Header Ads

Budaya Siantar, Budaya Marsipasangapan

WARTAGAS.COM - Berbicara tentang Budaya, itu berarti berbicara tentang Gaya Hidup atau kebiasaan.

Budaya Siantar, Budaya Marsipasangapan - Cover Group Facebook Group Anak Sianatr (GAS) di HUT Kota Pematangsiantar yang ke 147
Cover Group Facebook Group Anak Sianatr (GAS) di HUT Kota Pematangsiantar yang ke 147 - Foto: Ist.


Budaya Siantar

Budaya Siantar adalah Marsipasangapan atau Menghormati satu sama lain atau menjunjung tinggi tolreansi (baik agama, suku / adat istiadat dan antar golongan) sesama di Kota Pematangsiantar. Itulah Gaya Hidup / Kebiasaan Siantar.

Salah satu Budaya Siantar yang sudah diaplikasikan oleh masyarakat Siantar adalah menghormati siapa dulunya yang membuka awal kota Siantar (dalam bahasa bataknya "Sipukka Huta").

Siapa SIpukka Huta? yaitu Raja Sang Nauwaluh Damanik, yang notabene adalah Orang SImalungun. Terbukti dari Slogan Kota Siantar yang berbahasa SImalungun,"Sapanganbei Manotok Hitei" (Saling Bergotong-royong untuk satu tujuan). Itulah sedikit sejarah singkatnya.

Tidak ada hukum tertulis di dalam masyarakat Siantar bahwa budaya Simalungun harus dihormati, Tapi hukum ini tersirat di dalam jiwa masyarakat kota Siantar. Siapa yang menjadi Sipukka Huta haruslah dihormati dan dihargai. Karena tanpa sipukka huta, maka huta (kampung /kota) tidak ada.

Oleh karena itulah kenapa Kota Siantar identik dengan SImalungun, bukan karena di Siantar Mayoritas Orang SImalungun, melainkan karena sejarah awalnya bahwa Raja Siantar, sipukka huta adalah orang Simalungun.

Suku-suku lain yang mendiami kota Siantar, seperti Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Jawa, Tionghoa, Nias, dll sudah memahami akan hal itu. Tanpa ada hukum tertulis, tapi sudah tersirat di dalam diri.

Itulah kenapa setiap even kota Siantar seperti perayaan HUT Kota Pematangsiantar, Penyambutan Tamu Kehormatan, maka Budaya SImalungun (dalam hal ini Tari-tarian) haruslah diutamakan, selanjutnya menyusul budaya yang lain.

Sokearno (Presiden RI Pertama) pernah mengatakan, Jangan Lupakan Sejarah (JasMerah), makanya kita jangan sampai melupakan akan sejarah kota Siantar.

Kami mengatakan, Jangan Merubah Sejarah, Biarlah sejarah itu begitu adanya, dan akan selalu untuk dikenang dan dihormati sepanjang masa.

Itulah Budaya Siantar, Budaya Marsipasangapan. Sampai sekarang, Kota Siantar terkenal sebagai Kota Paling Marsipasangapan (toleransi) di Indonesia dan bahkan dunia.

Selamat HUT Kota Pematangsiantar yang ke 147, Jayalah SIantar, dan saatnya Siantar dikenal oleh Dunia. Bangkitlah Budaya Lokal. Bersama Kita Bisa.

Semoga coretan kecil ini bermanfaat. Selamat beraktivitas, dan selamat berinteraksi di GAS. Mohon maaf kalo ada kata-kata saya yang salah. Tuhan memberkati. Horas.


Salam GAS, GAS terus.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
HUT Kota Siantar ke-147, Keluarga Besar Raja Siantar Sambut Rombongan Walikota dengan Tarian Simalungun



loading...

No comments

Powered by Blogger.