Header Ads

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Paskah

WARTAGAS.COM- Kemaren, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan Paskah. Presiden Joko Widodo ikut memberi ucapan.

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Paskah
Saat libur long weekend Paskah, Presiden Joko Widodo beserta keluarga bersantap siang di Restoran Ayam Goreng di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (31/3). - Foto: Biro Pers Setpres

"Untuk umat Kristiani di seluruh Indonesia, saya ucapkan selamat merayakan hari raya Paskah-Jkw," tulis Jokowi lewat akun Twitter, Minggu (1/4) pukul 07.00 WIB.



Hingga pukul 15.06 WIB, tweet Jokowi itu sudah di-retweet sebanyak 7.223 kali, mendapat 17.000 likes dan 1.665 komentar.

Selama libur long weekend Paskah ini, Jokowi sendiri pulang kampung ke Solo. Jokowi menghabiskan waktu bersama keluarga sambil wisata kuliner.

Pada Jumat (30/3), Jokowi menyantap soto gading dan di hari berikutnya dia makan ayam goreng sambel blondho di Rumah Makan Ayam Goreng Mbah Karto 'Tembel'. Jokowi mengajak istri, anak, dan cucunya untuk wisata kuliner.

"Selamat menikmati akhir pekan yang panjang bersama keluarga, hati-hati di jalan bagi yang bepergian," ujar Jokowi dalam akun Facebooknya, Jumat (30/3).


Misa Paskah
Sementara itu, umat Katolik mengikuti misa Hari Paskah di Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Ada sekitar 2.000 umat yang mengikuti misa di gereja yang berseberangan dengan Masjid Istiqlal tersebut.

Misa Paskah pagi kemaren dimulai pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh Mgr Ignatius Suharyo, didampingi para pastur Keuskupan Agung Jakarta. Tema Paskah yang diusung umat Katolik tahun ini adalah 'Kita Indonesia, Kita Bhineka'.

"Tema yang diusung sesuai dengan tema besar tahunan Gereja Katolik yaitu 'Kita Indonesia, Kita Bhineka'. Untuk umat yang hadir sekitar 2.000 umat," kata Humas Gereja Katedral, Susyana Suwadie di Gereja Katedral, Gambir, Jakarta Pusat.

Umat yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa tampak mengikuti misa dengan khusyuk. Ada yang duduk di dalam ruangan, ada juga duduk di bagian sisi kiri dan bagian luar gereja.

Disalahgunakan
Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo memimpin misa Paskah di Gereja Katedral. Dalam khotbahnya, Mgr Suharyo mengungkit tentang agama yang kini disalahgunakan demi uang, kekuasaan dan gengsi.

Awalnya, Mgr Suharyo bicara tentang pedoman umat Katolik dalam menjalani kehidupan yaitu Tri Tunggal Maha Kudus. Namun, kini pedoman itu mulai digantikan dengan 3 hal yang disebutnya sebagai Tri Tunggal Maha Tidak Kudus.

"Saat ini Tri Tunggal Maha Kudus sudah digantikan dengan Tri Tunggal Maha Tidak Kudus. Tri Tunggal Tidak Maha Tidak Kudus itu adalah uang, kekuasaan dan gengsi. Itu yang dicari saat ini," kata Mgr Suharyo.

Mgr Suharyo menyebut saat ini Tri Tunggal Maha Tidak Kudus dicapai dengan 5 cara, yakni penipuan, suap-menyuap, korupsi, ujaran kebencian, dan kekerasan. Mirisnya, kata Mgr Suharyo, kelima cara itu dicapai dengan melibatkan agama.

"Begitu juga dengan agama. Agama disalahgunakan untuk capai keinginan itu. Tahun ini kita merayakan hari Paskah. Mari kita jadikan tahun ini tahun persatuan, bukan tahun politik," ucap Mgr Suharyo.

Mgr Suharyo mengingatkan agar lewat Paskah kali ini, umat membawa damai dan sukacita mendalam di tengah masyarakat. Damai dan sukacita itu dijalankan lewat kesabaran dan kelemah-lembutan bagi sesama manusia.

Tak Mungkin
Pagi kemaren, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Flow mengadakan perayaan Paskah di Monas yang dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) tidak ikut serta di perayaan itu.

Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo mengatakan, tidak memungkinkan bagi umat Katolik untuk mengadakan misa Paskah di Monas. Itu karena ada banyak simbol dan tata cara ibadah yang tidak bisa dipindahkan ke Monas.

"Umat Katolik tidak memungkinkan untuk mengadakan Paskah di Monas. Agama Katolik itu memiliki banyak sekali simbol-simbol Paskah yang tidak memungkinkan seluruh simbol itu dibawa ke sana," kata Suharyo dalam jumpa pers di Gereja Katedral.

Hal-hal yang tidak dapat dipindahkan itu di antaranya berupa altar, tabernakel, hingga lilin Paskah yang berukuran 1 meter. Meski demikian, Suharyo tidak mempermasalahkan umat Kristiani lain yang merayakan Paskah di Monas.

"Saya tidak mau berkomentar dengan gereja lainnya. Silahkan umat kristiani yang memang ingin merayakan di sana," ucap Suharyo.

Telur Paskah Raksasa
Suasana paskah di Gereja Katedral tampak lebih meriah dengan adanya telur paskah raksasa. Telur paskah itu disebut sebagai dekorasi dengan tema sila ketiga dalam Pancasila.

Telur raksasa itu dibikin dari potongan pipa yang disusun hingga berbentuk telur. Kemudian, telur raksasa itu diwarnai merah dan putih, di bagian telah telur tercetak peta Indonesia dengan warna emas.

Pada bagian rongga telur, terdapat telur-telur kecil yang telah dihias. Tampak telur-telur itu digambari sepasang orang yang mengenakan pakaian adat, lambang Pancasila, potret anak SD yang sedang hormat ke bendera Merah Putih, Monas, hingga bertuliskan 'Paskah Kita'. Selain itu, ada pula ornamen merpati-merpati putih yang bergelantungan di atap sepanjang lorong gereja.

"Melalui dekorasi ini kita dapat ada beraneka ragam budaya di Indonesia dengan harapan kita tetap bersatu," kata Susyana.


LIHAT JUGA VIDEO LIPUTAN GAS TV DI BAWAH INI
Paskah dan Tradisi "Buha-buha Ijuk" di Siantar Sumut




Sumber: HarianSIB
loading...

No comments

Powered by Blogger.