Header Ads

Terungkap! Gunakan Helikopter Polisi, Pihak Pengantin Bayar Rp 120 Juta ke Perantara

WARTAGAS.COM - Salah satu pihak keluarga dari pengantin yang menaiki helikopter milik Polri saat resepsi pernikahan di Pematang Siantar beberapa waktu lalu, membayar Rp 120 juta kepada perantara untuk menyewa helikopter.

Pasangan pengantin di Siantar gunakan helikopter untuk kepentingan resepsi nikah
Pasangan pengantin di Siantar gunakan helikopter untuk kepentingan resepsi nikah - Foto: tribunnews.com

Melansir dari analisadaily.com, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapolda Sumut), Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, pihak keluarga RG menghubungi perantara untuk mencari helikopter komersial. Namun saat helikopter komersial itu dibutuhkan ternyata rusak.

"Karena sudah membayar kepada perantara, mereka tetap menuntut helikopter itu harus ada. Sehingga ada hubungan antara perantara dengan personel Baharkam. Nah, kebetulan kejadiannya hari Minggu," kata Wakapolda Sumut, di Makopolda Sumut, Senin (5/3).

BACA JUGA: Polisi Dalami Pratik Sewa Helikopter Angkut Pengantin di Siantar

Lihat Video Viral Royal Wedding Siantar Pengantin Terbang Naik Helikopter di bawah ini:

#Video Viral Royal Wedding Siantar Pengantin Terbang Naik Helikopter

#Video Viral Royal Wedding Siantar Pengantin Terbang Naik Helikopter

SIARAN PERS TENTANG PENJELASAN POLDA SUMUT MENGENAI BERITA SEPASANG PENGANTIN YANG MENGGUNAKAN HELIKOPTER POLRI

Adanya Video tentang Helikopter Polisi yang mengangkut pasangan Pengantin di Kota Pematang Siantar pada hari Minggu tanggal 25 Februari 2018 pukul 11.00 Wib yang Viral di Media Sosial.

Menanggapi tentang beredarnya Video tersebut, Polda Sumut melalui Kabid Humas Kombes Pol Dra. Rina Sari Ginting menjelaskan bahwa pada hari Minggu tanggal 25 Februari Jam 10.00 Wib, Kru Helikopter Polda Sumut melaksanakan Maintenance Flight setelah Pengecekan Radio Helikopter, yang mana pengecekan radio tersebut membutuhkan jarak Frekuensi sekitar 25 nm, antara Helikopter dengan Bandara. Setelah dilakukan pengecekan hasilnya kurang bagus, sehingga Pilot Helikopter atas nama Iptu Togu memutuskan untuk mendarat dulu dan mencari lapangan terdekat guna dilakukan pemeriksaan oleh tehnisi, akhirnya helikopter mendarat disebuah lapangan yang terletak di samping Mapolres Pematang Siantar yang akhirnya diketahui namanya Lapangan Haji Adam Malik.

Pada saat pengecekan radio oleh tehnisi, dilapangan tersebut sedang ada calon pengantin yang sedang melaksanakan foto Pre Wedding, kemudian mereka menemui Pilot atas nama Iptu Togu untuk meminta foto dekat helikopter polisi yang sedang mendarat, sebagai rasa kebanggaan mereka foto dekat helikopter Polri dan di izinkan mengambil foto disamping helikopter oleh pilot. Setelah pemeriksaan oleh tehnisi dan radio selesai, pilot melanjutkan penerbangan ke Lanud Soewondo untuk mengisi BBM dan selanjutnya kembali Ke Mapolda Sumut.

Jadi tidak benar bahwa Helikopter Polri digunakan untuk mengangkut pasangan calon pengantin.

Medan, 28 Februari 2018
Dikeluarkan oleh: Subbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, Alamat Jln. SM.Raja no. 60 KM, 10,5 Medan, Telp: 061-7870353. Kontak Person: Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP M.P Nainggolan, HP. (0813 7516 3849- 0812 6266 700).

Sumber: https://youtu.be/tdze9WJioAY

Dikirim oleh GAS Peduli pada 3 Maret 2018

"Kalau orang tuanya kepada perantara itu Rp 120 juta. Perantara kepada nama A ini kita tidak tahu. Kemudian A kepada personel kita tidak tahu. Nanti kita akan melakukan pendalaman sendiri," ungkap jenderal bintang satu tersebut.

"Itu kontraknya dari orang tua kepada perantara yang diminta cari helikopter," tambahnya.

Agus menjelaskan, dengan kejadian tersebut, mereka akan perbaiki lagi SOP yang ada. "Jadi sudah dibuat SOP yang baru. Kuncinya itu dipegang oleh Pak Karo Ops," jelasnya.

Wakapolda Sumut juga menambahkan, apakah oknum tersebut mendapatkan sanksi atau tidak, hal itu tergantung tanggungjawab dari atasan.

BACA JUGA: AKHIRNYA TERUNGKAP! Kapolda Akui Helikopternya Dipakai Warga untuk Nikahan, Kasusnya Ditangani Mabes

"Nanti bergantung kepada oknum, apakah akan menerapkan kode etik atau akan menerapkan disiplin atau akan menerapkan yang lain. Ini seluruhnya merupakan tanggungjawab atasan yang berhak menghukum. Karena kita bukan atasan, jadi kita tidak punya hak untuk menghukum yang bersangkutan," tandasnya.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Alamak! Oknum LSM dan Mantan Tentara Diduga Bandar Narkoba Ditangkap Polres Simalungun




Laporan: tim
Sumber: analisadaily.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.