Header Ads

Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Batubara, Ketua LBH Pusbadhi Sebut Hefriansyah Terima Uang Rp 7 Miliar Sebagai Pinjaman Sewaktu di BAP

WARTAGAS.COM - Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Hefriansyah menjadi tersangka terus mengalir.

Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Batubara, Ketua LBH Pusbadhi Sebut Hefriansyah Terima Uang Rp 7 Miliar Sebagai Pinjaman Sewaktu di BAP
Foto: gorganews.com

Sebelumnya disampaikan Ketua Majelis Muslimin Indonesia (MMI) Kota Siantar Ir Bonatua Naipospos.

Kali ini desakan datang dari LBH Pusat Bantuan dan Pengabdian Hukum Indonesia (Pusbadhi) Siantar-Simalungun, yang juga meminta agar KPK menetapkan Hefriansyah sebagai tersangka dalam dugaan suap Bupati Batubara Ok Arya Zulkanaen.

Hal ini sesuai dengan surat yang sudah dilayangkan LBH Pusbadhi ke KPK dengan No : 193/LBH P.PSS/II/18 tertanggal 24 Februari 2018 silam.

Seperti disampaikan Ketua LBH Pusbadhi Siantar-Simalungun, Panca Tanjung SH, Selasa (27/2/2018) siang.

Adapun alasan mereka agar KPK menjadikan Hefriansyah yang kini menjabat sebagai Walikota Siantar sebagai tersangka yakni sehubungan Surat panggilan No. Spg-6006/23/11/2017 serta Laporan kejadian TIPIKOR No. LKTPK-47/KPK/09/2017 tanggal 14 september 2017 dan Surat TIPIKOR: Sprin. Dik-85/01/10/2017, tanggal 14 september 2017.

Dimana Hefriansyah diminta untuk menghadap kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rizka Anungnata dan tim di kantor (KPK) Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Jakarta Selatan, Selasa tanggal 14 September 2017, pukul 10.00 Wib.

Maksudnya, untuk di dengar keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan Tipikor yang dilakukan oleh tersangka Helman Herdady selaku Kadis PURP Kabupaten Batubara bersama-sama dengan Ok Arya Zulkanaen selaku bupati Batubara periode 2013 s/d 2018 dan Sujedi Tarsono alias Ayen terkait penerimaan hadiah atau janji dari Maringan Situmorang untuk mendapatkan proyek pembangunan Sentang perbatasan Desa sentang dan proyek jembatan Sei Magung, Kecamatan Madang Deras di Kabupaten Batubara tahun Anggaran 2017.

Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Batubara, Ketua LBH Pusbadhi Sebut Hefriansyah Terima Uang Rp 7 Miliar Sebagai Pinjaman Sewaktu di BAPJadi Saksi Kasus Suap Bupati Batubara, Ketua LBH Pusbadhi Sebut Hefriansyah Terima Uang Rp 7 Miliar Sebagai Pinjaman Sewaktu di BAP

File foto : Surat yang dilayangkan ke KPK


Kemudian dari Syaiful Azhar karna mendapatkan proyek betonisasi jalan di Kecamatan Talawi di Kabupaten Batubara tahun 2017 sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf a atau dimaksud dalam pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh tersangka Ok Arya Zulkarnaen selaku bupati batubara periode 2013- 2018 bersama-sama dengan Helman Heldady selaku kadis PURP Kabupaten batubara.

Dan Sujendi Tarsono alias Ayen terkait penerima hadiah atau janji dari Maringan Situmorang untuk mendapatkan proyek pembangunan jembatan sentang perbatasan Kelurahan labuhan ruku menuju desa sentang dan proyek jembatan sei magung kecataman medang deras di kabupaten batubara tajun anggaran 2017 dan dari Syaiful Azhar karena telah mendapatkan proyek pekerjaan betonisasi jalan di Kecamatan Talani Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017.

Kemudian bahwa dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), saksi Hefriansyah mengakui ada menerima uang dari OK Arya Zulkanaen selaku Bupati Batubara sebesar Rp 7 miliar dengan alasan pinjaman dan juga 1 unit mobil Toyota Alphard BK 222 CN dari Sujedi Tarsono alias Ayen.

Kemudian, sesuai Pasal 183 KUHAP yang menyatakan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah menjadikan seseorang tersangka/terdakwa.

Untuk menjunjung tinggi supremasi hukum, kami memohon kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi agar Hefriansyah diperiksa secara intensif dan status saksi ditingkatkan menjadi tersangka karena diduga ikut menerima kucuran dana tersebut uang sebesar Rp 7 miliar dan satu unit Toyota Alphard BK 222 CN.

Kemudian melakukan penahanan terhadap Hefriansyah agar tak menghilangkan barang bukti.

Menindak secara tegas Hefriansyah yang tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: gorganews.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.