Header Ads

Setoran Rp5 Juta, Kabid Pemberdayaan Dinsos Simalungun Dalang Pengutipan

WARTAGAS.COM - Uang sebesar Rp5 juta yang telah disetor dan diserahkan melalui Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) semakin menguak karakter mental oknum pejabat Dinas Sosial Simalungun. Bahkan, menunjukkan sikap puas kurang puas.

Setoran Rp5 Juta, Kabid Pemberdayaan Dinsos Simalungun Dalang Pengutipan
Friska Sipayung - Foto: Ga/metro24jam.com

Arahan dan kewajiban supaya setor ternyata didalangi Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Dinsos Simalungun, Halasan Silitonga.

“Karena, pengakuan TKSK disuruh dan pak Silitonga minta lagi. Kami nggak yakin untuk pengurusan,” beber anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) asal Kecamatan Panei dan Panombeian Panei, Senin (12/3/2018) sekira jam 09.30 wib.

Diketahui, kali pertama, masing-masing KUBE setor sekira bulan November 2017 lalu. Selanjutnya, TKSK menyerahkan setoran ke Dinsos Simalungun melalui oknum pejabat, Friska Sipayung.

“Kami serahkan ke TKSK. Selanjutnya, TKSK yang menyserahkan ke dinas Sosial Simalungun melalui ibu Friska Sipayung,” sebutnya sembari mengaku takut jika ketahuan telah memberitahu adanya kewajiban setor tersebut.

Selain itu, KUBE mengaku arahan yang mewajibkan setor, setelah bantuan dana ditarik dari Bank. “Setelah kami tarik dari bank, kemudian datang TKSK menyampaikan supaya setor Rp5 juta,” jelasnya.

Kepala Dinas (Kadis) Sosial Simalungun, Frans Togatorop ketika coba ditemui di kantornya, Senin (12/3/2018) sekira jam 11.04 wib tidak berada di tempat.

Tetapi ketika dihubungi melalui telepon selulernya mengaku tidak mengetahui KUBE wajib setor. “Belum tahu saya itu. Saya telusuri dulu ya. Karena, tidak ada saya instruksikan,” ujarnya.

Mantan sekretaris Dinas Pertanian Simalungun itu membenarkan bantuan dana KUBE 2017 sudah direalisasikan. “Dananya sudah dicairkan Kemensos didampingi Dinas Sosial Simalungun. Untuk tahun ini belum ada petunjuk,” ucapnya.

Kabid Pemberdayaan Dinsos Simalungun, Halasan Silitonga ketika konfirmasi perihal itu via seluler, semula mengaku tidak ada. “Tidak ada. Karena, langsung ditransfer ke rekening masing-masing KUBE,” elaknya.

Ketika ditegaskan, masing-masing KUBE menyampaikan setoran setelah ditarik dari bank. Mantan Camat Tanah Jawa justru terdengar melempem. “Nantilah ya, lagi rapat rastra (beras kesejahteraan) di Sidamanik,” ujarnya.

Ditanya berapa total seluruh KUBE se-Kabupaten Simalungun dan siapa, Friska Sipayung, Halasan mengaku sebanyak 30 KUBE. “Di Panei sama Panombeian Panei 10 KUBE. Dia (Friska) anggota saya sebagai kepala seksi,” jelasnya.

Sementara, Friska Sipayung yang coba ditemui mengaku tidak ada menerima dari KUBE. “KUBE mana? Tunjukan saja. Tidak ada saya menerimanya. Inilah Kemensos. Kalau sudah masalah, kami yang disalahkan,” ucap perempuan berkacamata sembari menggelengkan kepalanya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Jalan-jalan Sore di Agro Wisata Bah Butong - Sidamanik, Simalungun




Sumber: metro24jam.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.