Header Ads

Polisi Dalami Pratik Sewa Helikopter Angkut Pengantin di Siantar

WARTAGAS.COM - Netizen dibuat heboh oleh video helikopter yang membawa sepasang pengantin yang dibawa terbang di langit Pematang Siantar, Sumatera Utara yang kemudian mendarat di Lapangan H Adam Malik. Peristiwa itu menjadi heboh setelah rekaman video tersebut beredar pada Minggu 25 Februari silam.

Polisi Dalami Pratik Sewa Helikopter Angkut Pengantin di Siantar
Viral Royal Wedding Siantar Pengantin Terbang Naik Helikopter

Karomultimedia Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait helikopter milik Baharkam Polri yang memang dipakai untuk acara nikahan.

“Itu sedang pendalaman. Memang dari konfirmasi yang saya lakukan kepada Bidang Humas Sumatera Utara memang terjadi ada yang menikah menggunakan sarana helikopter itu,” kata Rikwanto di SMK Tarbiyah Islamiyah di Jalan Tawakal Raya, Jakarta Barat, Sabtu (3/3).

Mantan Karopenmas Divhumas Mabes Polri ini pun menegaskan, kalau pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Pendalaman yang akan dilakukan oleh pihaknya itu terutama dalam masalah penyewaan helikopter jenis Bolcow, yang saat itu tulisan POLISI ditempel ‘F & T’ yang diduga sebagai inisial kedua mempelai.

“Ini sedang didalami terkait dengan pelayanan masyarakat dalam kaitan simbiosis mutualisma (sama-sama saling menguntungkan) polisi dekat dengan masyarakat atau ada unsur tertentu dalam tanda petik sewa tadi ya. Masih didalami,” tegasnya.

Namun, dirinya tak menampik kalau fasilitas negara bisa digunakan oleh masyarakat tapi bukan dalam kategori menyewa. Dirinya memberi contoh ketika suatu sekolah melakukan kunjungan ke Polri atau TNI, dan saat itu pasti para siswa diperbolehkan untuk menaiki kendaraan aparat tersebut.

“(Sanksi) Kalau sewa itu sudah masalah, tapi kalau kaitan dekat dengan masyarakat tidak masalah. Kan banyak kunjungan TK ke polisi naik-naik mobil keliling, ke Brimob naik panser itu biasa-biasa saja itu dalam rangka mendekatkan dengan masyarakat,” jelasnya.

Terkait video heboh helikopter pengantin, Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw sejak awal menegaskan jika benar terjadi penyewaan maka itu bentuk penyalahgunaan aset negara. Paulus memastikan helikopter polisi tidak boleh dipakai warga biasa untuk berkeliling. Jika itu terjadi, maka dia akan memberikan tindakan pada personel yang terlibat.

Untuk kasus tersebut, dia berjanji segera menyelidiki dengan menurunkan tim Propam dan Intel. “Kalau memang nanti terdapat pelanggaran-pelanggaran baik itu aturan etika maupun kalau ada pidana ya sesuaikan aturan yang berlaku. Kita akan tindak tegas,” jelas Paulus.

Hasil penyelidikan sementara, lanjut Paulus, ternyata benar helikopter tersebut dipakai pengantin yang akan menikah di Pematang Siantar. Namun persoalan ini diserahkan sepenuhnya ke Mabes Polri sebagai pemilik aset. Berdasarkan temuan tim klarifikasi, yang diketuai Irwasda Polda Sumut, Heli itu berada di sana dalam rangka membantu proses pernikahan.

BACA JUGA: AKHIRNYA TERUNGKAP! Kapolda Akui Helikopternya Dipakai Warga untuk Nikahan, Kasusnya Ditangani Mabes

“Tentang prosedur, saya harus katakan itu unprosedur. Unprosedur artinya tidak sesuai dengan prosedur,” ungkap Paulus.

Kasus ini akan diproses lebih lanjut. Tidak tertutup kemungkinan pihak keluarga pengantin juga akan dipanggil. Dugaan peminjaman atau sewa-menyewa juga akan ditelusuri. Namun dia menegaskan penyelenggara hajatan itu tidak terkait dengan keluarga besar kepolisian. Dia menduga yang terjadi adalah hubungan personal yang dibangun para pihak sedemikian rupa.

“Personal pilot, karena kewenangan alat kan ada di merek. Kecuali nanti ada perintah dan petunjuk lebih lanjut, (agar) kita lakukan penyelidikan dan penyidikan dan sebagainya di sini untuk mendalami itu semua, baru kami akan lakukan,” sambung Paulus.

Lhat Videonya di bawah ini

#Video Viral Royal Wedding Siantar Pengantin Terbang Naik Helikopter

#Video Viral Royal Wedding Siantar Pengantin Terbang Naik Helikopter

SIARAN PERS TENTANG PENJELASAN POLDA SUMUT MENGENAI BERITA SEPASANG PENGANTIN YANG MENGGUNAKAN HELIKOPTER POLRI

Adanya Video tentang Helikopter Polisi yang mengangkut pasangan Pengantin di Kota Pematang Siantar pada hari Minggu tanggal 25 Februari 2018 pukul 11.00 Wib yang Viral di Media Sosial.

Menanggapi tentang beredarnya Video tersebut, Polda Sumut melalui Kabid Humas Kombes Pol Dra. Rina Sari Ginting menjelaskan bahwa pada hari Minggu tanggal 25 Februari Jam 10.00 Wib, Kru Helikopter Polda Sumut melaksanakan Maintenance Flight setelah Pengecekan Radio Helikopter, yang mana pengecekan radio tersebut membutuhkan jarak Frekuensi sekitar 25 nm, antara Helikopter dengan Bandara. Setelah dilakukan pengecekan hasilnya kurang bagus, sehingga Pilot Helikopter atas nama Iptu Togu memutuskan untuk mendarat dulu dan mencari lapangan terdekat guna dilakukan pemeriksaan oleh tehnisi, akhirnya helikopter mendarat disebuah lapangan yang terletak di samping Mapolres Pematang Siantar yang akhirnya diketahui namanya Lapangan Haji Adam Malik.

Pada saat pengecekan radio oleh tehnisi, dilapangan tersebut sedang ada calon pengantin yang sedang melaksanakan foto Pre Wedding, kemudian mereka menemui Pilot atas nama Iptu Togu untuk meminta foto dekat helikopter polisi yang sedang mendarat, sebagai rasa kebanggaan mereka foto dekat helikopter Polri dan di izinkan mengambil foto disamping helikopter oleh pilot. Setelah pemeriksaan oleh tehnisi dan radio selesai, pilot melanjutkan penerbangan ke Lanud Soewondo untuk mengisi BBM dan selanjutnya kembali Ke Mapolda Sumut.

Jadi tidak benar bahwa Helikopter Polri digunakan untuk mengangkut pasangan calon pengantin.

Medan, 28 Februari 2018
Dikeluarkan oleh: Subbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, Alamat Jln. SM.Raja no. 60 KM, 10,5 Medan, Telp: 061-7870353. Kontak Person: Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP M.P Nainggolan, HP. (0813 7516 3849- 0812 6266 700).

Sumber: https://youtu.be/tdze9WJioAY

Dikirim oleh GAS Peduli pada 3 Maret 2018

Sesuai aturan, kata dia, helikopter Polri tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, kecuali untuk dinas. Karenanya, apabila terbukti terjadi pelanggaran, akan ada proses selanjutnya.

“Kalau seandainya diminta, Polda Sumut (akan menangani). Kalau tidak, sepenuhnya itu diserahkan kepada ankum di Mabes Polri.Kalau nanti Mabes yang menangani, ya itu nanti Mabes,” jelas Paulus.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Alamak! Oknum LSM dan Mantan Tentara Diduga Bandar Narkoba Ditangkap Polres Simalungun




Laporan: tim
Sumber: medantoday.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.