Header Ads

Ternyata, Sosok Jokowi Lebih Positif di Mata Investor Ketimbang Prabowo

WARTAGAS.COM - Indonesia tengah menghadapi tahun politik, mulai dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) hingga pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang. Banyak pelaku pasar yang mengambil sikap wait and see lantaran kekhawatirannya terhadap sosok pemimpin yang baru.

Ternyata, Sosok Jokowi Lebih Positif di Mata Investor Ketimbang Prabowo
Presiden Jokowi berkunjung ke Hambalang - Foto: Dok. JawaPos.com

Executive Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Manajement Indonesia, M. Renny Raharja mengungkapkan, investor lebih mencemaskan terhadap Presiden yang akan terpilih pada 2019 mendatang dibandingkan Pilkada serentak.

Menurutnya, investor saat ini cenderung menahan diri untuk berekspansi dan berinvestasi secara besar-besaran di market.

"Karena mereka takut akan pemilihan presiden, mereka takut siapa sosok yang memenangi pada saat pemilu. Makanya, mereka tidak mau ekspansi besar-besaran di market," ujarnya seperti diberitakan Sabtu (3/3).

Renny memandang, jika Jokowi berhasil terpilih kembali pada Pilpres 2019 mendatang, maka respons investor lebih cenderung positif lantaran sudah mengetahui kinerja dan prospek jangka panjang. Apalagi, saat ini baru Jokowi dan Prabowo yang sudah mendeklarasikan maju sebagai calon presiden di pilpres 2019.

"Mereka juga masih banyak yang percaya karena kinerja Jokowi sudah terlihat, kalau bukan Jokowi yang menang, itu ditakutkan," tuturnya.

Ternyata, Sosok Jokowi Lebih Positif di Mata Investor Ketimbang Prabowo
Presiden Joko Widodo - Foto: Jawapos.com


Renny menilai, partai politik yang banyak memenangi ajang Pilkada Serentak 2018, maka mereka akan memenangi kursi RI 1 dan RI 2. "Cenderungnya begitu, Pilkada paling banyak menang, maka itu cenderung akan memenangkan pemilu," imbuhnya.

Namun demikian, lanjutnya, jika dilihat dari pertumbuhan indeks di tahun ini masih cukup positif, bila dibanding perolehan di sepanjang 2018. Asalkan, kinerja pertumbuhan laba emiten di posisi yang positif. "Setidaknya laba emiten tumbuh 13 persen, itu akan bantu pendorongan bagi indeks," ucapnya.

Selain itu, kinerja pertumbuhan ekonomi juga memberikan dampak yang banyak lantaran kondisi internal merupakan sentimen yang besar, bila dibanding dari eksternal. "Kondisi internal berpengaruh besar sekarang, bila dibanding eksternal. Itu yang terjadi," tandasnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Artikel ini telah tayang di Jawapos.com dengan judul "Sosok Jokowi Lebih Positif di Mata Investor Ketimbang Prabowo"
loading...

No comments

Powered by Blogger.