Header Ads

Terbongkar, Modus Sebar Hoaks The Family MCA Mirip Saracen

WARTAGAS.COM - Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar, mengatakan grup percakapan daring The Family MCA mirip dengan sindikat penyebar ujaran kebencian dan bernuansa Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), Saracen.

Terbongkar, Modus Sebar Hoaks The Family MCA Mirip Saracen
Modus Sebar Hoaks The Family MCA Mirip Saracen Ilustrasi hoax atau berita bohong. Polri menyatakan kelompok 'The Family MCA' mirip Saracen dalam hal garakan penyebaran hoaksnya yang dilakukan secara berkelompok. - Foto: CNN Indonesia/Fajrian

Persamaannya dapat dilihat dari pergerakan The Family MCA yang berkelompok.

BACA JUGA: Terungkap, Provokator The Family MCA Berprofesi PNS dan Karyawan Swasta

"Kalau Saracen terstruktur organisasinya, kalau ini tidak ada struktur organisasinya. Tapi mereka jelas berkelompok," ujar dia, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/2), yang dilansir dari CNN Indonesia.

BACA JUGA: Polri Bongkar Grup "The Family MCA", Sindikat Penyebar Isu Provokatif

Polisi kini masih mendalami motif para pelaku menyebarkan dan menggoreng isu tersebut.

Empat anggota Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup The Family MCA ditangkap Dittipidsiber Bareskrim di empat provinsi berbeda secara serentak, Senin (26/2).

Direktur Tipidsiber Bareskrim, Brigadir Jenderal Fadil Imran, mengatakan empat tersangka memiliki latar belakang profesi yang berbeda-beda.

ML merupakan seorang karyawan, RSD merupakan seorang pegawai negeri sipil, dan RS merupakan seorang karyawan sebuah perusahaan elektronik swasta. Sementara, YUS belum diketahui hingga saat ini.

BACA JUGA: The Family MCA 'Goreng' Isu PKI dan Penganiayaan Tokoh Agama

Diketahui, kelompok Saracen ditangkap Dittipidsiber Polri pada September 2017 dan menetapkan, di antaranya, Ketua Saracen Jasriadi dan Sekretaris Presidium Alumni Aksi 212 Asma Dewi, sebagai tersangka. Kelompok ini disebut rutin memproduksi berita hoaks dan diunggah di akun media sosialnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: CNN Indonesia
loading...

No comments

Powered by Blogger.