Header Ads

PDIP: Kalau Prabowo yang ke Istana, Apa Ada Masalah ?

WARTAGAS.COM - Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menyebut pertemuan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara merupakan abuse of power. Menurutnya, ada beberapa prinsip yang dilanggar oleh Jokowi dengan adanya pertemuan tersebut.

PDIP: Kalau Prabowo yang ke Istana, Apa Ada Masalah ?
Presiden Joko Widodo bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016) - Foto: net

"Penyalahgunaan kekuasaan itu, abuse of power. Artinya bahwa masih Pak Jokowi sekarang memperlihatkan sikap yang kebelet sehingga beliau mengabaikan beberapa prinsip yang seharusnya sebagai presiden tak dilakukan," kata Ferry di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3).

Ferry berpandangan, langkah Jokowi mengundang PSI ke Istana Negara merupakan 'blunder'. Meski bertujuan untuk membahas strategi pemenangan di 2019, menurutnya ada keanehan pada hal itu.

"Mengundang salah satu parpol dan membicarakan materi yang menurut saya absurd. Kiat atau strategi pemenangan di 2019 aneh menurut saya," tutur Ferry.

Ia kemudian mengaitkan pertemuan tersebut dengan bergabungnya mantan staf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sunny Tanuwidjaja ke PSI. Ferry menaruh kecurigaan ada perlakuan khusus yang diberikan Jokowi kepada partai besutan Grace Natalie tersebut.

"Setelah saya ketahui di balik PSI ada Pak Sunny, bisa jadi Pak Ahok memang partai ini sejak awal sudah memiliki keistimewaan di mata Jokowi. Karena orang yang berada di belakang parpol itu memiliki kedekatan hub ungan dengan Pak Jokowi, karena ada Sunny," ujarnya.

Seperti diketahui, PSI bertemu dengan Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu. Pada pertemuan itu, PSI mengaku dapat tips untuk memenangkan Pemilu 2019 dari Jokowi.

BACA JUGA: Gerindra Kritik Pertemuan Jokowi dan PSI di Istana Negara

"Jadi kita silaturahmi sekaligus Pak Jokowi memberikan tips-tips bagaimana agar PSI mencapai target menang Pemilu 2019. Beliau banyak ngasih ide dan seru-seru. Keren-keren idenya," ujar Ketum PSI Grace Natalie usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/3).

Kalau Prabowo
Sejumlah partai yang beroposisi dengan pemerintah mengkritik pertemuan Presiden Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Istana Negara. Namun, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga menuturkan bahwa pertemuan tersebut memang sudah sepatutnya dilakukan oleh seorang Presiden.

"Pak Jokowi itu baik sekali, artinya mengajak semua partai untuk berbicara dan berkomunikasi. Dan itu patut dilakukan oleh seorang pemimpin," kata Eriko usai diskusi di Warung Daun.

Ia menuturkan, tidak masalah jika ada pihak yang mengkritik pertemuan tersebut. Sebab menurut Eriko, permasalahan itu hanya terkait sudut pandang personal publik.

"Ini kan hal yang biasa saja. Tinggal bergantung dari sisi mana kita melihat. Bagaimana kalau kemudian kalau yang datang itu Pak Prabowo ke Pak Jokowi. Ada masalah kah? Kan tidak. Tentu ada anggapan nantinya ini mau jadi capres atau cawapres. Itu kan sesuatu tanggapan yang wajar saja," ungkapnya.

"Artinya beliau (Jokowi) ingin bertemu dengan orang-orang muda. Tapi kan orang muda kadang-kadang menyampaikan bahwa ini adalah suatu pendukungan, sah-sah saja dan nggak masalah," imbuhnya.

Ketum Gerindra Prabowo Subianto memang pernah datang ke Istana Negara untuk menemui Jokowi. Tak hanya itu, Jokowi juga pernah menerima Ketum Partai Demokrat yang juga Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. (detikcom/hariansib)


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI


loading...

No comments

Powered by Blogger.