Header Ads

PDAM Tirtauli Cuci Pipa, Siantar Krisis Air, Warga Terpaksa ke Sungai

WARTAGAS.COM - Dalam tiga hari terakhir, air bersih dari PDAM Tirta Uli Kota Siantar mengalami krisis di sejumlah kelurahan. Akibatnya para pelanggan mengeluh dan terpaksa mencari alternatif lain dengan mandi dan mencuci ke sungai, walau airnya juga sebenarnya kurang layak digunakan.

PDAM Tirtauli Cuci Pipa, Siantar Krisis Air, Warga Terpaksa ke Sungai
Warga antri menampung air dari mobil tangki air PDAM. - Foto: Ferry/metro24jam.com

Pantauan di lapangan, lokasi yang mengalami krisis air antara lain, di Kecamatan Siantar Utara, Kecamatan Siantar Barat, Kecamatan Siantar Martoba, Pasar Baru Rambung Merah serta Karang Sari sekitarnya, seperti yang dilansir oleh metro24jam.com (26/4).

Menurut pihak PDAM Tirtauli, sulitnya warga memperoleh air bersih tersebut karena sedang dilakukan pencucian pipa HDPE, pipa plastik bertekanan yang banyak digunakan untuk pipa air dan pipa gas.

Untuk menanggulangi krisis air bersih itu, PDAM menyediakan mobil tangki yang membawa air bersih untuk dibagikan kepada warga. Namun, itu hanya cukup untuk keperluan memasak dan mencuci piring.

Parahnya lagi, warga yang membawa embernya masing-masing terpaksa harus mengantre panjang demi mendapat air dari mobil tangki dimaksud.

“Air yang kita tampung ini Cuma bisa untuk memasak dan cuci piring. Kalau untuk mencuci pakaian, apalagi mandi kita terpaksa harus ke sungai,” kata Lili warga Kelurahan Naga Pita, Kamis (26/3) sekira jam 11.30 Wib.

Senada dengan Lili, seorang ibu rumah tangga yang mengaku Boru Lubis, mengatakan terpaksa harus membawa cucian yang sudah disabuni ke sungai Bah Bolon untuk dibasuh. Tapi, karena air Bah Bolon juga sedikit keruh, pakaian putih terpaksa tidak dibasuh karena khawatir akan semakin kotor.

Menurut Ucok (51), krisis air dari PDAM Tirtauli membua sebagian warga terpaksa tidak mandi. Beruntung, hujan deras turun pada Rabu (25/4/2018), sehingga warga ramai-ramai menampung air hujan untuk keperluan cuci pakaian.

“Untung kemarin datang hujan dan lumayan jugalah ada yang bisa ditampung,” kata warga Jalan Serdang itu.

Sementara itu, Gunawan (41) warga kawasan yang sama mengatakan, kalau untuk memasak masih bisa ditanggulangi. Yang paling menyulitkan untuk keperluan buang air besar . Karena tidak ada air di kamar mandi, terpaksa beli air mineral. Itupun hanya untuk berbasuh.

Sedangkan untuk menyiram kotoran di WC menurutnya tentu tidak cukup hanya satu botol air mineral isi ulang, ukuran 1 galon seharga Rp8000. “Wah, kalau begini terus susah juga,” katanya.

Terkait dengan pencucian pipa tersebut, pihak PDAM sebenarnya sudah mengumumkannya melalui surat pemberitahuan kepada para pelanggan. Pencucian pipa HDPE ukuran 400 MM dan Paving Test sudah dilakukan sejak, Rabu (25/4/2018) di Jalan Saribudolok, Kabupaten Simalungun.

Karena kondisi tersebut, penyaluran air ke rumah pelanggan di sejumlah kecamatan Kota Siantar jadi terganggu. Namun, pelayanan akan normal kembali dalam 3 kali 24 jam. Situasi serupa sebelumnya juga sudah pernah terjadi pada tahun 2017 lalu. [*]


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
#LakeToba - Vidio Detik-detik Kapal Ferry Berlabuh di Ajibata Parapat




Sumber: metro24jam.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.