Header Ads

Pria Bermarga Ginting ini ‘Ogapi’ Rombongan DPRD Simalungun dengan Ngaku Sebagai Adik Bupati dan Orang Dekat Presiden RI

WARTAGAS.COM - Seorang pria bermarga Ginting, mengaku sebagai adik Bupati Simalungun dan orang dekat Presiden Jokowi, menantang rombongan Komisi III DPRD Simalungun yang datang melakukan peninjauan pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Sawitta Jaya Sejahtera, Rabu (28/2/2018).

Pria Bermarga Ginting ‘Ogapi’ Rombongan DPRD Simalungun dengan Ngaku Sebagai Adik Bupati dan Orang Dekat Presiden RI,
Ginting (tangan menunjuk) saat menantang rombongan Komisi III DPRD Simalungun. - Foto: ist/metro24jam.com

Melansir dari Metro24jam.com. Saat itu Rombongan yang dipimpin Abu Sofian Siregar turun ke lokasi pendirian PKS di lahan eks-Hutan Tanaman Industri (HTI) Nagori Buttu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.

Ginting yang saat itu mengenakan baju warna hitam bertuliskan “Turn Back Crime” dan bertopi warna cokelat, bahkan terkesan petantang-petenteng di hadapan Ketua Komisi III, Abu Sofian Siregar.

“Makanya, buat surat secara tertulis dan resmi. Apa yang dipertanyakan. Biar kami jawab. Gitulah,” kata Ginting dengan gaya ketus.

Selain itu, pria paro baya tersebut mengatakan, lokasi tersebut belum tentu menjadi pabrik dan tak mengetahui kedatangan rombongan Komisi III terkait pendirian PKS yang ada di lahan eks-HTI.

“Kami belum tau sebelumnya. Mau siapkan apa? Entah jadi gudangnya nanti pabrik ini dan belum ada menghasilkan apapun. Jangan ngomong saja. Begini-begini. Buat surat,” cerocos Ginting.

Mengenai izin, Ginting menyampaikan, izin bisa belakangan dan siap sebagai warga negara. Karena dia merasa adalah adik bupati dan orang dekat Presiden Jokowi, sehingga izin bisa belakangan.

“Saya adik Bupati Simalungun. Saya orangnya, Jokowi. Beliau bilang buat usaha. Izinnya belakangan. Yang saya tau, prinsipnya pemerintah buat lapangan kerja sebesar-besarnya. Enak saja bapak minta ini-itu,” ujarnya.

Anggota Komisi III, Bernhard Damanik ketika diminta tanggapannya, mengatakan tak mengetahui kapasitas Ginting, yang datang menemui mereka ketika melakukan peninjauan.

“Kita tak tau sebagai apa dia di sana. Ketika kita pertanyakan apa kapasitasnya. Dia mengaku sebagai karyawan. Tak sepantasnya dia menjawab. Kecuali, pengusaha langsung,” kata Bernhard.

Bernhard menjelaskan, sejauh ini PKS tersebut hanya sebatas memiliki izin prinsip dari Dinas Pelayanan Izin Terpadu (PIT) berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

“Sejauh ini, yang dimiliki masih sebatas SIUP dan TDP. Mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB), meski SIUP dan TDP sudah ada, bukan serta-merta izin operasional dan IMB,” jelas Ketua Fraksi NasDem tersebut.

Selain itu, untuk penerbitan IMB, Dinas PIT diminta agar menerbitkan jika legalitas tanah lolos dari sengketa.

“Sesuai peraturan dan perundang-undangan, penerbitan IMB, legalitas lahan harus terlebih dahulu jelas. Tak sedang sengketa,” paparnya.

Ditambahbahkannya, Kamis (hari ini), pihaknya akan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I dan sebaiknya pihak pemilik PKS menghentikan aktivitas.

“Besok (hari ini) digelar RDP bersama Komisi I. Kita pertanyakan semua dokumennya pada RDP. Mengenai dokumen lainnya, masih harus melakukan kajian-kajian dari lingkungan hidup dan kehutanan,” terangnya.

Curiga ke DP
Bernhard curiga dengan seorang rekannya sesama anggota Komisi DPRD Simalungun, DP yang muncul di lokasi.

“Kita curiga saja tiba-tiba hadir. Kepada PKS, jangan karena ada DP di belakangnya, jangan bagai super power,” tandasnya.


Artikel ini telah tayang di news.metro24jam.com dengan judul: "Ngaku Adik Bupati dan Orang Dekat Presiden RI, Ginting ‘Ogapi’ Rombongan DPRD Simalungun"


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Sumber: nmetro24jam.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.