Header Ads

Viral, Ustaz Nur Sugi Usir Jamaah yang Pilih Jokowi Keluar dari Masjid, Ini Videonya

WARTAGAS.COM - Video ceramah Sugi Nur di sebuah masjid di Semanggi, Surakarta, Jawa Tengah menuai kontroversi.

Viral, Ustaz Nur Sugi Usir Jamaah yang Pilih Jokowi Keluar dari Masjid, Ini Videonya
Gus Nur - Foto: tribun-medan.com

Tabligh Akbar "Indonesia Bangkit dari Masjid" itu digelar pada Minggu (29/4/2018).

Dalam ceramahnya yang kini viral, terdapat unsur politik mengenai Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.

Gus Nur menganggap Jokowi haram dan meminta jemaah yang memilih Jokowi di Pemilu nanti untuk keluar dari masjid.

Menurutnya, Jokowi telah berbohong karena ada sekitar 60 atau 70 janjinya yang belum ditepati.

"Bagi saya Jokowi Haram," ujar Gus Nur dalam ceramahnya.

"Gimana ini? Ganti presiden? Di sini yang pilih Jokowi keluar dari masjid," katanya.

Aksinya ini lantas menuai perdebatan netizen dan dinilai melanggar imbauan Menteri Agama sebelumnya.

Diketahui, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menyampaikan imbauan agar tak berpolitik di Rumah Ibadah, seperti dilansir Tribun-Video.com dari Tribunnews.com, Kamis (3/5/2018).

"Jangan sampai rumah ibadah digunakan sebagai tempat yang justru menggunakan agama untuk membuat polarisasi di tengah masyarakat hanya karena aspirasi politik yang berbeda," ujar Lukman Hakim Saifuddin di Bidakara, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Ia menyampaikan bahwa agama seharusnya menjadi pemersatu kemajemukan di Tanah Air.

"Justru agama memiliki ajaran yang sama bagaimana agar di tengah kemajemukan kita tetap hidup damai," katanya.

"Karenanya nilai agama menjadi faktor yang merekatkan itu yang menjalin yang merangkai keragaman itu sehingga sebagai Bangsa kita tetap terjaga keutuhan kita," ucapnya lagi.

Lukman juga mengimbau agar masyarakat menjaga kesucian dan kedamaian rumah ibadah.

"Karena itu rumah ibadah kita jaga kesuciannya jangan sampai digunakan oleh pihak yang memang ada maskud tertentu untuk membenturkan antar umat beragama yang memang tidak sama keyakinannya dengan kendaraan politik dengan cara-cara mempolitisasi nilai agama," papar Lukman.






LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Sumber: tribun-medan.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.