Header Ads

Ruhut Kegirangan saat Twitter Mendadak Suspend Akun Penyebar Postingan Provokasi, Ini Kata Duo F

WARTAGAS.COM - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul turut menanggapi sejumlah akun yang ditangguhkan atau dibekukan sementara oleh Twitter.

Ruhut Kegirangan saat Twitter Mendadak Suspend Akun Penyebar Postingan Provokasi, Ini Kata Duo F
Kolase Tribun-Medan.com

Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan melalui akun Twitter@ruhutsitompul yang diunggah pada Kamis (14/6/2018).

Ruhut Sitompul mengaku jika dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

Akan tetapi ia mengucapkan terima kasih atas suspend yang dilakukan oleh Twitter.

Ia pun melontarkan sindirian, mengajari ikan berenang padahal yang mengajari belum pernah berenang.

@ruhutsitompul: Beberapa Akun Twitter kena Suspend Siapa yg melakukan ?

Aku tdk ta’u tapi Aku berterima kasih,

“Habisnya beritanya ngajari Ikan berenang padahal yg ngajari belum pernah berenang”

Ha ha ha lucu banget,

Selamat Lebaran Mohon Ma’af Lahir Bathin #2019 Pak JOKOWI 1 X Lagi MERDEKA.


Postingan Ruhut Sitompul
Postingan Ruhut Sitompul (Capture/Twitter)

Postingan itu kemudian mendapat beragam komentar dari netizen.

@Jonethchelsea: Pasukan nyinyir yg kritik tanpa solusi layak disuspend, kritik pake otak Dan data. #hauskekuasaan.

@Olla36467613: Di jaman SBY ngak ada suspend suspand ya bang...rakyat merdeka bersuara...APA ABANG LUPA?

@DyAlfa: Ketawanya Abang mengingatku atas janjinya potong telinga....

@van260781: Salut buat abang yg satu ini, Anti korupsi.

@Erlin0565: Ngucapin lebaran dan minta maaf tapi tetap mulut anda nyakitin orang, klo ngucapin lebaran yg tulus gk bikin org sakit hati broo..

@meadnapitupulu: Cocok itu Lae, berita tanpa alas yah kan? bila perlu jgn cuman akunnya di suspend tapi orang nya juga sekalian... hihihuhu

Diberitakan sebelumnya, sejumlah akun mendadak disuspend oleh Twitter dalam waktu yang hampir bersamaan.

Salah satunya adalah akun milik Kadiv advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Akun tersebut merupakan akun resmi yang sering digunakan Ferdinand untuk menuliskan Tweet maupun membalas Tweet dari orang lain.

Diketahui, Twitter @LawanPolitikJKW terakhir aktif sekitar pukul 07.00 WIB.

Setelah di suspend, muncul akun @FerdinandHutah1 yang mengaku sebagai Ferdinand Hutahaean.

Unggahan pertama akun tersebut adalah foto Ferdinand yang bertuliskan 'Ketika Kekuasaan Makin Represif Membungkam Suara Kebenaran, Maka Penguasa Telah Memupuk Bibit Revolusi', sekitar pukul 13.00 WIB.


Sejumlah netizen dan tokoh bun buka suara terkait suspend ini.

Hingga #MenghindariSuspend sempat merajai Twitter dan menjadi trending topik hingga Kamis (14/6/2018) pagi.

Sementara itu, dikutip laman support.twitter.com pada Kamis (14/6/2018) ada sejumlah alasan mengapa akun pengguna disuspend atau ditangguhkan oleh pihak Twitter diantaranya:

1. Akun yang menyebarkan spam, bersifat palsu.

2. Keamanan akun beresiko, seperti adanya kecurigaan peretasan akun.

3. Tweet atau perilaku yang tidak senonoh, termasuk mengirim ancaman kepada orang lain atau meniru orang lain.


Kicauan Fadli Zon dan Fahri Hamzah yang menyasar Penguasa

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi tampak menanggapi pernyataan Fadli Zon terkait Twitter.

Dilansir TribunWow.com, hal itu tampak dari unggahan laman Twitter @Uki23 pada Kamis (14/6/2018).

Awalnya, Fadli Zon meminta agar Twitter harus berpolitik secara demokratis.

Fadli Zon juga mengimbau supaya Twitter tidak menjadi kaki tangan penguasa.

Apa yang disampaikan oleh Fadli Zon tersebut merupakan buntut dari disuspennya sejumlah akun Twitter, termasuk milik Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Fadli Zon sebelumnya mengomentari pernyataan rekannya Fahri Hamzah yang juga meminta agar Twitter tak berpolitik.

@fadlizon: Twitter harus berpolitik secara demokratis n jgn jd kaki tangan penguasa.

Menanggapi pernyataan tersebut, Dedek Prayudi menyebut apabila Fadli Zon terlalu berisik.

Ia pun mengatakan jika Fadli Zon tidak memahami aturan dan kebijakan Twitter.

@Uki23: Anda terlalu berisik untuk seseorang yang tidak memahami 'twitter rules and policy'.

Postingan Dedek Prayudi-Fadli Zon
Postingan Dedek Prayudi-Fadli Zon (Capture/Twitter)

Diberitakan sebelumnya, Fahri Hamzah mengungkapkan kekecewaannya atas disuspendnya sejumlah akun tersebut.

Berikut pernyataan Fahri Hamzah yang disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (13/6/2018).

@fahrihamzah: TAUSIYAH #RAMADHAN UNTUK TWITTER.ID
Kepada TWITTER. Kamu cari makan di negeriku. Ini bulan puasa.

Tugasmu blok pornografi sesuai perintah UU bukan percakapan politik. Kalau gak suka rakyat bising jangan cari makan di sini. Mengerti?

Mumpung Ramadhan, aku mau tausiah kepada TWITTER ID - ini adalah filsafat tentang hari ini, tempat kita menikmati udara kebebasan.

Sehingga semua kita punya peluang hidup yang lebih baik, oleh udara bersih demokrasi.

Sahabat TWITTER ID, semua ini karena kita memilih bebas.

20 tahun lalu, kami bangsa Indonesia melalui anak2 muda dan mahasiswa menuntut reformasi dan terbukalah gerbang kebebasan.
Itulah lanskap dunia baru kita di sini, Indonesia.

Tanpa kebebasan, aku tiada dan kau pun tiada.

Kau boleh pintar bikin teknologi social media tapi kalau negara melarang-nya seperti di Korea utara maka jadilah tiada.

Kabar baik bahwa sebentar lagi perusahaan seperti Twitter akan boleh buka di Korea Utara.

Jadi nikmatilah kebebasan ini dengan teknologimu.

Kami tak masalah kamu cari makan di sini.

Tapi jangan berpolitik dengan kami.
Kami muak diatur-atur sembarangan.

Kami bangsa yang sabar tapi tidak suka kalau orang sewenang-wenang.

Kami lawan sampai tetes darah penghabisan.

Maksud jangan berpolitik gini, “Kalau mau bertindak dan berkeputusan, pakai UU dan aturan yang ada, jangan bkin aturan sendiri, jangan jalankan agenda politik penguasa, dan bertahanlah pada aturan negara kami”.

Itu saja!

Sebab akan ada penguasa berkuping tipis, biarin aja salah sendiri punya kuping tipis.

Karena yang harus dipegang adalah UU, itu! Jika penguasa punya permintaan untuk membungkam lawan politiknya, minta surat resmi, jangan main belakang.

Inilah cara kita saling menjaga, inilah cara kita menjaga demokrasi kita dan kebebasan sebagai napasnya.

Jika tidak, akan lahir anarki.

Jangan sampai itu terjadi.

Kita semua tahu bagaimana susahnya kita sampai di titik ini.

Telah banyak pengorbanan.

Sahabat TWITTER ID. Selamat IEDUL Fitri 1439H, maafkan lahir batib .

Pesan ini saya tulis untuk kita semua.

Penikmat kebebasan dan dunia baru kita dengan teknologi digital yang menyenangkan.

Kita bersyukur hidup di zaman ini.


A post shared by Fahri Hamzah (@fahrihamzah) on



Sementara itu, dikutip laman support.twitter.com pada Kamis (14/6/2018) ada sejumlah alasan mengapa akun pengguna disuspend atau ditangguhkan oleh pihak Twitter diantaranya:

1. Akun yang menyebarkan spam, bersifat palsu.

2. Keamanan akun beresiko, seperti adanya kecurigaan peretasan akun.

3. Tweet atau perilaku yang tidak senonoh, termasuk mengirim ancaman kepada orang lain atau meniru orang lain.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



Sumber: tribun-medan.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.