Header Ads

Revisi Alkitab Terjemahan Baru Libatkan Orang-orang Penting

WARTAGAS.COM - Konsultasi Nasional Revisi Alkitab Terjemahan Baru (Konas TB 2) resmi dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kinasih Resort & Conference, Bogor Senin (5/2). Ada banyak pesan yang disampaikannya baik kepada Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) selaku penanggung jawab revisi Alkitab ini maupun bagi mereka yang turut terlibat dalam prosesnya.

Revisi Alkitab Terjemahan Baru Libatkan Orang-orang Penting
ALkitab - Foto: net

Salah satu pesan yang disampaikan Menag Lukman adalah supaya revisi Alkitab ini disesuaikan dengan konteks keindonesiaan. Sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran pemahaman. Dia juga mengingatkan supaya revisi ini tidak mengubah isi firman Tuhan di dalam Alkitab.

Menjawab hal itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Dirjen Bimas) Thomas Pentury menyampaikan kalau proses revisi Alkitab ini dilakukan oleh orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti ahli-ahli teologi dan juga ahli bahasa Ibrani. Dia juga menegaskan bahwa mekanisme penerjemahan Alkitab ini dilakukan melalui konsultasi dengan ahli-ahli teolog dan ahli bahasa Ibrani, Yunani latin dan ahli bahasa Indonesia.

Proses ini pun dikelola langsung oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) dan Lembaga Biblika Indonesia (LBI). "Forum Konsultasi Nasional adalah forum tertinggi yang akan memutuskan untuk menetapkan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang digunakan dalam pengajaran Kristen di Indonesia," ucap Thomas, seperti dikutip Kemenag.go.id, Kamis (8/2).

Dia menyampaikan, revisi ini perlu dilakukan mengingat perkembangan bahasa Indonesia mengalami perubahan yang signifikan. Ada beberapa kata yang sudah hilang atau mengalami degradasi makna. Untuk itu revisi Alkitab ke dalam terjemahan bahasa Indonesia perlu dilakukan.

"Makanya kemudian perlu revisi terhadap terjemahannya dari bahasa asli yang disesuaikan dengan perkembangan kebahasaan," terangnya.

Dengan revisi ini, Thomas berharap umat Kristen di Indonesia bisa mendapat pemahaman yang lebih kaya dari teks Alkitab. Termasuk pemahaman terkait konteks pada masa Alkitab ditulis dan juga proses pemaknaan subtansi teks pada konteks kekinian.

Senada dengan itu, Ketua Umum LBI Pater Yosef Masan Toron juga menyampaikan bahwa gerakan revisi Alkitab Terjemahan Baru ini dilakukan dengan pertimbangan perkembangan bahasa saat ini. Tapi dia menegaskan bahwa tujuan yang lebih daripada itu adalah adanya kerinduan umat Kristen di Indonesia untuk berjumpa dan berdialog dengan Tuhan dalam bahasa dan nuansa insani.

Sementara Ketua Umum LAI Ishak P Lambe menyatakan bahwa menerjemahkan Injil kepada dunia adalah tugas dan tanggung jawab gereja. "Gereja di dalam dirinya memiliki otoritas, kewajiban dan tanggung jawab untuk menerjemahkan kabar baik itu kepada dunia ini. Agar dunia mengerti dan percaya bahwa Yesus Kristus itulah Tuhan dan juruslamat dunia ini," tandasnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: hariansib
loading...

No comments

Powered by Blogger.