Header Ads

Pengurus MUI Diharapkan Jadi Pilar Mempertahankan Siantar Kota Toleransi

WARTAGAS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengukuhkan pengurus MUI Kota Pematangsiantar periode 2017-2022.

Pengurus MUI Diharapkan Jadi Pilar Mempertahankan Siantar Kota Toleransi
Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah menyalami pengurus MUI Kota Pemtangsiantar periode 2017-2022 usai dikukuhkan di Pujasera, Minggu (4/3/2018) - Foto: Tribun Medan/Dedy Kurniawan

Melansir dari medan.tribunnews.com, Pengurus MUI Kota Pematangsiantar periode 2017-2022 dikukuhkan langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof Abdullah Syah di Hall Pujasera, Jalan WR Supratman, Minggu pagi (4/3/2018).

Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah yang turut hadir mengharapkan MUI Siantar bisa terus bersama-sama menciptakan situasi tertib, aman dan kondusif, terutama dalam menjaga toleransi sesama umat beragama, antar suku.

"Mari terus menjaga suasana aman dan kondusif di kota yang terkenal dengan toleransinya. Sekarang kita sedang menyongsong pelaksanaan Pilkada serentak Gubsu, dan kita yakinkan kota ini tetap aman dan kondusif tanpa ada menyinggung masalah suku, agama ras dan antar golongan," katanya.

Ketua MUI Kota Pematangsiantar, M Ali Lubis yang terpilih ketiga kalinya pada Musda VI, Minggu (11/2/2018) lalu, mengatakan, MUI adalah lembaga pengabdian, perjuangan dan lembaga dakwah tanpa imbalan seperti yang diperoleh di tempat lain. Dia mengatakan bahwa ulama diibaratkan sebagai lampu penerang di tengah-tengah masyarakat, kepengurusannya dituntut memiliki budi pekerti yang baik.

"MUI Kota Pematangsiantar dalam mendukung program pemerintah kota, butuh dukungan semua pihak. Kota Pematangsiantar memiliki predikat kota paling toleran di Indonesia, mari pertahankan predikat itu tanpa mencampuri urusan agama orang lain, artinya kita harus saling menjaga kerukunan itu, kata Ketua MUI terpilih, M Ali Lubis

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Zulkarnain Nasution mengatakan bahwa kepengurusan yang dikukuhkan sebanyak 164 orang merupakan jumlah yang relatif besar, sehingga, muncul optimisme bahwa pelaksanaan visi dan misi yang wajib dipahami dapat dituangkan melalui program kerja untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Dijelaskannya, Majelis Ulama adalah tenda besar bagi umat Islam agar terhindar dari berbagai aliran sesat yang bermunculan. Katanya tugas menegakkan keadilan yang jadi visi dan misi sejalan dengan tugas TNI dan Polri untuk mencegah perbuatan yang tidak baik dan mengajak umat untuk berbuat baik, terpuji serta mulia.

"Jumlah kepengurusan MUI Kota Pematangsiantar yang relatif besar, diharapkan semua berfungsi dengan sebaik-baiknya, ulama sebagai pewaris nabi yang mewariskan ilmu, bertujuan untuk memberi pencerahan kepada ummat Islam," terangnya.

Pengurus MUI pematangsiantar 2017-2022 yang dikukuhkan antar lain, Ketua Umum M Ali Lubis, Wakil Ketua Umum Zainal Siahaan. Diikuti 12 unsur ketua. Sekretaris Umum, H Akhmad Ridwansyah Putra dan lima unsur sekretaris. Bendahara Umum, Badri Kalimantan serta serta unsur bendahara.

Selanjutnya, kepengurusan dilengkapi dengan Komisi Fatwa, Komisi Ukuwah Islamiyah, Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat.

Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Ulama, Komisi Pengkajian dan Penelitian, Komisi Hukum dan Perundang-undangan, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat, Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga, Komisi Informatika dan Komunikasi.

Komisi Hubungan antar Ummat Beragama, Komisi Hubungan Antar Daerah dan Kerjasama Wilayah serta Komisi Pemuda dan Pembinaan Seni Budaya Islam.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Laporan: tim
Sumber: Tribun Medan
loading...

No comments

Powered by Blogger.