Header Ads

Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pematangsiantar

Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pematangsiantar



Penulis: Gideon Sidharta Aritonang

Pematangsiantar , kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Utara setelah Ibu kota Provinsi, Medan. Kota yang biasa disebut Siantar ini terkenal dengan kota Toleransi atau kota paling toleran se-Indonesia.

Bercerita tentang Siantar, mungkin dipikiran sebagian orang adalah becak Birmingham Small Army (BSA) dan 'Roti Ganda'. Roti khas Siantar yang melegenda dilidah para penikmatnya. Baik masyarakat lokal maupun luar kota Siantar. Bergeser lagi ke cerita lain, kita tinggalkan tentang roti.

Hari ini 24 April 2018, tepat hari jadi kota Pematangsiantar ke-147. Hiruk pikuk perayaan ulang tahun kali ini tampaknya tak semeriah dibanding tahun tahun sebelumnya. Meskipun panitia telah mempersiapkan acara demi acara untuk mengingat hari jadi kota yang dulunya ibukota Kabupaten Simalungun ini (Sekaang Ibukota Kabupaten SImalungun Pindah ke Pematang Raya).

Permainan tradisional anak menjadi sajian utama dalam perayaan HUT kota Siantar. Selain itu, panitia juga telah mempersiapkan penampilan tarian budaya adat yang ada di kota Sapangambei Manoktok Hitei' . Penampilan tarian budaya itu bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa Siantar adalah kota majemuk.

Perayaan itu tak lantas membuat semua masyarakat Siantar antusias dan menjadi pro kepada Pemerintah Kota dan panitia. Seperti biasanya, kebijaksanaan mendapat pro dan kontra. Baik dari masyarakat yang dibilang kalangan mengengah kebawah maupun menengah keatas. Dari parengge rengge hingga pengusaha dan parlente.

Belakangan ini isu pemerintah memandang 'sebelah mata' suku Simalungun mencuat ke publik. Isu itu menjadi tranding topik dan menjadikan berita 'pandang sebelah mata' sajian utama di media cetak setempat. Hal itu dikarenakan berdarnya brosur perayaan HUT Siantar yang menampilkan gambar dari beberapa suku yang ada di Siantar, namun tidak untuk Simalungun.

Hingga akhirnya masyarakat yang tergabung dalam beberapa kelompok suku Simalungun berunjuk rasa di balai kota, Jalan Merdeka, Siantar Barat. Mereka menuntut agar Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dimakzulkan dari jabatannya oleh DPRD Pematangsiantar.

Mereka mengangap Walikota tidak lagi menganggap ada Suku Simalungun di Kota yang dipimpin nya. Padahal, Siantar adalah kota yang ber-nenek moyangkan bangsa Simalungun. Sampai sampai di satu aksi, para pendemo beradu fisik dengan Satpol PP Siantar.

Mungkin untuk meredamkan emosi masyarakat suku Simalungun, panitia akhirnya mengganti gambar di brosur perayaan HUT Siantar. Disitu terlihat jelas sepasang penari yang mengenakan pakaian adat Simalungun. [*]


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
HUT Kota Siantar ke-147, Walikota Ziarah Ke Makam Raja Siantar



Sumber: Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.