Header Ads

Presiden RI Ke-6 SBY Mengaku Keturunan Trah Majapahit ke-14

WARTAGAS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengaku sebagai keturunan Majapahit. SBY kemudian menghubungkan nomor urut Partai Demokrat yakni 14 dengan kejayaan Majapahit yang terjadi pada abad ke-14.

Presiden RI Ke-6 SBY, Mengaku Keturunan Trah Majapahit ke-14
Foto: independensi.com

“Majapahit mencapai masa kejayaan di abad 14, dan menjadi pemimpin nusantara. Abad tersebut sama dengan nomor partai Demokrat yang saat ini juga bernomor 14 dalam Pemilu 2019,” kata Ketua Demokrat SBY di depan 1.500 kader Demokrat seluruh Jawa Timur, Minggu (25/02/2018). SBY menyebutkan kisah kejayaan Kerajaan Majapahit yang memiliki kesamaan dengan Partai Demokrat yakni angka 14.

SBY juga menyampaikan silsilah keluarganya yang masih merupakan keturunan langsung trah pemimpin Majapahit. Leluhur SBY adalah pendiri dan raja pertama Majapahit, yakni Raden Wijaya. Pendiri Majapahit yakni Raden Wijaya berketurunan dan memiliki garis hingga keluarga SBY. “Kalau diurut dari eyang saya Ki Ageng Buwono Keling hingga kedua anak saya yakni Agus Harimurti dan Edi Baskoro adalah trah ke-14,” kata SBY.

Mantan Presiden RI ke-6 ini memimpin konsolidasi partai yang diikuti ribuan kader di Tulungagung. SBY mematok kemenangan di seluruh Pilkada untuk memudahkan pemenangan pilpres tahun 2019 mendatang.

Kerajaan Majapahit didirikan pada akhir abad ke-13 oleh Raden Wijaya dan mencapai kejayaan pada abad ke-14. Kerajaan Majapahit berhasil mempersatukan Nusantara pada abad ke-14 pada masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi dan Hayam Wuruk. Mahapatih Gajah Mada menjadi tokoh yang berperan besar dalam mempersatukan Nusantara dan menjadi negara terbesar dan termakmur di Asia Tenggara.

Kerajaan Majapahit yang bercorak Siwa-Buddha runtuh pada akhir abad 15 atau 1478 oleh serangan Demak. Setelah Majapahit runtuh, Jawa mengalami Islamisasi. Orang-orang yang menolak masuk Islam sebagian menyelamatkan diri ke tempat aman hingga menyeberang ke Bali dan Lombok.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: independensi.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.