Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Viral Curhat Friska, Akhirnya Propam Polda Sumut Proses Dugaan Perselingkuhan Bripka Edis

WARTAGAS.COM - Curhat netizen bernama Friska Siagian yang mengungkap kisah perselingkuhan suaminya Bripka Edis Naibaho, anggota Polres Samosir viral.

Viral Curhat Friska, Akhirnya Propam Polda Sumut Proses Dugaan Perselingkuhan Bripka Edis
Bripka Edis Naibaho bersama Renita Simbolon, perempuan yang dituding selingkuhannya - Foto: facebook/medan tribun

Dua kali diunggah di akun facebook-nya postingan ini dibagikan 8.000 kali.

Selain itu beberapa media termasuk tribun-medan.com, tribun video mengangkat curhat perselingkuhan ini berdasarkan postingan Friska di facebooknya. Bahkan kisah ini diangkat media elektronik.

Tak hanya itu, setelah curhat perselingkuhan suaminya viral, staf Propam Polda Sumut menghubungi Friska untuk melengkapi laporan perselingkuhan suaminya.

''Setelah Curhatan Saya menjadi Viral Senin Pagi tanggal 12 februari tepat di ulang tahun putra kami yang ketiga saya Langsung dapat telpon dari PROPAM POLDA untuk menindak lanjuti laporan saya, SMS dari Renata POLDA agar membawa legesan KK dan AKTE NIKAH,'' tulis Friska di facebooknya, Selasa (13/2/2018).

Selain itu Friska juga memosting screen shot media yang mengangkat curhatnya.

Friska mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan netizen atas masalah yang dihadapi.

''Saya tak sangka banyak orang yang mendoakan saya,,,dan saya harap tolong tetap bawakan saya dan keluarga saya dalam doa sampai mendapatkan keadilan.''

Pada postingan terbaru ini, Friska terkesan menjawab dan menjelaskan kenapa dia baru sekarang mengumbar aib rumah tangganya.

Friska mengaku melakukan ini karena suaminya tidak menunjukkan iktikad baik menjalankan kesepakatan yang sudah disetujui di depan pengetua adat.

BACA JUGA: Friska, Istri Polisi Mati-matian Beli Mobil, Miris Digunakan Suami Memperlancar Perselingkuhan

Sedangkan Renita Simbolon, wanita yang dituduh Friska merebut suaminya tidak bersedia menanggapi curhat yang viral ini

Melalui chatting di inbox, Selasa (13/2/2018), Renita hanya merespons akan menempuh jalur hukum atas curhat Friska.

Renita mengaku bertemu Edis saat keduanya sudah dalam keadaan single atau tidak terikat perkawinan.

Berikat postingan terbaru Friska:

Maaf saya tak bisa balas satu persatu pesan atau komentar saudara semua… Saya tak sangkah banyak orang yang mendoakan...
Dikirim oleh Friska Siagian pada 13 Februari 2018

Maaf saya tak bisa balas satu persatu pesan atau komentar saudara semua… Saya tak sangkah banyak orang yang mendoakan saya,,,dan saya harap tolong tetap bawakan saya dan keluarga saya dalam doa sampai mendapatkan keadilan… Setelah Curhatan Saya menjadi Viral Senin Pagi tanggal 12 februari tepat di ulang tahun putra kami yang ketiga saya Langsung dapat telpon dari PROPAM POLDA untuk menindak lanjuti laporan saya, dan SMS dari Renata POLDA agar membawa legesan KK dan AKTE NIKAH.
Terima Kasih Atas masukan dan Saran Saudara, teman Dan sahabat semua,,, . Semua masukannya sedikit tidaknya sudah saya laksanakan…
Dimulai dengan secara adat….
Keluarga saya sudah datang bertanya kepada pihak naibaho,,, bagaimana dengan status saya dan anak anak saya? Namun sampai sekarang tak ada kejelasannya…
Sampai akhirnya lapor ke atasannya….
Saat saya melapor ke POLRES SAMOSIR dengan laporan Polisi Nomor: LP/221/XII/2015/SMR tanggal 12 Desember 2014 tentang KDRT pemukulan yang dilakukan suami saya, dan laporan Polisi nomor: LP/126/VI/2015/SPKT/SMR tanggal 22 Juni 2015 tentang penelantaran anak dan istri. Dilakukan mediasi antara saya dan suami saya…. Dan suami memohon agar saya mencabut kedua laporan tersebut dan berjanji akan…
Memberi biaya kepada saya dan anak anak sebesar Rp. 3 jt perbulan
Menjual mobil avanza dan Melunasi hutang saya di bank yang mana saya meminjam untuk membeli mobil tersebut.
Mengembalikan 1 unit Suzuki sogun dan 1 unit pic up milik orang tua saya paling lambat tanggal 31 agustus 2015
Dan apa bila salah satu poin tidak dilaksanakan maka ia bersedia dituntut menurut hokum yang berlaku
Inilah janji suami saya pada saat itu yang mana dilakukan didepan pimpinannya pada saat itu…. Ada yang ditepati,, yaitu:
Mobil avanza dijual dan uangnya diberikan secara tunai sebesar Rp. 130 jt untuk melunasi pinjaman di bank Sumut
Memberikan biaya anak sebesar Rp.27 jt yang mana dimulai bulan februari 1015 s/d oktober 2015
Mengembalikan 1 unit Suzuki sogun.
Suami saya masih sempat pulang kerumah dalam keadaan sakit dan saya merawatnya dengan baik,,, dan setelah sembuh dia berulah kembali,, suami saya membawa kabur hp beserta memori hp saya dimana didalam hp tersebut ada video dan foto yang dikirim PELAKOR kepada saya.
Dan selebihnya tak ada sampai saat ini. Itulah sebabnya saya kembali bertemu atasan suami saya dan atasan suami saya pada saat itu membatalkan isi perdamaian tersebut karena tak ada niat baik dari suami saya dan perkara lanjut.
Di setiap laporan saya ada penyebab terjadinya masalah dalam keluarga kami yaitu diakibatkan oleh PELAKOR, Namun ada beberapa syarat yang harus saya penuhi kata Propam pada saat itu. Jika ingin membuktikan hubungan gelap maka harus tertangkap tangan dalam satu kamar dengan keadaan mesum dan bukti bukti poto tidak bisa menguatkan… dan bukti pun tak saya miliki karna hp berisi sms, foto dan video telah diambil suami saya.
Karena membuntuti suami saya… saya mengalami kecelakaan dalam mengendarai sepeda motor,,, teman teman sekerja menelepon suami saya ,,, suami saya datang… dalam hati mungkin ini jalan yang diberi Tuhan untuk kami berkumpul,,, eh,,, eh,,, tak taunya saya diantar kerumah orang tua saya dalam keadaan tulang tangan saya patah… Tadinya kami ke pakam karena rujukan Ke salah satu rumah sakit dimedan. Suami saya berkata saya pulang dulu mengurus izin agar bisa izin dari kantor dan izin sekolah anak saya noel dan besok saya akan datang lagi menjemput kalian… alhasil jemputan tak pernah datang…
Orang tua saya kesal dengan kejadian itu dan membawa marga siagian yang lain,,, ingin menanyakan bagaimana status saya… keluarlah kata kata dari suami saya… Sudah lebih baik kami BERCERAI….
Lalu karna saya merasa suamiku sudah berkata CERAI.. sudah lah kalau dia(suami saya) mau menceraikan saya silahkan dengan syarat pulangkan saya baik baik dan ajukan perceraian kepengadilan negeri… agar saya tau apa yang menjadi penyabab perceraian ini terjadi…..
Sambil pada saat itu orang tua saya mengurus perpindahan ke Deli Serdang akibat pengaduan anak anak ke opungnya… orang tua saya dan saya berharap dengan perpindahan ke pakam akan memperbaiki hubungan suami akan ikut serta pindah demi anak anak..
Itu pun tak dilakukan sampai saat ini…. Saya berpikir mengapa?? Dan Mengapa??? Kalau dia tak mau begini berarti mau begitu… itu pikir saya,,,, Kembalilah saya menuntut apa yang menjadi hak hak saya dan anak anak….
Disamping itu suami saya masih terus berhubungan degan PELAKOR yang pada saat itu masih isti marga SINAGA,,, Marga sinaga tersebut bolak balik ke POLRES samosir melaporkan kejadian istrinya selingkuh dengan polisi tapi tidak ditanggapi.. itulah pengakuan ito marga sinaga kesaya..
Hingga PELAKOR melahirkan di salah satu rumah sakit di Siantar,,, semua biaya dan yang bertanggung jawab adalah suami saya dan suami saya sudah 3 minggu tak masuk kerja,,, berita ini saya dapat dari PROPAM SAMOSIR dimana saat itu saya mempertanyakan keberadaan suami saya, kejadian ini pada tahun 2015.
Namun saya belum cukup bukti katanya untuk melaporkan kejadian itu,,,,Saya tetap foKus untuk anak dan pekerjaan namun tak lupa masalah harus diselesaikan bukan untuk dihindari. Pergantian pimpinan pun terjadi… pada tahun 2017 saya beranikan menulis surat kepada atasanya,,, mengapa saya yang melaporkan suami berselingkuh harus mencari bukti sendiri,, sementara saya sibuk mencari nafkah dan membesarkan anak anak…
Laporan langsung ditanggapi…. Yang inti isinya bahwa Pelakor RENITA SIMBOLON dan ketiga orang anaknya (2 anak marga sinaga dan 1 hasil hubungan gelap) dan suami saya BRIPKA EDIS DAYANTO NAIBAHO telah tinggal serumah di falifi.
Dan bulan maret 2017 saya datang ke POLDA SUMUT untuk melapor suami saya sudah serumah dengan wanita lain. Laporan ditanggapi dengan kekerasan Psikis dan penelantaran,, semua bukti perselingkuhan dan hasil propam samosir saya berikan… Laporan sempat berhenti dikarenakan suami saya masih menjalani hukuman di samosir,, ini hasil dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan (SP2HP) polda.
Lapor ke propam polda saya bilang suami saya selingkuh… itu sudah ditanggani di samosir dan tak perlu lagi dilapor kata salah satu propam di POLDA SUMUT,,, akhirnya sekarang saya disuruh buat laporan lagi ke polda tentang perselingkuhannya….



LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: medan tribun
loading...

No comments

Powered by Blogger.