Header Ads

Genap Berusia 100 Tahun, Oppung Ini Pernah Minta Didoakan Agar Dipanggil Tuhan

WARTAGAS.COM - Oppu atau Oppung Boru Sihol, demikian orang-orang menyapa perempuan ini, yang memiliki nama asli Jenny Sianturi. Oppu atau Oppung artinya nenek atau eyang.

Genap Berusia 100 Tahun, Oppung Ini Pernah Minta Didoakan Agar Dipanggil Tuhan
Oppung Sihol Boru, genap berusia 100 tahun. Oppung Ini dulunya minta didoakan agar segera dipanggil Tuhan. - Foto: Dokumentasi Marudut Siburian / Tagar.id

Tubuh Oppung Boru Sihol termasuk sudah renta dimakan usia. Oppung lahir 27 Februari 1918 silam di Desa Lobutolong, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Dalam usia tuanya, saat genap berusia 100 tahun atau satu abad, Oppung hanya tinggal di rumah. Bergerak dan beraktifitas hanya di sekitar rumah.

Sekalipun begitu, meski berjalan pincang lantaran kakinya pernah patah beberapa tahun lalu, Oppung tetap saja menjadi orang yang luar biasa. Penglihatannya masih bagus, dia masih bisa membaca. Bahkan, mandi pun Oppung lakukan sendiri.

Genap Berusia 100 Tahun, Oppung Ini Pernah Minta Didoakan Agar Dipanggil Tuhan
Oppung meski berjalan pincang karena kakinya pernah patah, dia masih bisa membaca. Bahkan, mandi pun sendiri. - Foto: Dokumentasi Marudut Siburian / Tagar.id

Oppung menikah dengan pasangannya Jonggi Siburian atau Oppu Sihol Doli sekitar tahun 1943. Hanya saja, 37 tahun lalu, sang suami meninggal dunia, tepatnya pada tahun 1981.

Buah pernikahan mereka dikaruniai 11 orang anak. Enam laki-laki, lima perempuan, yang di antaranya sudah ada yang meninggal dunia.


Masak Arsik

Ditemui di rumahnya di Jalan DI Panjaitan GG Waduk No 19 Pematangsiantar, Oppung pas lagi sarapan di kamarnya. Dia tinggal bersama anak-menantunya Leopolt Siburian/br Manik Sihotang.

“Untuk saat ini inang ini sudah tidak kami izinkan lagi memasak, tapi kurang lebih enam bulan yang lalu dia masih mau memasak selagi kami pergi ke gereja,” tutur menantunya br Manik Sihotang.

Cucunya malah pernah mengabadikan fotonya sewaktu Oppung memasak di dapur sendirian.

Oppung sedang menggoreng. Oppung ini paling suka masak arsik. “Mau ikan apapun itu selalu diarsiknya, bahkan ikan teri juga sering diarsiknya. Menyambal ikan goreng pun pasti dibuat kunyit dan kami sering memakannya,” terang Marudut Siburian, salah seorang cucunya mengatakan
Oppung sedang menggoreng. Oppung ini paling suka masak arsik. “Mau ikan apapun itu selalu diarsiknya, bahkan ikan teri juga sering diarsiknya. Menyambal ikan goreng pun pasti dibuat kunyit dan kami sering memakannya,” terang Marudut Siburian, salah seorang cucunya mengatakan. - Foto: Dokumentasi Marudut Siburian / Tagar.id


“Kita takut kadang dia kurang tepat mematikan gas,” ujar br Manik Sihotang lagi.

Marudut Siburian, salah seorang cucunya mengatakan, dulunya Oppung ini suka masak arsik.

“Mau ikan apapun itu selalu diarsiknya, bahkan ikan teri juga sering diarsiknya. Menyambal ikan goreng pun pasti dibuat kunyit dan kami sering memakannya,” terangnya.


Bosan Hidup

Ada sesuatu yang unik dari Oppung ini. Apabila penyair Chairil Anwar menyatakan ‘aku ingin hidup seribu tahun lagi’, namun tidak demikian dengan Oppung ini. Sebagaimana diceritakan cucunya Nurmala br Siburian (38 thn), dulunya Oppung ini justru minta didoakan agar segera dipanggil Tuhan.

Dia minta didoakan begitu karena sudah bosan hidup. Tidak seperti Chairil Anwar yang akhirnya dipanggil Tuhan dalam usia muda.

“Dan saya menjawab, meskipun kami berdoa tapi kalau Tuhan belum merestui, Oppung masih akan hidup sampai Tuhan memanggil kelak,” kata Nurmala br Siburian.

Genap berusia satu abad, Oppung hanya tinggal di rumah. Bergerak dan beraktifitas hanya di sekitar rumah
Genap berusia satu abad, Oppung hanya tinggal di rumah. Bergerak dan beraktifitas hanya di sekitar rumah. - Foto: Dokumentasi Marudut Siburian / Tagar.id

Saat ini tak dapat dipastikan berapa banyak sudah jumlah keturunan Oppu Sihol Boru. Pasalnya, sudah banyak yang merantau. Ada pula yang sudah lama tak berkabar berita. Tapi menurut Marudut lebih kurang 180 oranglah keturunannya, mulai dari anak-menantu-cucu-cicit-cicitnya. Bahkan cucunya sudah ada yang punya cucu.

“Kadang saking banyaknya keturunannya kalau jumpa di suatu acara kita gak saling kenal lagi, harus ditanyakan kamu anak siapa atau cucu siapa. Karena jarang berjumpa,” jelas Marudut mengundang senyum.

Selamat merayakan Hari Perempuan Internasional, ya Oppung. [*]


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Sumber: Tagar.id
loading...

No comments

Powered by Blogger.