Header Ads

"Semua Tuduhan Itu Tidak Benar", Kata Dokter Gigi Bantah Aniaya Pembantu

WARTAGAS.COM - Herawati boru Sinaga (51), dokter gigi yang dilapor ke polisi Senin (26/2/2018) lalu, lantaran dituduh menganiaya pembantunya, Serti boru Butarbutar (28), angkat bicara.

Foto: restorasidaily.com

Melansir dari Metro24Jam.com, Ibu tiga anak ini berucap, dia tak pernah menganiaya, apalagi mengurung pembantunya Serti di kamar mandi rumahnya di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

“Semua tuduhan, menyiram dia pakai air panas dan menggosok tangannya pakai setrika, apalagi memukul dan menendangnya serta mengurungnya di kamar mandi tak benar,” katanya, Rabu (28/2/2018) siang, saat ditemui di kediamannya.

Herawati mengisahkan, awal pertemuannya dengan Serti, karena sering ketemu sewaktu makan mie gomak di seputaran Lorong 20 BDB, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur. Ketepatan warung mie gomak tempatnya biasa singgah makan, bersebelahan dengan kediaman Serti.

Di situlah Herawati menawarkan Serti agar mau bekerja sebagai pembantu di kediamannya dan Serti pun menyetujui. Namun, sebelum Serti dibawa ke rumahnya bekerja sebagai pembantu, dia menemui orangtua Serti.

Setelah mendapat restu dari orangtua dan keluarganya, Serti dijemput dari rumah. “Saya dan ajudan menjemput pakai mobil ke rumahnya. Dia kami bawa secara baik-baik persisnya sebelum lebaran Idul Fitri tahun 2016 lalu,” terangnya.

Awalnya, saat Serti mulai bekerja di rumahnya sudah menunjukkan gelagat yang tak baik. Segala pekerjaan rumah mulai menyapu dan mencuci pakaian dan lain, tidak dapat dikerjakan dengan baik seperti Asisten Rumah Tangga (ART) lainnya.

Melihat gelagat seperti itu, apalagi Serti suka membuang pakaian kotor, lalu mengganti pakaian lain yang dicuri dari jemuran milik tetangga, Herawati lantas memberitahu kepada ibunya, Nurmaida boru Hasibuan.

Di situ dia memberitahu belum sewajarnya Serti mendapat gaji sebesar Rp1,5 juta setiap bulan. Lantaran tak bisa bekerja dengan baik. Lalu dia juga meminta agar Serti dijemput saja dari rumahnya.

Tapi ibu kandungnya, Nurmaida meminta supaya Serti tetap bekerja sebagai pembantu di rumah Herawati. Dasar itu pula dia tetap memberikan Serti tetap bekerja di rumahnya, lalu gaji Serti tetap diberikan bila orangtua Serti membutuhkan uang.

Serti (tengah) didampingi ibundanya saat melapor ke Mapolresta Siantar. - Foto: metro24jam.com)


Dijadikan Anak Angkat
Secara perlahan, Herawati bersabar mengajari Serti agar dapat bekerja dengan baik di rumahnya. Namun, sejak itu dia makin sayang, sehingga menjadikan Serti sebagai anak angkatnya.

Ia menjadikan Serti sebagai anak angkat, karena dia tidak mempunyai anak perempuan. Sedangkan, ketiga anak kandungnya semuanya laki-laki dan Serti pun diperlakukan sebagai anak kandung sendiri serta diberikan kamar layak dan mewah tak seperti pembantu lazimnya.

Walaupun Serti hanya sebatas pembantu di rumahnya, tak jarang Serti diajaknya bersama-sama pergi berbelanja serta tamasya keluar kota bersama suami dan anak-anak.

“Bahkan dia selalu ikut karaokean dan menginap di hotel bersama-sama dengan anak bila pergi keluar kota. Semua dia saya perlakukan dengan layak. Itu karena kedekatan saya dengan Serti,” beber Herawati.

“Bahkan dia selalu ikut karaokean dan menginap di hotel bersama-sama dengan anak bila pergi keluar kota. Semua dia saya perlakukan dengan layak. Itu karena kedekatan saya dengan Serti,” beber Herawati.

Hanya saja seluruh kebaikan yang diberikan kepada Serti justru disalahartikan. Serti ketahuan mencuri uang sebesar Rp10 juta dari rumah.

Awalnya Serti tak mengakui perbuatannya. Namun, lambat laun Serti mengakui perbuatannya. Uang yang dicuri dari rumah telah diberikan Serti kepada orangtuanya.

Melihat gelagat Serti yang sering ketahuan mencuri pakaian dari jemuran warga serta mencuri uang dari dalam rumah, warga pun telah meminta dia agar mengusir Serti dari rumahnya.

Hanya saja dia merasa iba dengan Serti. Ternyata Serti punya cerita kelam, sampai tubuhnya kurus dan kotor akibat ditinggal suaminya, lantaran punya kebiasaan buruk sering mencuri dan mencopet di Pasar Horas, sesuai pengakuan warga tetangga sekampung Serti.

Selama bekerja sebagai pembantu di rumahnya, Serti tak pernah dilarang keluar rumah. Bahkan Minggu (25/2) lalu, Serti masih keluar rumah membuang sampah sebelum dia berangkat ke gereja.

Herannya Serti malah kabur dari rumah, dan belakangan menuduh dia telah memukuli Serti selama bekerja sebagai pembantu, serta mengurung di kamar mandi rumahnya.

“Jadi semua tudingan itu tak benar. Kalau saya lihat lagi Serti seperti ada kurang-kurangnya. Saya pun dengar Serti sebelum kerja sebagai pembantu, suka memakai narkoba. Tapi itu belum bisa saya buktikan karena masih sebatas cerita tetangga,” katanya.

Sebelum Serti bekerja sebagai pembantu di rumahnya, pembantunya dahulu juga punya kelakuan buruk suka mencuri uang dari rumah sehingga dilaporkan ke Polres Siantar.

BACA JUGA: Dituduh Curi Uang Ratusan Juta, PRT ini Disiksa Majikan Berstatus Mantan Dokter Gigi

Terakhir pembantunya itu diamankan oleh polisi. Lantaran didasari rasa iba, dia pun memaafkan perbuatan pembantunya itu. “Saya sudah memaafkan dan semua kasus itu telah selesai. Saya bukan menambahi dan mengurangi, tapi inilah cerita sebenarnya. Dengan berlapang dada apapun tuduhan ke saya, saya akan memaafkan Serti,” pungkas Herawati.

Sebelumnya diberitakan, Serti mengaku telah menjadi korban aksi kekerasan sang majikan, Herawati. Tak tahan menjadi objek penyiksaan, korban pun memutuskan untuk melaporkan peristiwa itu ke Polres Siantar, Senin (26/2).

“Kejadiannya semalam, Minggu (25/2) malam. Aku tinggal di rumahnya sebagai PRT sudah mau 2 tahun di Jalan Viyata Yudha, Siantar Sitalasari,” katanya kepada wartawan.

“Dituduh aku mencuri uangnya, ratusan juta rupiah. Padahal nggak ada aku mencuri. Langsung ditendangnya aku, dipukuli,” sambung korban, didampingi ibunya, Boru Hasibuan.

Selama bekerja, kata korban, dia selalu mendapat perlakuan kasar dari sang majikannya itu. “Hampir tiap hari dibentak-bentak Ito,” ucapnya.

“Paling ngerinya Ito, hampir dua tahun aku uda kerja di sana nggak pernah dikasih aku gaji. Janjinya pertama-tama digaji aku Rp1,5 juta perbulan. Tapi nggak ada aku digaji,” lanjut korban yang mengenakan celana panjang pink.

“Paling parah ito, disiram air panas kepalaku,” sambung korban sembari menunjukkan kulitnya melepuh.


Artikel ini telah tayang di metro24jam.com dengan judul "Dokter Gigi Bantah Aniaya Pembantu"


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Kencang, Truk Hino Jebol Tembok Gereja HKBP Dame di Jalan Asahan Pematangsiantar




Sumber: metro24jam.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.