Header Ads

Horas Sumut, Medan Bakal Punya LRT, Begini Persiapannya

WARTAGAS.COM - Pemerintah akan membangun light rapid transit (LRT) di kota Medan, Sumatera Utara. Lantas, bagaimana persiapannya?

Horas Sumut, Medan Bakal Punya LRT, Begini Persiapannya
Light Rapid Transit (LRT) - Foto: Ilustrasi

Menurut Kepala Bappeda Kota Medan, Wiriya Alrahman saat ini proyek tersebut masih dalam proses persiapan dokumen pembiayaan. Pasalnya, saat ini belum dipastikan berapa nilai dalam skema kerja sama antara pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Lebih lanjut, ia menjelaskan proses pelelangan dalam skema KPBU akan dibuka pada kuartal III 2018 dan selesai antara tahun 2019 dan 2020.

"Kami harap masa transaksi masuk di September. Finansial closing diharap di 2019 akhir atau 2020," ungkapnya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Sedangkan, capex diharapkan dapat dibiayai oleh pemerintah pusat sebesar Rp 13,339 triliun. Namun angka ini akan diusahakan mengecil dengan penggunaan komponen lokal.

"Ancar-ancarnya ada Rp 13,339 triliun berdasarkan US$ 2017. Itu harapan Pak Luhut dalam negeri diperbesar karena bisa saja diturunkan kan porisnya konten luar. Jadi dalam negeri jauh lebih besar kalau bisa 60%," paparnya.

Sementara itu, LRT Medan akan dibangun sepanjang 17,3 kilometer dari Lau Cih di bagian Selatan kota Medan hingga ke Aksara di bagian Utara Medan.


Gandeng Pindad, INKA Mau Bikin Mesin LRT Medan

PT Industri Kereta Api atau INKA (Persero) menyatakan kesiapannya membuat gerbong light rapid transit (LRT) Medan. Bahkan, INKA akan menggandeng PT Pindad untuk membuat mesin atau motor traksi sendiri. Bukan mesin impor.

Direktur Produksi PT INKA, Bayu Waskito Sudadi mengatakan pihaknya akan mendorong penggunaan konten lokal sebesar 60% di proyek LRT Medan, salah satu caranya melakukan transfer teknologi.

Ia mencontohkan untuk pembuatan motor traksi, selama ini pihaknya selalu mengimpor barang tersebut dari perusahaan luar seperti Bombardier. Sekarang, perusahaan itu diajak untuk memproduksi mesin di Indonesia bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Traksi motor nanti kerjasama dengan Pindad (dengan Bombarider)," ungkapnya kepada detikFinance, Jumat (27/7/2018).

Selain menggandeng Bombardier dan Pindad, rencanannya INKA juga akan menggandeng PT Inalum untuk membuat alumunium yang berfungsi sebagai kerangka gerbong LRT.

"Seperti car body aluminium nanti kita kerjasama dengan Inalum. Karena kita kan belum bisa buat yang besar-besar. Nah dia bisa," terang dia.

Sementara itu, permintaan penggunaan konten lokal sebesar 60% disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban pemerintah membangun proyek tersebut.


LRT Medan Harus 60% Konten Lokal, Begini Kesiapan Inka

PT Kereta Api Indonesia atau INKA (persero) yakin pihaknya bisa membangun light rapid transit (LRT) Medan dengan konten 60% berasal dari lokal. Bagaimana caranya?

Menurut Direktur Produksi PT INKA, Bayu Waskito Sudadi untuk mendorong penggunaan konten lokal, pihaknya akan melakukan transfer teknologi dengan perusahaan luar negeri.

Di mana proses tersebut mengharuskan perusahaan memproduksi barang di Indonesia bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggunakan bahan baku lokal.

"Kita siap. Jadi INKA dengan vendor luar negeri itu kita wajibkan transfer teknologi ke BUMN, seperti Bombardier kerjasama ke Barata Gresik produksi brogigi kereta," paparnya kepada detikFinance, Jumat (27/7/2018).

"Untuk proporsi yang biasa kita beli itu motor traksi kita wajibkan untuk transfer teknologi ke PT Pindak nanti kita bisa beli ke Pindak," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengaku telah melakukan pembicaraan terkait pembangunan LRT Medan. Namun baru sebatas kesiapan.

"Sudah ada pembicaraan tetapi belum intens belum masuk ke detail. Baru persiapan," ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta proyek LRT Medan menggunakan komponen lokal sebesar 60%. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban pemerintah.

Pasalnya, proyek tersebut menggunakan skema KPBU di mana capex diharapkan berasal dari pemerintah sebesar Rp 13.339 triliun. Lantas, ia berharap dengan menggunakan konten lokal biaya tersebut bisa berkurang.


Luhut Minta LRT Medan Pakai Komponen Lokal 60%, Bappeda: Ada Inka

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta proyek Light Rapid Transit (LRT) di Medan menggunakan 60% komponen lokal.

Menanggapi hal itu, Kepala Bappeda Kota Medan Wiriya Alrahma mengatakan pada dasarnya proyek tersebut mampu mengabulkan permintaan Luhut tersebut.

Sebab, ia menilai saat ini Indonesia telah memiliki industri yang mampu mendorong penggunaan tingkat komponen dalam negeri hingga 60%, yakni PT Industri Kereta Api ayau INKA (Persero).

"Ya sekarang kan ada INKA yang sudah memproduksi," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Lebih lanjut, Wiriya memaparkan permintaan Luhut agar komponen lokal ditingkatkan untuk mengurangi beban pemerintah sebesar Rp 13,339 triliun dalam capex. Sebab ia menilai angka tersebut akan jauh lebih kecil bila menggunakan kopomnen lokal.

"Pastinya bisa jadi lebih kecil," ungkapnya.

Seperti diketahui, INKA ditugaskan untuk memproduksi gerbong LRT Palembang sebanyak delapan rangkaian. Selain itu, INKA juga memproduksi lokomotif, kereta penumpang, kereta bergerak, gerbong kereta hingg bus.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
BIKIN HARU, Inilah Perjuangan Pengantar Jenazah Ke Wakaf Terakhir di Kota Pematangsiantar




Sumber: detikcom
loading...

No comments

Powered by Blogger.