Header Ads

Polri Tegaskan Pengendara yang Merokok dan Dengar Musik Tak Ditilang

WARTAGAS.COM - Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagara menegaskan pihaknya tidak akan menilang para pengendara yang merokok dan mendengarkan musik saat berkendara. Pengendara ditilang jika melakukan aktivitas yang menganggu konsentrasi mengemudi.

Polri Tegaskan Pengendara yang Merokok dan Dengar Musik Tak Ditilang
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra - Foto:
detikcom/hariansib

"Sudah saya sampaikan memang, untuk yang merokok, mendengarkan musik itu tidak ditilang, saya ulang lagi, tidak ditilang. Hanya apabila pengendara mengendarai kendaraannya dengan tidak wajar dan tidak konsentrasi. Tentunya melanggar aturan," kata Halim saat menghadiri acara launching sistem penerbitan izin aplikasi online di Pintu Masuk CFD, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (4/3).

Halim memberikan contoh saat menggunakan telepon genggam adalah salah satu aktivitas yang mengganggu konsentrasi. Ia menilai bila seseorang tengah asyik menggunakan telepon selular saat berkendara dapat memicu pelanggaran bahkan kecelakaan.

"Terjadi kecelakaan kalau pegang HP terus malah melanggar rambu, jadi bisa saja ditilang," ujar Halim.

Namun hal itu berbeda bila pengendara mendengarkan musik dengan menggunakan headset. Menurut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, penggunaan headset bisa mengganggu konsentrasi berkendara dan bisa ditilang.

Kurangnya konsentrasi pengemudi dalam berkendara ini menjadi salah satu faktor kecelakaan yang sering dijumpai polisi.

BACA JUGA: Alamak! Bikin Kaget, ternyata Dengar Musik dan Merokok saat Mengemudi Diancam Hukuman 3 Bulan!


Pakai GPS Sambil Nyetir
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagara menegaskan pihaknya akan menilang para pengemudi ojek online (online) yang kerap kali membuka GPS ataupun HP saat berkendara. Menurut Halim, aktivitas itu melanggar aturan dalam berkendara.

"Penggunaan GPS atau HP itu dilarang, sudah ada ketentuannya dalam pasal 106. Kami akan tilang," kata Halim.

Menurut Halim menggunakan telepon genggam (HP) saat berkendara dapat mengganggu konsentrasi. Hal ini sesuai dengan UU Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 106.

Adapun isi Pasal 106 Ayat 1 adalah:

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sedangkan sanksi terhadap pelanggar akan dikenai hukuman penjara tiga bulan atau denda sebesar Rp 750 ribu. Hal ini tercatat dalam Pasal 283 yang menyebutkan:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). (detikcom/hariansib).


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Ngakak, Kerbau Lepas Dan Lari-lari di Jalan Raya, Pemiliknya Pontang-Panting



loading...

No comments

Powered by Blogger.