Header Ads

Kisah Sebelum Meninggal, Bripka Fajar Panjaitan: Nit, Saya Tertembak

WARTAGAS.COM - Bripka Fajar Junjungan Panjaitan, anggota Polsek Jelutung, Jambi, meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai polisi.

Kisah Sebelum Meninggal, Bripka Fajar Panjaitan: Nit, Saya Tertembak
Suasana haru di rumah duka, istri Bripka Fajar Panjaitan menangis di depan jenazah, Selasa (13/2/2018)

Peluru dari tersangka pencuri sepeda motor yang sedang mereka sergam bersarang di dada kirinya, Selasa (13/2/2018).

Kanit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Cibro, menceritakan kisah sebelum anak buahnya itu menghembuskan nafas terakhir.

awalnya mereka sedang melakukan pengembangan kasus. Mereka akhirnya sampai di sebuah tempat yang jadi sarang pelaku kejahatan pencurian sepeda motor.

Bripka Fajar masuk menyusuri keadaan dalam rumah. Saat itu kondisi rumah dengan lampu padam.

Kanit reskrim berusaha mencari saklar lampu, Bripka Fajar Panjaitan juga masuk dan membuka tirai kamar mandi.

Saat membuka tirai tersebut, tiba-tiba seorang di dalam kamar mandi langsung menembak pakai pistol ke arah Bripka Fajar. Peluru mengenai dada kirinya.

"Nit, saya tertembak," ucap Ipda Cibro menirukan ucapa Bripka Fajar kepadanya. Melihat anak buahnya sekarat, mereka akhirnya langsung melarikannya ke Rumah sakit.

Namun sayang, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Dalam perjalanan, Bripka Fajar Panjaitan yang baru menikah tujuh bulan itu meninggal dunia. Dia gugur.

Peristiwa ini berawal dari penggrebekan yang dilakukan, hasil pengembangan dari ditangkapnya penadah hasil pencurian sepeda motor.

Hasil introgasi kepada penadah itu, akhirnya diketahui dua orang yang selama ini merupakan pemasok kepadanya, atau orang yang beraksi di lapangan mencuri sepeda motor.

Lokasinya di sebuah rumah di wilayah Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

BACA JUGA: Mengharukan, Ini Ungkapan Kesedihan Istri Bripka Fajar Junjungan Panjaitan

Keduanya adalah A dan H. Pada saat penggerebekan itu, H sudah sempat diamankan polisi dan tangannya diborgol. Tapi saat Bripka Fajar ditembak, H langsung kabur, dalam kondisi terborgol.

Setelah kejadian meninggalnya Bripka Fajar panjaitan, Babinsa dan bhabinkamtibmas melakukan penyusuran yang disinyalir tempat persembunyian pelaku.

Penyisiran lokasi juga dibantu warga untuk mengitari lokasi kebun karet dan semak-semak.

Menurut keterangan warga, H sempat dilihat mondar-mandir disekitar rumah. Bahkan sempat menumpang naik sepeda motor namun jaraknya tidak begitu jauh, dan langsung masuk ke kebun.

Berdasarkan keterangan warga tersebut, polisi memperketat penjagaan dan terus melakukan pencarian.

Beberapa jam pencarian, akhirnya H yang kabur tersebut menyerahkan diri. Penyerahan dirinya setelah menjawab panggilan oleh kakak pelaku yang datang ke lokasi.

H keluar dari semak-semak sambil menangis, memohon ampun dan minta dijaga agar tidak diamuk masaa. "Ampun, tolong jaga saya. Jangan diapa-apain, " isaknya.

Polisi langsung mengamankan pelaku tersebut dan bergegas menuju mobil. Sembari mengamankan pelaku, polisi menegaskan agar tidak ada yang menyentuhnya.

Sementara pelaku penembakan terhadap Bripka Fajar Panjaitan juga telah ditemukan. Namun dari informasi yang diperoleh, pelaku penembakan itu sudah tewas.

Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian, apakah pelaku penembakan itu tewas ditembak polisi atau justru bunuh diri. (*)


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Haru - Lagu Persembahan Terakhir untuk Alm Darwis Sitohang Santana, Dari Santana Trio




SUmber: generasimillenial.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.