Header Ads

Jokowi dan Tanah Papua

WARTAGAS.COM - Delapan kali Presiden Joko Widodo berkunjung ke Provinsi Pa­pua dan Papua Barat sejak memimpin pada 20 Oktober 2014, pastilah sarat makna yang menunjukkan keberpi­hakan­nya kepada rakyat di “Bumi Cenderawasih”.

Jokowi dan Tanah Papua
Presiden Joko Widodo menggendong seorang anak saat kunjungan kerja di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (12/4). Kunjungan kerja Presiden ke Asmat diantaranya untuk pemberian gizi makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak-anak, memeriksa pembangunan tampungan air hujan serta pembangunan rumah bagi warga Asmat. - Foto: Antara / Puspa Perwitasari

Banyak orang mengatakan, Papua merupakan secuil tanah surga yang jatuh ke Bumi lantaran kekayaan alamnya yang begitu melimpah serta pesona alamnya yang teramat indah. Namun, Papua juga me­nyimpan pekerjaan rumah di berbagai bidang, seperti soal kesehatan, pendidikan, kesenjangan ekonomi, isolasi daerah, hingga keamanan.

Dilihat dari kaca mata ini, menjadi wajar bagi presiden untuk memper­hatikan denyut nadi rakyat di Tanah Papua. Itulah yang dilakukan Jokowi.

Masih teringat ketika dia berkam­panye di Papua bersama istrinya, Iriana, menjelang Pilpres 2014. Ke­tika itu Jokowi menceritakan bahwa nama istrinya yang bernama Iriana berasal dari kata Irian, Papua. Kena­pa? Kakeknya menjadi guru di Papua selama bertahun-tahun.

“Jadi saya dan istri saya ini dekat dengan Papua, tidak bisa dipi­sahkan,” katanya ketika berkampanye dengan mengunjungi Kampung Yoka, sekitar Danau Sentani, Papua, 5 Juni 2014.

Setelah menjadi Presiden ke-7 RI sejak 20 Oktober 2014 hingga kini, Jokowi telah delapan kali mengun­jungi Papua. Terakhir adalah pada 11-12 April 2018 ini.

Dia menjadi presiden pertama sepanjang sejarah republik ini yang paling sering menginjakkan kakinya di Bumi Cenderawasih sejak pengam­bilan sumpah dan pelantikan dirinya sebagai Presiden.

Hingga akhir periode pemerin­tahannya, termasuk kemungkinan me­mimpin kembali untuk periode 2019-2024 bila terpilih dalam Pemilu 2019, Jokowi tampaknya bakal lebih banyak lagi berkunjung ke Tanah Papua.

Menurut Jokowi, Indonesia bagian timur terlalu lama dilupakan dan kurang diperhatikan. Papua merupa­kan wilayah NKRI yang harus diper­hatikan.

Presiden pun berbagi cerita dan pengalamannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nduga di Papua. Waktu itu oleh Panglima TNI, dia tidak diperbolehkan karena itu daerah paling rawan.

Jokowi terbang ke sana naik heli­kopter karena memang dari Wamena ke Nduga saja butuh empat hari empat malam berjalan di tengah hutan.

Dia pun menggambarkan bahwa di Nduga, tidak ada semeter pun jalan aspal. Inilah yang membuatnya sedih. Inilah motivasinya agar infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) sa­ma dengan provinsi-provinsi lainnya.

Capaian

Banyak perbaikan yang dilakukan Jokowi bagi rakyat di Papua. Misal­nya, harga bahan bakar minyak (BBM). Dia juga banyak membuka daerah yang terisolasi dalam jalur darat men­jadi terhubung antara satu daerah dengan daerah lainnya sehingga perekonomian di daerah bergerak. Jalan trans-Papua kini pun terbuka.

Kepala Negara juga banyak membenahi pasar-pasar tradisional, pasar mama-mama, membangun berbagai pembangkit listrik, mem­per­luas daerah yang teraliri listrik, membangun berbagai sarana infra­struktur seperti jembatan, bandara, dan pelabuhan.

Hingga dua tahun pemerintahannya, pada 2016, pemerintah pusat telah memberikan ang­garan daerah untuk Papua sebesar Rp43,6 triliun atau naik 15 persen dari tahun sebe­lum­nya, se­dangkan untuk Papua Barat sebe­sar Rp16,5 triliun atau naik 10 persen dari tahun sebelumnya.

IPM (Indeks Pembangunan Manusia) pun naik dari 56,75 pada 2014 menjadi 57,25 pada 2015. Untuk infrastruktur, pemerintah telah mem­­ba­ngun 22 pasar mama-mama, mem­ba­ngun jalan baru di Papua dan Papua Barat sepan­jang 4.480,05 kilometer, mem­bangun tiga terminal bandara, dan pengadaan tiga kapal feri baru.

Pemerintah membangun dan membenahi Pelabuhan dan Bandara Sorong, Bandara Werur, Pelabuhan Depapre, Lantamal XIV Sorong, Bandara Wamena, Pelabuhan Peri­kanan Merauke, infrastruktur perbatasan, dan Jembatan Holtekamp.

Di sektor pendidikan, pemerintah antara lain telah memberikan kepada 358.617 orang penerima Kartu Indonesia Pintar, membangun 10 seko­lah baru berpola asrama (boarding school), membangun 25 sekolah di garis depan perbatasan.

Sementara untuk sektor kesehatan, peme­rintah telah memberikan jaminan kesehatan bagi 3.600.162 jiwa penerima Kartu Indonesia Sehat, memberikan 26 program “Nu­santara Sehat” di Papua dan Papua Barat, dan menurunkan angka pengidap penyakit malaria sebanyak 2.744 jiwa.

Pertama kali dalam sejarah Indonesia, pe­merintah juga mem­berikan pengakuan hak komunal sembilan daerah masyarakat adat Papua sebagai bagian dari perlindungan ter­hadap masyarakat adat. Peme­rintah membe­rikan sertifikat tanah komunal adat kepada masyarakat adat di Papua dan Papua Barat.

Pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas melalui per­tanian dan perda­gangan di Papua dan Papua Barat.

Selain itu, juga membagi-bagikan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan, ma­kanan tambahan bergizi, perbaikan pela­ya­nan kesehatan masyarakat, membagikan sertifikat kepemilikan tanah, dan lainnya.

Butuh didengar

Bagi Jokowi, rakyat Papua tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan, pendi­di­kan, pembangunan jalan, jembatan, dan pelabu­han, tetapi juga butuh didengar dan diajak bicara.

Itulah sikap dasar Jokowi dalam membi­ca­­rakan setiap persoalan yang ada di Papua dan membawa dirinya untuk menaruh perha­tian besar pada Papua.

Dalam beberapa kali kunjungan kerja ke pro­vinsi paling timur Indonesia itu, Presiden leluasa bertemu dan bertatap muka langsung dengan rakyat seperti para pedagang di pasar-pasar.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, memuji Presiden Jokowi yang sejak dilantik telah berkali-kali mengunjungi Papua dan Papua Barat serta ke berbagai pelosok daerah di dua provinsi di Tanah Papua itu. Kunjungan ini penting dan sangat berarti bagi rakyat Papua.

Ini menunjukkan komitmen yang sung­guh-sungguh dari Presiden dalam mendo­rong perce­patan pembangunan di Papua, karena dalam setiap kunjungannya pasti membawa lokomotif perubahan dan seka­ligus memotivasi peme­rintah daerah untuk bekerja sungguh-sungguh.

Perhatian Presiden terhadap pembangu­nan Papua bukan tanpa alasan. Salah satunya adalah bahwa Jokowi memiliki kedekatan khu­sus terhadap Papua. (Budi Setiawanto/Ant)


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Detik-detik Presiden RI Jokowi Tiba di Siantar Masyarakat Membludak




Sumber: harian.analisadaily.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.