Header Ads

Prabowo Jadi Bahan Tertawaan Penulis Novel 'Ghost Fleet', Belum Apa-Apa Sudah Bikin Malu Indonesia

Ternyata pidato Prabowo soal ramalan Indonesia akan bubar di tahun 2030 berdampak luas. Tidak hanya mempermalukan diri sendiri dan partai pendukung, tapi mempermalukan Indonesia di kancah Dunia. Tidak hanya Jokowi yang menertawai pidato Prabowo, penulis novel 'Ghost Fleet' yang menjadi rujukan Prabowo pun ikut menertawakan pidato Prabowo. Pedih!

Prabowo Jadi Bahan Tertawaan Penulis Novel 'Ghost Fleet', Belum Apa-Apa Sudah Bikin Malu Indonesia
Peter Warren Singer Foto: dok. pwsinger.com / detikcom

Penulis novel 'Ghost Fleet', Peter Warren Singer, mengunggah foto Ketum Gerindra Prabowo Subianto. 'Ghost Fleet' adalah novel tentang perang masa depan yang di dalamnya menceritakan Indonesia sudah tidak ada alias bubar.

"Pemimpin oposisi Indonesia mengutip #GhostFleet dalam pidato kampanye berapi-api," tulis Singer lewat akun Twitter @peterwsinger seperti dikutip detikcom, Kamis (22/3/2018).

Singer juga mencantumkan tautan sebuah media berbahasa Inggris yang memberitakan tentang Prabowo mengutip novelnya. Singer menyebut ini sebagai hal yang tak terduga.

"Ada banyak liku dan perubahan tak terduga dari pengalaman buku ini, tapi inimungkinmengambilbagiannya..,"tulisSinger lagi.

Novel 'Ghost Fleet' memang menceritakan perang antara Amerika Serikat dan China. Singer juga me-mention rekannya yang ikut menulis 'Ghost Fleet', August Cole.

"Fiksi, bukan prediksi kan?" balas Cole.

"Tanyakan ke Jenderal Indonesia,"jawabSinger.

BACA JUGA: Penulis Novel 'Ghost Fleet' Posting Foto Prabowo di Twitter

Ternyata kehebohan yang terjadi di Indonesia tersiar ke belahan dunia yang lain. Cole dan Singer tentu tidak menduga karya fiksinya dijadikan rujukan oleh salah satu calon presiden untuk berkampanye. Kekagetan Cole dan Singer semakin mempertegas bahwa apa yang ditulis keduanya tidak berdasarkan kajian, namun murni hanya fiksi dan fiksi. Tidak ada kajian ilmiah yang mengatakan Indonesia bisa bubar di tahun 2030. Makannya mereka kaget kok bisa-bisanya menjadi rujukan seorang yang hendak nyapres. hehe

Latar belakang Prabowo memang sangat meragukan. Prabowo hanya punya pengalaman militer. Saya tidak yakin Prabowo rajin membaca buku, melakukan kajian secara mendalam, berdiskusi dengan para intelek sebelum melemparkan pendapatnya di hadapan publik. Pidato Prabowo memang sangat menelanjangi dirinya, membuka mata publik tentang kualitas Prabowo yang bisa dikatakan parah untuk ukuran orang yang hendak nyapres.

Pada akhirnya teka-teki mengapa Prbowo terus gagal menjadi presiden makin terkuak. Mungkin karena ini yang membuat Prabowo sulit menjadi presiden. Bisa dibayangkan apa jadinya Indonesia jika Prabowo yang menjadi presiden. Alih-alih bisa membuat Indonesia disegani oleh negara-negara lain di dunia, yang ada justru menjadi bahan tertawaan masyarakat dunia. Apa yang bisa kita harapkan dari seorang yang belum apa-apa sudah bikin malu Indonesia?

Saya kira ini blunder terbesar yang dilakukan oleh Prabowo. Sampai saat ini, tidak ada pembelaan secara frontal dari kader-kader Gerindra. Mereka kemungkinan bingung mau membela dengan cara apa karena bisa jadi dalam hati mereka ikut tertawa mendengar pidato Prabowo yang ternyata merujuk ke novel fiksi.

Fahri Hamzah yang biasanya peka dan reaktif, kali ini lebih fokus ke urusan dengan Sohibul Iman. Fadli Zon yang dikenal manusia cerdas dan berintelek juga belum buka suara. Sepertinya dia sadar bahwa pidato Prabowo sangat bodoh. Fadli Zon bingung mau membela Prabowo dengan cara seperti apa. Hehe

Partai-partai pendukung Prabowo juga terlihat bingung mau membela dengan cara seperti apa. Mereka hanya membuat peryataan bahwa Prabowo sering membaca buku, berdiskusi dengan intelek, dan melakukan kajian. Pernyataan ini bertujuan untuk membantah bahwa pidato Prabowo merujuk ke novel fiksi. Minimal bisa mengurangi cemooh dan cacian masyarakat.

Rakyat Indonesia patut bersyukur karena Prabowo selalu gagal menjadi presiden. Saya yakin jika sampai menjadi presiden, kita rakyat Indonesia tidak akan merasa bangga menjadi warga negara Indonesia karena Presidennya hanya bikin malu Indonesia di kancah dunia. Beruntung sebelum Pilpres 2019 bergulir, Prabowo telah membuat blunder besar. Mungkin ini bisa jadi pertimbangan Gerindra apakah akan tetap nekat mengusung Prabowo yang citranya makin memburuk, atau akan mengusung calon lain.

Saya kira saat ini kubu Gerindra sedang pusik, panik, memikirkan cara untuk menetralisir blunder Prabowo. Saat ini kubu mereka sedang menjadi bahan tertawaan masyarakat, tidak hanya di Indonesia, mungkin juga di kancah internasional. Fadli Zon mungkin sedang pusing melakukan kajian yang selogis mungkin untuk membenarkan pidato Prabowo. Fadli Zon mungkin harus menggadaikan nalar sehatnya untuk membela Prabowo. Hehe


BACA JUGA: Presiden Tertawa saat Ditanya Pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Hati-hati Penelpon Penipuan Mengatasnamakan Petugas Grapari Telkomsel, Ini Cara Mengerjainya





Penulis: Saefudin Achmad
Sumber: seword
loading...

No comments

Powered by Blogger.