Header Ads

Pilgubsu! JR Saragih Diberi Waktu 7 Hari

WARTAGAS.COM - Bawaslu Sumut mengabulkan sebagian permohonan bakal Cagub JR Saragih dalam musyawarah penyelesaian sengketa pencalonan Pilgub Sumut 2018. Putusan itu dibacakan majelis musyawarah, Sabtu (3/3) malam. Dengan putusan itu, JR diberi kesempatan selama tujuh hari kerja semenjak KPU melaksanakan putusan untuk menyerahkan kembali legalisir ijazah SMA yang baru ke KPU untuk melengkapi syarat calon.

Pilgubsu! JR Saragih Diberi Waktu 7 Hari
Bakal pasangan calon yang diusung Partai Demokrat, PKB dan PKPI, JR Saragih-Ance Selian (dua dan tiga kanan) optimis jadi peserta Pilgubsu usai pembacaan putusan dalam musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada di Kantor Bawaslu Sumut, Jumat (3/3). - Foto: hariansib.com

Majelis musyawarah yang dipimpin anggota Bawaslu Sumut Hardi Munte juga memerintahkan KPU Sumut membatalkan Surat Keputusan KPU Sumut nomor 07/PL.03.3/Kpt/12/prov/II/2018 tertanggal 12 Februari 2018 tentang penetapan Paslon Pilgub Sumut tanggal 12 Februari yang mencoret JR-Ance. Ada 8 poin putusan majelis yang dibacakan majelis musyawarah.

Pertama, mengabulkan permohonan sebagian. Kedua, memerintahkan pemohon untuk melakukan legalisir ulang ijazah SMU pemohon kepada instansi yang berwenang yakni Suku Dinas Pendidikan setingkat dengan kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ketiga, memerintahkan pemohon menyerahkan fotokopi ijazah yang telah dilegalisir oleh pihak yang berwenang sesuai dengan peraturan yang berlaku kepada termohon dalam suatu tanda terima khusus.

Keempat, memerintahkan kepada termohon untuk menuangkan hasil pelaksanaan legalisir ulang fotokopi ijazah pemohon ke dalam berita acara yang ditandatangani oleh pemohon dan termohon dan menjadi dasar bagi termohon untuk menentukan status keterpenuhan dari kelengkapan dokumen persyaratan pendidikan pemohon dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018.

"Kelima terhadap amar putusan 2, 3 dan 4 tersebut di atas dilaksanakan paling lama 7 hari kerja sejak putusan ini dilaksanakan oleh termohon," kata Hardi.

Lalu keenam, majelis memerintahkan KPU Sumut untuk membatalkan SK KPU nomor 07/PL.03.3/Kpt/12/prov/II/2018 tertanggal 12 Februari 2018 dan menerbitkan SK yang baru bilamana pelaksanaan legalisir ulang fotokopi ijazah SMA milik pemohon telah memenuhi syarat, sebagaimana yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Tujuh, memerintahkan kepada termohon untuk menindaklanjuti putusan ini paling lama 3 hari kerja sejak diputuskan. Delapan menolak permohonan pemohon untuk selebihnya," tandas Hardi.

Putusan pimpinan majelis ini didasarkan pada pertimbangan adanya sejumlah kesalahan pada proses verifikasi yang dilakukan KPU Sumut beberapa waktu lalu. Di antaranya, mereka langsung menyatakan fotokopi ijazah JR Saragih tidak memenuhi syarat, padahal keabsahan ijazahnya belum terkonfirmasi.

Selain itu, KPU Sumut seharusnya bertindak sesuai Permendikbud No 29 Tahun 2014 dan pasal 50 ayat 1 PKPU 3 Tahun 2017 soal pemcalonan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 terkait legalisasi fotokopi ijazah sekolah yang sudah tutup. Berdasarkan aturan, legalisasi itu ternyata merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, bukan Dinas Pendidikan Provinsi seperti fotokopi yang digunakan sebelumnya.

Dengan putusan ini, peluang JR-Ance untuk menjadi Paslon di Pilgub Sumut terbuka lebar.
Bupati Simalungun ini berpeluang untuk ditetapkan sebagai Paslon bersama Ance bila ijazah JR dinyatakan sah setelah dilegalisir. Pasca putusan ini, JR menyatakan optimismenya. Ia mensyukuri apa yang menjadi keputusan Bawaslu Sumut.

"Yang pertama terimakasih pada Tuhan, sama-sama kita mendengar majelis membatalkan keputusan KPU yang menyatakan kami tidak bisa maju, sehingga gugatan kami dikabulkan. Dan sekaligus melengkapi administrasi dengan meleges kembali ijazah sesuai prosedur. Kalau lihat putusan tadi berarti JR-Ance akan ikut dalam rangka Pilgub Sumut yang di tunggu-tunggu masyarakat," kata JR.

Bupati Simalungun dua periode ini kemudian mengucapkan terimakasihnya kepada Bawaslu atas putusan ini. Juga kepada KPU dan kepolisian yang telah menjaga kondusivitas. "Terimakasih pada semua pecinta JR. Saya berikan apresiasi mereka selalu membuat nyaman, tidak ada keributan. Itu yang kita harapkan semoga Sumut semakin maju," ungkapnya.

Sementara itu komisioner KPU Sumut Benget Silitonga seusai musyawarah mengatakan, pihaknya hingga kini masih menunggu salinan putusan dari majelis musyawarah. Nantinya, mereka akan mempelajari putusan tersebut. "(Salinan putusan) belum kita terima dan nanti kita pelajari secara menyeluruh. Jadi kita sedang menunggu salinan putusan," kata Benget.

Dia mempertanyakan amar putusan tentang pembahasan Suku Dinas kabupaten/kota yang dianggap majelis sebagai dasar instansi berwenang untuk melegalisir ijazah.

"Soal legalisir Suku Dinas dan sebagainya. Kok bisa lari ke Suku Dinas. Sementara fakta-fakta di persidangan yang melegalisirkan Dinas Pendidikan Pemprov DKI (Jakarta) dan sekarang malah ke Suku Dinas kabupaten/kota yang menurut kami telah meloncat dari fakta yang ditemukan dalam persidangan," pungkas Benget.

Sambut Putusan
Sementara itu, ratusan massa pendukung bakal pasangan calon JR Saragih-Ance Selian yang sejak siang hingga malam hari sudah hadir di kantor Bawaslu Sumut langsung bergembira menari-nari sesaat setelah mengetahui isi putusan musyawarah. Ratusan pendukung langsung menyanyikan yel-yel JR-Ance Satu.

Teriakan lain juga terdengar mengatakan bahwa masih ada keadilan di negeri ini. Setelah putusan dibacakan dan pimpinan menutup musyawarah, JR-Ance beserta rombongan yang mengikuti musyawarah di ruang sidang, langsung keluar menuju pendukung yang sudah menanti kedatangan mereka. Spontan, massa pendukung menyambut mereka dengan sukacita. Pantauan wartawan, arus jalan terpaksa dialihkan pihak kepolisian yang mengawal persidangan. Setelah JR-Ance masuk ke mobil meninggalkan kantor Bawaslu, akhirnya massa pendukung membubarkan diri dari kantor tersebut dengan tertib.

Diketahui, musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada ini sudah berlangsung sejak Selasa (20/2). Sidang kemarin digelar setelah pihak JR-Ance memohonkannya ke Bawaslu Sumut beberapa waktu lalu. Permohonan itu dibuat karena KPU Sumut menyatakan mereka tidak memenuhi syarat sehingga hanya menetapkan 2 pasang calon, yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

KPU menyatakan mendapati permasalahan pada legalisasi fotokopi ijazah SMA JR Saragih. Meski JR memegang surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang mensahkan fotokopi ijazahnya, namun KPU Sumut mendapat surat yang ditandatangani Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menyatakan mereka tidak pernah melakukan legalisasi terhadap fotokopi ijazah JR Saragih.

Dikawal Seribuan Personil
Sebelumnya, 1.042 personil gabungan Poldasu dan Polrestabes Medan beserta jajaran diturunkan untuk mengamankan sidang putusan di Kantor Bawaslu Sumut Jalan H Adam Malik Medan. Dalam pengamanan yang berlangsung hingga sekira pukul 20.30 WIB itu, seribuan personil Polri itu dilengkapi dengan persenjataan lengkap.

Kepada wartawan di lokasi, Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw mengaku, dirinya mengucapkan terimakasih serta memberikan apresiasi kepada personil Polri yang telah menjalankan tugas pengamanan itu dengan baik. Ucapan terimakasih dan apresiasi juga disampaikan mantan Kapolda Papua itu kepada massa simpatisan pasangan calon, yang sudah bekerjasama menjaga situasi sidang berjalan kondusif hingga selesai.

"Tentunya, saya ucapkan terimakasih kepada personil yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Juga apresiasi kepada massa pendukung Paslon yang sudah menjaga situasi tetap kondusif. Saya harapkan, situasi aman dan terkendali ini dapat terus terjaga," tegasnya.

Sementara, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting menjelaskan, seribuan personil gabungan itu terbagi atas 107 personil Sat Sabhara Polrestabes Medan, 172 personil Batalyon C Polrestabes Medan, 136 personil gabungan Polsek sejajaran, 200 personil Dit Sabhara Poldasu, 250 personil Brimobdasu.

"Kemudian, ditambah 85 personil Polwan, 10 personil Intel, 31 personil Sat Narkoba Polrestabes Medan, dan 21 personil Sat Reskrim Polrestabes Medan," ujarnya.

Ditambahkan, untuk mendukung seribuan personil itu, pihaknya juga menurunkan sejumlah kendaraan khusus (Ransus) antara lain 1 unit Publik Address Sat Sabhara Polrestabes Medan, 2 unit AWC, 1 unit APC, 1 unit Sec Door Sabhara, 3 unit Security Barrier, serta 2 unit Mobil Water Cannon Brimob.

"Untuk memaksimalkan jalannya pengamanan, kami menurunkan sejumlah kendaraan taktis," tambahnya. (Hariansib)


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Relawan JR- Ance Aksi Demo di Kantor Bawaslu Sumut



loading...

No comments

Powered by Blogger.