaan korupsi yang menjerat bupati OK Arya dan pihak-pihak yang diduga terlibat. “Kita siap turun ke jalan mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika memang Pak Wali Kota Hefriansyah terlibat, KPK harus menjeratnya dan tidak boleh tebang pilih,” tegasnya.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dihubungi Wartawan Selasa (27/2/2018) belum berhasil dimintai keterangan terkait pemeriksaan Hefriansyah. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirimkan lewat layanan WhatsApp belum kunjung direspon hingga berita ini dilansir.

Sementara Hefriansyah saat didatangi Dekrit.com di kantornya di Jalan Merdeka, kota Pematangsiantar, tidak berhasil ditemui.

Menurut salah seorang stafnya, Hefriansyah sedang di luar kota. “Pak Wali (Hefriansyah) lagi di luar kota,” kata seorang yang menolak identitasnya dituliskan saat ditemui Selasa (27/2/2018) sekitar pukul 11.30 WIB.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: dekrit.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.