Header Ads

Alamak! Pertama Dalam Sejarah, HUT Siantar Diboikot

WARTAGAS.COM - Partuha Maujana Simalungun (PMS) serta sejumlah elemen Simalungun memboikot perayaan hari jadi kota Siantar ke-147. Boikot dilakukan dengan cara tidak menghadiri seluruh rangkaian kegiatan yaitu saat rapat Paripurna DPRD, dan ziarah.

Alamak! Pertama Dalam Sejarah, HUT Siantar Diboikot
Foto bersama di depan stasiun kereta api Pematangsiantar - Foto: Metrosiantar.com

PMS dan elemen Simalungun lainnya tidak hadir karena Pemko Siantar dinilai telah mengingkari janji, akan mendiskusikan kembali rangkaian kegiatan HUT Siantar pasca aksi unjuk rasa berbagai elemen Simalungun, atas dugaan pelecehan budaya Simalungun yang dilakukan oleh Pemko Siantar yang dipimpin Walikota Siantar Hefriansyah beberapa hari lalu. Dalam pertemuan yang digelar di kantor DPRD Simalungun, Sekda Kota Siantar Budi Utari, kepada perwakilan elemen Simalungun mengaku akan mendiskusikan ulang kegiatan HUT ke-147 Kota Siantar.

“Setelah munculkan aksi, PMS telah membuat surat ke Pemko Siantar agar duduk bersama membahas permasalahan. Namun surat tersebut tidak diindahkan,” kata Ketua PMS Kota Siantar Minten Saragih.

Menurut Minten, PMS membuat surat ke DPRD menyampaikan aspirasi soal HUT Siantar untuk ditindaklanjuti. Kemudian DPRD juga sudah mengundang PMS, dan institusi Simalungun lainnya untuk melaksanakan RDP di tanggal 17 April lalu yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Mangatas Silalahi, Ketua Komisi I dan II dan anggota.

“Seharusnya Walikota menghargai keputusan saat RDP mengenai HUT Siantar dan persoalan lainnya. Disana sudah ditekankan agar Pemko beserta PMS dan institusi Simalungun lainnya duduk bersama membahas hari jadi Kota Pematangsiantar sebelum hari pelaksanaan. Namun dalam hal ini Pemko justru mengabaikan hasil keputusan itu,” tambah Minten.

“Hasil RPD tidak ditanggapi. Malah kita diundang untuk pesta. Yang diundang itu, relasi jauh. Harusnya kita ini ikut mariah huta (berdiskusi menyiapkan acara) dalam persiapan hari jadi, khususnya menyangkut adat Simalungun. Justru sekarang kita diundang dan ini sikap melecehkan kita. Kita lihat malah PMS dan Simalungun objek, bukan subjek,” kata Minten menambahkan.

Menurut Minten, kondisi saat ini tidak terlepas dari peran dan tanggungjawan Kasipora Kota Siantar.

“PMS dan institusi Simalungun minta agar Pemko mencopot Fatimah Siregar,”kata Minten, yang diamini rekan-rekannya.

Dalam waktu dekat, kata Minten, elemen Simalungun akan menggelar Haroan Bolon yang tidak akan mengundang Walikota Siantar Hefriansyah.

Hadir dalam pertemuan ini sebagai perwakilan dari DPW Ikatan Keluarga Besar Purba Dasuha, Edwart Purba Dasuha ST. Mewakili Harungguan Sinaga Boru Panogolan se Indonesia, Sarmuliadin Sinaga ST. DPP Ihutan Bolon Saragih Garingging H Burhan Saragih, HIMAPSI Kota Siantar Frengky Sinaga dan Ketua DPP UPAS Januarison Saragih. Hadir juga dari Yayasan Museum Simalungun Drs Jomen Purba dan Ketua Ihutan Bolon Damanik Ir Panner Damanik.

Terpisah, Ketua Ketua Hasadaon Sinaga Boru Panogolan Sarolim Sinaga didampingi Sekretaris Karmidin Sinaga mengatakan, DPRD Siantar sudah seharusnya mendengarkan aspirasi elemen Simalungun. Segera membentuk panitia khusus (Pansus) serta segera memberhentikan Walikota Siantar karena sudah melecehkan budaya Simalungun di Siantar, dengan cara menggantikan budaya Simalungun dengan budaya lain saat acara resmi di Kota Siantar.

“Memboikot seluruh acara HUT Kota Siantar adalah salah satu keputusan kami,” katanya.

Ketua Ihutan Bolon Damanik Ir Panner Damanik didampingi Rado Damanik menambahkan, sebagai bentuk solidaritas kepada Gerakan Kebangkitan Simalungun bersatu(GKSB), pihaknya mendukung segala bentuk gerakan perlawanan yang dibuat oleh GKSB. Mereka juga memboikot menghadiri dan ikut berperan dalam kegiatan yang dilaksanakan Pemko Siantar.

Boikot juga dilakukan Keluarga Besar Purba Dasuha (IKBPD-BP) se-Indonesia.

Pengurus DPP IKBPD- BP dihadiri wakil Ketua Umum Ali Umri Purba Dasuha, Sekjen Darpinson Purba Dasuha, Bendahara Umum Jimmi P Dasuha dan Ketua DPW IKBPD- BP Kota Siantar Edward P Dasuha memutuskan tidak menghadiri undangan Pemko Siantar. [*]


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Horas Tao Toba Nauli - Danau Toba Yang Indah




Sumber: Metrosiantar.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.