Header Ads

Dituduh Curi Uang Ratusan Juta, PRT ini Disiksa Majikan Berstatus Mantan Dokter Gigi

WARTAGAS.COM - Sungguh malang nasib Serti Mariana boru Butarbutar, warga Jalan Sejahtera Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar Timur Kota Pematangsiantar ini.

Dituduh Curi Uang Ratusan Juta, PRT ini Disiksa Majikan Berstatus Mantan Dokter Gigi
Foto: restorasidaily.com

Sudah tidak diberi gaji bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) hampir dua tahun, perempuan berusia 28 tahun ini malah disiksa oleh majikannya, Herawati boru Sinaga (51, yang juga mantan Dokter Gigi.

Mirisnya, penyiksaan itu dipicu akibat sang majikan menuduh dirinya telah mencuri uang ratusan juta rupiah, hingga mengakibatkan kepala, wajah serta badannya mengalami luka serius dan trauma.

Saat Ditemui di kediamanya, Selasa (27/2/2018), korban menjelaskan, penyiksaan itu berlangsung mulai bulan ke tiga sejak dirinys bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah diduga pelaku Herawati Boru Sinaga (51) di Jalan Viatayuda, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.

Awal mulanya korban dituduh melakukan pencurian uang hingga ratusan juta rupiah, serta menuduh korban membawa masuk lelaki ke dalam rumah pelaku. Sejak saat itu korban mulai mendapat perlakukan kasar mulai dari cacian hingga penyiksaan dengan cara menunjang dan memukulinya dengan menggunakan telenan pemotong sayur di sekujur tubuhnya.

Tak hanya itu, korban juga harus tidur di dalam kamar mandi pembantu dengan posisi basah kuyup. Pelaku baru akan mengeluarkan korban, pada saat melakukan pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga, dan pelaku kembali melakukan hal yang sama hingga berlangsung selama tiga bulan.

“Bahkan saat aku menjemur pakaian jam setengah lima pagi dia juga menendang aku. Setiap aku memiliki kesalahan, lalu dia main pukul”, ucap korban.

Diakui korban, penyiksaan itu juga pernah dilakukan di depan suaminya yang merupakan anggota TNI yang berdinas Di Kodam 1/BB Medan, berpangkat Letkol bernama Nelson Baktiar Suhardi. Namun sang suami hanya bisa memberikan nasehat kepada pelaku untuk tidak melakukan pemukulan tersebut.

Tak hanya mendapat perlakuan kasar dari sang majikan, korban juga tidak pernah menerima gaji dari pelaku, seperti yang ia janjikan dengan gaji 1,5 juta rupiah.

Namun pada Minggu (25/2/2018) pagi, korban memutuskan untuk melarikan diri dari rumah majikanya, dengan cara memecahkan kaca kamar mandi pembantu.

“Karena sudah tidak tahan lagi makanya aku melarikan diri dari rumah itu pak, dengan cara memecahkan kaca kamar mandi pembantu, pada saat mereka pergi ke gereja. Setelah saya melompat dari jendela, aku berlari ke jalan bendungan viatayuda dan bertemu dengan ibu-ibu disitu, setelah saya diberikan makan baru dia mengantarkan saya pulang”, katanya.

Keesokan harinya, Senin (26/2/2018), didampingi oleh orang tuanya bernama Nurmaida Hasibuan, korban melaporkan perbuatan keji sang majikan ke Polres Pematangsiantar.

Kanit PPA Satuan Reskrim Polres Pematangsiantar Ipda Herli Damanik SH mengatakan bahwa laporan korban sudah diterima oleh pihak kepolisian, dan korban juga sudah di BAP oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Laporan korban sudah diterima. Sekarang berkasnya masih berada di sat reskim, dan penyidik ppa juga sudah memintai keterangan korban terkait peristiwa yang dialaminya”, ujar Ipda Herli Damanik SH.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: restorasidaily.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.