Header Ads

Sihar Sitorus: Kita Desak UNESCO Melegetimasi Kemenyan Sebagai Biodiversity Kaldera Toba

WARTAGAS.COM - Selama dua hari di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus- mengunjungi pengumpul kemenyan dan petani kemenyan di daerah tersebut, Selasa (21/3).

Sihar Sitorus: Kita Desak UNESCO Melegetimasi Kemenyan Sebagai Biodiversity Kaldera Toba
Cawagubsu Sihar Sitorus bersama petani kemenyan di Desa Aek Nauli Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, Selasa (20/3). - Foto: Hariansib.co

Melansir dari HarianSIB (22/3), Dalam kunjungannya itu, Sihar terlihat akrab dengan masyarakat termasuk pengumpul/toke kemenyan dan para petani. Sihar juga menyaksikan proses pengumpulan dan penyortiran kualitas terbaik. Tidak hanya itu dia mengunjungi para petani di hutan kemenyan, Desa Aek Nauli, Kecamatan Pollung.

Op Albaik Munte (60), seorang petani kemenyan menjelaskan kemenyan salah satu sumber pendapatan utama bagi petani di daerah itu. Sehingga kemenyan harus dirawat dan dijaga dari penebangan hutan atau perusakan lingkungan.

Katanya, tanaman kemenyan berbeda dengan tanaman lainnya. Tanaman kemenyan umumnya tumbuh dengan liar di hutan yang ditopang pohon lainnya. Selanjutnya untuk pengembangan pohon kemenyan dapat dilakukan dengan pembibitan melalui biji pohon kemenyan.

Senada disampaikan Charles Lumban Gaol (35). Katanya, menjadi petani kemenyan harus dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. Sejak masa tanam, pohon kemenyan baru berproduksi pada umur 8 tahun. Tidak seperti pohon karet, setelah dideres tidak langsung mengeluarkan getah namun harus ditunggu satu sampai dua minggu.

"Saat ini, kita sudah mulai nyaman dari penebangan dan perusakan lingkungan. Harapan kita melalui pemerintah agar tetap menjaga kenyamanan ini dari tangan-tangan pembalak hutan dari perusak lingkungan," ujarnya.

DESAK UNESCO
Setelah mendengar penjelasan para petani, Sihar Sitorus kepada wartawan mengaku bahwa tanaman kemenyan harus dilindungi. Selain salah satu tanaman yang jarang, kemenyan tersebut dapat menjadi pusat mata pencarian atau menopang perekonomian warga di sekitarnya.

Dia menjelaskan, kemenyan menjadi salahsatu komponen biodiversity kaldera toba yang harus dilestarikan dan dipromosikan ke negara lain untuk menjadi perhatian dunia. "Kemenyan sebagai komponen biodiversity kaldera toba, kita akan mendesak UNESCO untuk melegitimasi dan dukungan dana dalam pelestariannya" katanya.

Tidak hanya kemenyan, lanjutnya, dalam Geopark Kaldera Toba, komponen geodiversity seperti batu monolik hasil letusan gunung berapi dan culturediversity seperti situs dan air terjun harus terpelihara.

Biodiversity, geodiversity dan culturediversity kaldera Toba ada di Humbahas. Hal ini menjadi pemandangan dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, kata Sihar.

Dengan adanya daya tarik wisatawan tersebut, maka pendapatan ekonomi masyarakat dipastikan meningkat. "Ini akan menjadi tugas kita bersama mempromosikan potensi dan kekayaan alam kita untuk diketahui dunia," katanya.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Humbahas, Sihar bersama rombongan mengunjungi pengolahan kopi di Lintong, pasar tradisional di Dolok Sanggul dan Pakkat dan situs sejarah di Kecamatan Baktiraja.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
GAS Peduli Danau Toba - Penanaman Pohon Rambutan di Ajibata Parapat




laporan: tim
Sumber: hariansib
loading...

No comments

Powered by Blogger.